
Pagi itu Reyn sudah bersiap dengan setelan jasnya. Ia melirik ke tempat tidur, melihat Rose masih betah meringkuk dalam selimut tebalnya.
"Rose Sayang, sampai kapan kau bersembunyi dalam selimutmu itu? Heum? Ayo, bangun. Kita sarapan. Semalam kau belum makan apapun Rose." panggil Reyn lembut. Ia berdiri disisi tempat tidur, tapi masih belum ada pergerakan dari isterinya itu.
"Oh, masih kepengen kaya tadi malam?" goda Reyn lalu pura-pura naik ke tempat tidur.
"S-stop! J-jangan! Cukup Mas," sahut Rose panik, merasakan gerakan pada tempat tidur mereka.
"Baiklah..." Reyn tersenyum sendiri. "Sekarang bangun, mandi, lalu kita sarapan. Buruan, ayo!"
"T-tapi Rose malu Mas, Rose nggak pake baju. Dan tubuh Rose masih sakit juga pegel-pegel." ucapnya jujur, masih belum berani memunculkan wajah dari balik selimutnya.
Mendengarnya, tentu saja Reyn dibuat tertawa mengingat bila isterinya itu lebih memilih tidur setelah dimandikan dari pada mengenakan pakaian tidurnya karena kelelahan semalam.
Bila hari ini ia tidak mengingat janjinya untuk membeli rumah Farid, ia pun lebih memilih beristirahat pula, tubuhnya juga terasa remuk karena pergulatan mereka semalam.
"Kalau begitu, beristirahatlah. Nanti Mas akan minta mbok Dira mengantarkan sarapanmu kesini. Dan Mas juga sudah menyiapkan pakaian gantimu." Reyn beranjak, berniat mengambil tas diruang kerjanya.
"Tunggu Mas!" Rose menyembulkan wajahnya sedikit serupa orang sedang mengintip dari balik selimut. Lalu berusaha duduk dan menyandarkan punggungnya pada headboard dibelakangnya.
Reyn berbalik, ia merasa gemes melihat wajah bantal isterinya. Laki-laki itu gegas naik ke tempat tidur, lalu ikut duduk disisi Rose.
"Mas, bagaimana kalau Rose hamil? Rose 'kan belum pengumuman kelulusan." Rose menggelung tubuhnya dalam selimut lalu menempel pada Reyn yang tengah tertawa mendengar ocehannya.
"Rose kamu itu lucu sekali, merasa khawatir setelah kita melakukannya. Apa kau menyesal? Heum?" Reyn mencium pucuk rambut Rose yang ada dalam dekapannya.
"B-bukan gitu Mas. Rose hanya tidak percaya diri ke sekolah kalau tiba-tiba Rose hamil lalu perut Rose membuncit." Reyn kembali tertawa kecil mendengarnya.
"Perlu waktu perutmu itu membesar Rose, hamil saja belum," dengan gemes dicubitnya pipi chubby Rose yang sudah memerah lebih dulu. "Sini Mas ulangi pelajaran tentang perkembangan janin dalam rahim seorang wanita."
"Setelah pembuahan, tahap awal perkembangan embrio adalah zigot. Zigot akan menuju rahim dan membentuk morula, yaitu kelompok sel yang bentuknya menyerupai buah rasberi. Selanjutnya, morula akan melalui beberapa tahapan perkembangan embrio."
"Pada 4 minggu pertama atau bulan pertama kehamilan, kebanyakan ibu hamil mungkin tidak merasakan gejala kehamilan apa pun. Satu-satunya gejala kehamilan yang bisa membuat ibu hamil menyadarinya adalah terhentinya menstruasi. Kantung ketuban sudah mulai terbentuk untuk melindungi embrio, begitu pula dengan plasenta dan sel darah bayi. Tubuh janin juga sudah mulai terbentuk yang ditandai dengan munculnya area wajah dengan lingkaran hitam di tengah. Nantinya, lingkaran hitam tersebut akan berkembang menjadi mata."
"Di usia kehamilan ini pula, bagian tulang rahang, mulut, dan tenggorokan janin mulai terbentuk. Pada akhir bulan pertama, embrio baru berukuran sebesar bulir beras."
"Kecil sekali Mas," Rose mendongakan wajahnya keatas. Reyn yang melihatnya merasa gemas, lalu memberi kecupan ringan pada bibir mungil itu.
__ADS_1
"Manis," gumamnya sambil tersenyum memandang wajah Rose yang memerah.
"Terus lanjutin Mas," pinta Rose masih dengan wajahnya yang merona.
"Ciumannya?" Reyn sengaja menggoda.
"Bukan!" Rose mencubit lengan Reyn, membuat laki-laki itu memekik kaget merasakan hasil jepitan tangan isterinya itu.
"Lanjutan penjelasan yang tadi Mas."
"Oke-oke," Reyn memperbaiki letak duduknya. Tanpa meminta persetujuan Rose ia langsung memangku sambil memeluk tubuh mungil itu.
