
"Bagaimana? Nona Rose suka?" Yulia memperlihat satu unit mobil mewah yang terpajang dalam ruang etalase khusus.
Rose melonggarkan pegangannya yang masih melingkar pada leher Reyn, "Turunkan aku Mas," pintanya tanpa melihat pada Reyn. Bagai serpihan besi yang tertarik oleh pusat magnet. Rose berlari melayang menghampiri mobil yang berdiri gagah, kuat, kokoh, dan elegan seakan menantang siapa saja yang melihatnya.
Dengan tangan bergetar, gadis itu menyentuh pelan, khawatir sentuhannya bisa membuat lecet mobil yang berdiri sombong didepan matanya.
Yulia tersenyum senang, dari ekspresi dan cara Rose memperlakukan mobil itu, coustomernya itu pasti menyukainya, duganya.
Berbeda dengan Reyn, laki-laki itu hanya bisa garuk-garuk kepala melihat apa yang dilakukan Rose, ia hanya menyaksikannya tanpa berniat menegurnya..Biarlah isteri kecilnya itu mengekspresikan sesuai gaya noraknya, ini pun hiburan buat Reyn yang ingin selalu tertawa melihatnya.
"Kak Yulia, yakin ini mobilnya?" Rose mengalihkan pandangannya kearah CS dealer itu setelah puas mengitari mobil baru yang membuat hatinya mendadak hot.
"Ini memang mobil pesanan khusus pak Reyn buat Nona sebulan yang lalu, ini STNK-nya," Yulia menyodorkan selembar kertas bersampul plastik transparan pada Rose. Gadis itu menerimanya, perlahan mulai mengeja namanya yang tertera disana, atas kepemilikan satu unit New Land Cruiser berwarna putih lengkap dengan plat nomor cantiknya.
"Mas Reyn," Rose mendekati suami gurunya itu. "Mas yakin membelikan mobil itu untuk Rose?"
"Memang kenapa?" Reyn mengernyitkan keningnya.
"Muaaahaal itu Mas," bisik Rose didaun telinga Reyn dengan raut khawatir sambil melirik Yulia yang melihat kearah keduanya. Ingatan gadis itu melayang pada gaji dalam amplop Reyn yang diberikannya dua minggu lalu, belum mencapai lima jeti. Sedangkan dirinya tahu benar berapa harga mobil mewah yang katanya dibelikan untuknya itu.
"Apa kau meremeh kan Mas-mu ini? Meremehkan suami guru-mu yang gajinya dikit?" berondong Reyn.
"Ng-nggak gitu Mas, jangan tersinggung ya? Rose cuman kasihan sama mas Reyn, takutnya pengeluaran kita besar pasak dari pada tiang," ucap Rose benar-benar khawatir. Apalagi terakhir ia melihat isi amplopnya tinggal bersisa 19 lembar pecahan seratus ribuan saja lagi.
__ADS_1
"Udah nggak perlu risau. Mas guru-mu ini masih sanggup membeli mobil itu kok. Lihat nih otot mas Reyn, besarkan?" Reyn menunjukan lengannya yang mengembung keras. "Dan dada mas Reyn yang berotot juga, dan punggung, dan perut juga," kau pernah liat kan dikamar mandi?" bisiknya pelan.
Rose mengangguk. Seketika wajahnya bersemu merah, ia memang telah melihat semuanya. Kecuali--, isi segitiga bermuda itu. Tanpa sadar ia tersenyum sendiri tidak jelas. "Fiktor! Pergi kau lucnut!" pekiknya dalam hati sembari memukul kepalanya sendiri, lalu buru-buru mengalihkan perhatiannya, khawatir Reyn tahu apa yang difikirkan oleh otak dalam tempurung kepalanya itu.
"Terus apa hubungannya otot-otot mas itu dengan mobil mahal itu?" Rose berusaha bersikap biasa.
"Itu tandanya Mas masih sanggup mencari pekerjaan tambahan selain menjadi guru untuk mendapatkan penghasilan lebih. Ayo, test drive dulu," Reyn menarik tangan Rose mendekati mobil itu.
