My Dear TEACHER

My Dear TEACHER
60. KECELAKAAN LALU LINTAS


__ADS_3

"Steven!"


Pemuda itu menghentikan langkahnya, tangannya yang sudah meraih gagang pintu keluar dilepaskannya kembali. Ia membalikan tubuhnya, mendapatkan Reyn tengah melangkah ke arahnya.


"Maafkan saya Steven, harus mengatakan semuanya sama kamu. Cepat atau lambat, kamu memang harus tahu ini." ucap Reyn saat dirinya sudah berada disisi pemuda itu.


"Saya tahu ini tidak mudah buat kamu, Steven. Seandainya saya tidak menikahi Rose--, dan kamu tetap menjalin hubungan dengan Rose--, tanpa kamu sengaja, kamu akan menyakitinya, karena Mami-mu tidak menyukai perempuan dari kalangan biasa, sampai kapanpun beliau tidak akan mau menerima Rose walalu kamu memaksakan hubungan kalian."


"Kalau saya boleh berpesan sebagai mantan gurumu. Kau lebih baik fokus saja dalam kuliahmu, dan segala kegiatanmu yang ada di kota ini."


"Kau masih muda, dan jalanmu panjang. Setelah Papi-mu, mungkin kau bisa berkesempatan menjadi penerusnya memimpin kota ini. Saya mengenal Papi-mu adalah orang yang baik, dan saya percaya, kebaikan budinya juga akan menurun padamu sebagai anaknya."


Steven tidak merespon apapun, ia tahu apa yang disampaikan sang mantan gurunya itu baik. Tapi perasaannya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hatinya tengah merasakan sakit dan pedih yang luar biasa, memikirkan Rose yang sudah menikah, pupus harapannya untuk memiliki gadis pujaannya itu seutuhnya.


"Sudah selesai?" tanya Steven datar.


Reyn menelan salivanya lalu mengangguk pelan. Ia membiarkan Steven pergi tanpa pamit, memandang punggung pemuda itu berlalu dan menutup pintu didepannya dengan sedikit keras.


Dari posisinya berdiri, Reyn masih bisa melihat keberadaan Steven dikantornya. Dalam hati, ia hanya berdoa semoga pemuda itu baik-baik saja, saat melihat Steven meninggalkan pos jaga security, memacu motor sportnya dengan kecepatan tinggi.


Air mata itu merembes begitu saja. Ya, Steven merasa dirinya cengeng saat ini. Dalam helm full face miliknya, ia sudah tidak bisa menahan rasa. Air matanya keluar sejadi-jadinya walau tanpa suara yang keluar. Dan itu--, sakit sekali rasanya.


Steven terus memacu kendaraannya, menyalip beberapa kendaraan didepannya. Tidak jarang para pengendaraan lainya yang hampir terserempet dan tertabrak olehnya membunyikan klakson panjang dengan teriakan kesal mereka.


Tidak mendengar, telinga Steven terasa tuli saat ini, dan matanya-pun sudah mulai berkabut hingga tidak bisa melihat jelas apa yang ada didepan, kiri dan kanannya. Yang ia tahu hanya-lah menerobos dan membelah jalan tanpa tahu arah yang ingin ia tuju.


BRAKKK!!!


Steven merasakan sakit yang luar biasa, tapi ia tidak tahu bagian tubuhnya yang mana. Sesaat ia melihat sekitarnya sudah gelap gulita lalu tidak ingat apa-apa lagi.

__ADS_1


Di perempatan jalan lampu merah, semua pengendara gegas keluar dari kendaraannya masing-masing. Beberapa pria segera mengangkat pria paruh baya yang berlumuran darah dengan motornya yang ringsek akibat hantaman tabrakan keras.


Sementara di sisi lain, tubuh seorang pemuda juga terkapar tidak sadarkan diri dengan motor sportnya terlempar jauh ke salah satu toko warga hingga menimbulkan kaca tokonya pecah, melukai pegawai toko yang sedang melayani pembeli.