"Pada trisemeater pertama ini, kadar hormon ibu hamil akan berubah secara signifikan. Payudara terasa nyeri dan terlihat membengkak, tubuh terasa mudah lelah, mual di pagi hari (morning sickness), namun mual ini bisa saja muncul di siang, sore, atau malam hari. Emosi ibu hamil cenderung berubah-ubah, kadang senang menjadi cemas, atau tiba-tiba sedih. Gejala lain yang dapat muncul adalah sakit kepala, merasa lebih sering ingin pipis, mengidam, dan hasrat *3** berubah."
"Pada bulan kedua, tulang dan sistem saraf yang meliputi jaringan otak, saraf tulang belakang, dan saraf tepi sudah mulai terbentuk. Pembentukan jantung juga mulai terjadi bersamaan dengan sistem peredaran darah."
"Pada bulan ini, bagian wajah janin akan terus mengalami perkembangan. Bahkan, cikal bakal telinga sudah terlihat, begitu pula pertumbuhan tangan dan kakinya. Di akhir bulan kedua, embrio berukuran sekitar 2,5 cm dan beratnya mencapai 9,5 gram."
"Pada bulan ketiga, organ dalam janin sudah mulai berkembang. Organ hati mulai memproduksi empedu, sistem urinaria mulai bekerja, dan sistem peredaran darah juga mulai beroperasi. Organ reproduksi janin pun sudah mulai terbentuk. Namun, jenis kelamin masih sulit dipastikan meski pemeriksaan dilakukan dengan USG."
"Pada akhir bulan ketiga, janin sudah memiliki lengan, tangan, jari tangan, tungkai, dan kaki. Pada usia ini, gusi dan bakal giginya pun mulai berkembang, begitu pula dengan jari tangan dan kaki serta telinganya.
Rose menunjukan kepalan tangannya didepan wajah suaminya. "Apa sebesar ini Mas?"
Reyn tersenyum. Ia meraih tangan isterinya lalu memberi kecupan ringan lagi disana. "Iya Sayang, kurang lebih sekepalan tanganmu ini. Jadi tiga bulan pertama ini, itu dinamakan trisemester pertama." lalu menurunkan tangan isterinya itu dan menggenggamnya erat.
"Pada bulan keempat, janin laki-laki sudah memiliki prostat, sedangkan janin perempuan sudah mulai memiliki folikel pada ovarium. Di usia kehamilan ini, tulang janin makin berkembang.Di bagian kepalanya sudah tampak pola rambut. Matanya pun sudah bisa bergerak secara perlahan, tetapi belum bisa terbuka. Pada usia ini pula posisi telinga janin sudah sesuai dengan tempatnya dan mulut janin mulai dapat mengisap.Panjang janin di akhir bulan ke-4 biasanya mencapai 15 cm, dengan berat tubuh sekitar 100 gram."
"Dan ketika sudah menginjak bulan kelima, seluruh kulit janin sudah tertutup lapisan putih sebagai pelindung cairan ketuban. Lapisan putih ini akan terlepas dengan sendirinya sesaat ketika janin dilahirkan. Otot janin sudah berkembang dan janin mulai dapat bergerak. Di bagian kepala sudah tumbuh rambut serta bagian punggung dan bahunya telah ditumbuhi rambut halus yang akan hilang setelah bayi lahir. Panjang janin pada akhir bulan ini sekitar 25 cm, dengan berat 225–450 gram."
"Menginjak bulan keenam, kelopak mata janin sudah terbentuk sempurna dan matanya sudah bisa terbuka. Pembuluh vena sudah terlihat karena kulit janin masih sangat tipis dan berkeriput. Janin sudah bisa merespons suara dengan gerakan. Bahkan, ibu hamil juga bisa merasakan gerakan janin berupa cegukan dan tendangan halus berulang kali. Di usia kehamilan 6 bulan, panjang janin umumnya sekitar 30 cm, dengan berat badan sekitar 900 gram.
"Pada kehamilan trisemester kedua inilah perubahan fisik ibu hamil mulai terlihat dan bentuk tubuh akan banyak berubah. Perut dan payudara bertambah besar, kulit di sekitar perut akan menggelap.Stretch mark pun mulai muncul di beberapa bagian tubuh, seperti payudara, bokong, paha, dan perut. Tak hanya itu, sejumlah gejala lain juga bisa timbul, di antaranya pusing, nyeri punggung, paha, atau panggul, kram kaki, dan keputihan. Pada kasus tertentu, infeksi saluran kemih atau konttaksi palsu juga dialami."
Rose dengan serius mendengarkan, didalam hati ia sangat kagum, suaminya laksana seorang dokter yang memberi penjelasan begitu detailnya.
"Pada trisemester ketiga kehamilan, momen untuk bertemu buah hati akan semakin dekat Sayang. Pada bulan ketujuh, janin sudah dapat merespons cahaya, merasakan sakit, mendengar suara, dan mengubah posisi tubuhnya. Selain itu, jaringan lemak dalam tubuhnya juga berkembang dengan pesat di bulan ini. Pada bulan ketujuh, panjang janin umumnya 30–36 cm, dengan berat 900–1.800 gram."