"Ngak mau, mas Reyn aja. Kan Mas yang kerja keras, Rose bisa pakai mobil mas Reyn yang lama saja," tolaknya.
"Loh, kok Mas Reyn sih. Ogah, memangnya mas Reyn Pinky Boy, pake mobil serba pink," sergah laki-laki itu lalu menoleh pada Yulia yang sedari tadi hanya senyum-senyum sendiri menyaksikan drama keduanya.
"Nona Yulia, boleh minta kuncinya?"
"Nanti kau menggunakan mobil ini saja ke sekolah." Reyn beralih pada Rose.
"Mobil yang lama itu sudah dikenal oleh sebagian para guru yang pernah melihatku memakainya. Kau tahu 'kan maksudku," ucap Reyn mengambang. Rose mengangguk, memahami arah pembicaraan suami gurunya itu.
"Apa ini tidak berlebihan Mas?"Rose masih ragu, mengingat beberapa guru dan siswa-siswi disekolahnya sebagian memang ada.yang menggunakan mobil, tapi belum pernah ia melihat mereka menggunakan mobil sekelas yang dibeli oleh Reyn itu untuknya.
"Tidak. Kau pantas menggunakan yang terbaik." Reyn menekan remote control hingga mobil itu berbunyi dengan suaranya yang khas disertai kedipan lampu-lampunya.
"Masuklah Rose," Reyn membuka pintu kemudi.
__ADS_1
Rose mematung sesaat, memandangi kabin mobil baru itu, dengan ornamen-ornamen Pinkie Pie disana sini. "Kok mas. Reyn bisa tau sih Rose suka Pinkie Pi" ucapnya gemes, melirik Reyn yang masih memegang pintu mobil.
"Kak Bram-mu yang kasih tau," jawab Reyn ikut menatap kabin mobil baru Rose. Aneh memang menurutnya. Toyota Land Cruiser yang terlihat gagah, kokoh, kuat, dan elegan itu, ternyata didalamnya serba berwarna pink.
Sebulan lalu Reyn memang meminta pihak dealer mengganti semua kabin asalnya, mengubahnya menjadi kabin serba Pinkie Pie yang berwarna pink, kesukaan isteri manjanya itu.
"Mobil ini--, gaya pak Reyn banget diluarnya. Dan Rose banget saat berada didalamnya," kekeh Rose sembari mendudukan bo*ongnya di jok kemudi dengan hati-hati.
"Kok pak lagi?" Reyn mengernyitkan dahinya. Namun ia senang mendengar penilaian Rose tentang dirinya.
"Ah, iya lupa! Maaf Mamas Guru?" Rose semakin terkekeh manja. Gigi Yulia tidak pernah basah mendengarnya, karena selalu tersenyum lebar diperlihatkan drama kedua coustomernya yang menggelikan hatinya.
"Ayo dong kak Yulia, kasih tau Rose mana aja bagian tuas-tuasnya." pinta Rose pada Yulia yang sudah bersiap duduk disebelahnya. Gadis itu sudah memasang sabuk pengamannya dengan rapi.
"Oke, Nona sudah siap?" Yulia memastikan dengan tetap mengulas senyumnya.
"Seribu persen siap Kak, apalagi mobilnya keren macam ini," ucap Rose antusias.
Reyn tersenyum sendiri. Ia memperhatikan Rose yang sedang mendengarkan penjelasan dari Yulia tentang langkah-langkah mengendarai mobil barunya. Selang beberapa menit kemudian, ia melihat isterinya itu mulai menjalankan mobilnya pelan, keluar menuju lintasan test drive yang ada didealer itu.
Sebelum memutuskan membeli mobil itu sebulan yang lalu, Reyn sudah memastikan terlebih dahulu bila Rose memang bisa.menyetir dari kedua mertuanya, itu sebabnya saat ini ia tidak khawatir bila gadis itu langsung test drive di pandu oleh Yulia, kepala CS dealer langganannya.
Bersambung...👉
__ADS_1