__ADS_1
"Memasuki usia 8 bulan, organ dalam janin sudah berkembang lebih baik. Salah satu organ yang sudah terbentuk tetapi belum sempurna adalah paru-paru. Sementara itu, bagian otak berkembang lebih pesat dibandingkan bulan sebelumnya. Janin pun sudah bergerak lebih aktif yang ditandai dengan gerakan menendang lebih kencang. Di usia kehamilan ini, panjang janin mencapai 46 cm, dengan berat 2,27 kg."
"Ketika berusia 9 bulan, tubuh janin sudah terbentuk lebih sempurna. Mata dan telinga sudah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Janin pun lebih peka terhadap sentuhan dan cahaya serta bagian paru-parunya sudah hampir sempurna. Panjang janin umumnya mencapai 46–51 cm, dengan berat kira-kira 2,5–3,2 kg. Pada usia ini, kepala janin sudah menghadap jalan lahir dan bokongnya telah menempati bagian atas rahim ibu untuk mempersiapkan diri menjalani proses persalinan."
"Dan untuk ibu hamil, perubahan bentuk tubuh semakin terlihat, karena perut bertambah besar. Berat badan pun akan meningkat sekitar 9–13 kilogram. Pertambahan berat badan ini akan menyebabkan sakit punggung yang sudah dirasakan sejak trimester sebelumnya bisa menjadi lebih parah, bahkan dapat mengalami pembengkakan pada kaki."
"Semakin mendekati waktu persalinan, gejala lain yang dapat muncul, tubuh terasa cepat lelah, susah tidur, kram kaki terjadi lebih sering dari sebelumnya, payudara mengeluarkan cairan, kulit kering dan gatal, terutama di bagian perut, varises,wasir, hasrat *3** kembali menurun, muncul sensasi perih di dada dan perut bagian atas (ulu hati), kontraksi palsu terjadi lebih sering."
"Itu sebabnya ibu hamil dianjurkan menjaga kesehatannya, juga harus mendapatkan nutrisi yang cukup baik untuk bayi yang ada didalam kandungannya maupun bagi ibunya," Reyn kembali mendaratkan kecupannya pada pucuk rambut Rose yang masih setia mendengarkan penjelasannya yang begitu panjang.
"Nah, bila yang kita lakukan semalam langsung terjadi pembuahan didalam sana, perubahan fisikmu belum terlalu terlihat Rose sampai pengumuman kelulusan, hanya mungkin morning sickness atau keluhan-keluhan lainnya saja yang terasa. Apa muridku yang menggemaskan ini mengerti sampai sejauh ini?" Reyn menempelkan bibirnya pada daun telinga Rose. Perempuan itu mengangguk sembari menggeliat geli merasakan jil@tan lidah Reyn disana.
"Masih mau lanjut buat baby lagi?" Reyn kembali mengurung isterinya itu dalam kungkungannya. Laki-laki itu terkesiap, kala Rose mengangguk setuju, padahal niatnya hanya menggoda.
"Nggak kapok sakit kaya tadi malam?"
Rose menggeleng pelan. "Dicangkul Mas guru rasanya nikmat," Reyn terperangah mendengar ocehan jujur isterinya.
Tanpa fikir dua kali Reyn kembali beraksi, ia tidak perduli kalau setelan jasnya bakalan kusut setelah melanjutkan pergulatan panas pagi ini.
"Mas guru... Hhhh," lenguh itu kembali terdengar seksi dan mendayu-dayu, merasakan sensasi nikmatnya saat sesapan Reyn dengan gencarnya berlabuh pada.pucuk-pucuk perbuki1tannya, memilin dan sedikit memberikan gigitan juga disana.
Rose mencengkram sprei disisi kiri dan kanannya dengan sekuat tenaga, kala merasakan milik suaminya memasuki dirinya, terasa sangat penuh dan sesak hingga menyentuh ujung r@himnya.
"Aghhh" erang Rose dengan wajah meringis. Reyn segera menyambar bibir yang terbuka itu, menyesapnya lembut hingga membuat isterinya itu kembali rileks.
Dengan pelan, Reyn mulai melancarkan cangkulan-cangkulan mautnya dibawah sana. Rose sesekali menggeliat sembari mengerang nikmat, memberikan respon pada ayunan cangkulan suaminya yang semakin intens. Didalam sana semakin terasa sesak dan penuh, hingga membuat keduanya sama-sama bergetar merasakan sensasi gesekan pertemuan cinta mereka.
"Rose, Mas cinta kamu," ucap Reyn terbata-bata, ayunan cangkulannya semakin cepat, berpacu dengan rasa yang meluap-luap.
"Rose juga, Mas. Hhhh!" tangan perempuan itu memeluk kuat leher suaminya, merasakan sesuatu yang akan meledak dalam dirinya.
"Rose! Aghh!!!"
"Masss! Hhhh!!"
Lahar panas itu akhirnya keluar membuat keduanya sama-sama terhempas tak berdaya dengan peluh yang membanjiri seluruh tubuh. Dua insan itu mengatur deru napas masing-masing lalu saling melemparkan senyumnya satu sama lain.
__ADS_1
Bersambung...👉