Beberepa pengendara motor yang lain, yang juga menjadi korban segera di amankan oleh warga. Terlihat para korban kecelakaan lalu lintas itu meringis menahan sakit akibat beberapa luka di tubuh mereka.


Kemacetan panjang dalam sekejap telah mengular di ke-empat sisi jalan.


Tidak lama, ambulance dan mobil polisi datang ke TKP karena ada warga yang mengambil inisiatif menelpon. Polisi segera mengamankan lokasi, memasang police line, dan menemui beberapa warga yang mengaku melihat kejadian itu. Sementara mobil ambulance segera melarikan Steven dan seorang pria paruh baya yang kritis ke rumah sakit terdekat.


Korban luka-luka yang lainpun segera dibawa ke rumah sakit menggunakan beberapa mobil warga yang ada disana.


...🍓🍓🍓...


"Sumpah, pinter banget bu Faridah buat soal Fisika, sulit amat! Dari 30 soal, hanya 18 soal saja yang bisa aku kerjain. Bikin otakku keriting keriwil-keriwil jadinya!" keluh Norsa dengan raut kusut, merapat pada Rose yang tengah menikmati bekal makan siangnya.


"Belajar-lah. Tapi yang aku pelajari semalam cuman dua soal aja yang nyangkut," sahut Norsa.


Rina tidak berkata apa-apa. Hari ini gadis itu terlihat sedih, lelah, dan tidak ada senyum lembut seperti biasanya.


Sudah dua hari ini ketiga sahabat itu nangkring dibawah pohon rindang dibelakang sekolah saat kelas istirahat. Suasana yang jauh dari keramaian membuat mereka bisa lanjut belajar setelah menyantap makan siangnya, untuk pelajaran Kimia selanjutnya yang akan di ujikan di semester ganjil ini.


"Udah, buruan dimakan bekalmu, Sa. Setelah ini kita belajar sama-sama." ucap Rose yang baru menghabiskan makannya, ia segera mengemasi kotak makanannya dan menyimpannya kembali ke dalam tas jinjingnya.


Rina meliriknya sesaat, ia tahu tas jinjing milik Rose itu bukan bernilai recehan. Ia pernah searching di internet dan melihat harganya yang sangat memukau.


"Rose, ini maksudnya gimana?" tunjuk Norsa pada satu reaksi kimia dibuku catatannya yang sejak semalam memusingkan otaknya. Rose memperhatikan sejenak tulisan Norsa yang nampak rapi dibuku tulis.


"Oh, itu maksudnya persamaan reaksi kimia proses fotosintesis, 6CO2 + 6H2O ---------> C6H12O6 + 6O2. Kita sudah mempelajarinya dikelas X, Sa." terang Rose singkat.

__ADS_1


"Iya, aku tau Rose, tapi lupa. Hehe--, udah 2 tahun Hehe," Norsa nyengir malu.


Rose tersenyum tipis. "Mau aku jelasin?" memandang wajah Norsa yang masih nyengir.


"Ya iya dong Rose. Buruan jelasin, tar kelas masuk, dan aku-nya blum ngerti, bahaya 'kan?" paksa Norsa sambil merapat pada Rose.


"Proses fotosintesis menghasilkan gula sederhana yang disebut dengan glukosa. Dalam proses fotosintesis, karbon dioksida (CO2) tereduksi dengan mengikat elektron, bereaksi dengan air (H2O) dan menghasilkan glukosa (C6H12O6)."


"Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. Umumnya fotosintesis terjadi di bagian daun, karena dalam sel daun ada organel (bagian sel) yang disebut kloroplas dan mengandung klorofil untuk menangkap cahaya matahari."


"Lalu apa hubungan manusia? Hewan? Dan binatang pada proses fotosintesis?" tanya Norsa lagi.


"Hubungan antara tumbuhan, manusia, dan hewan pada proses fotosintesis: Tumbuhan mendapatkan karbon dioksida (C2O) dari manusia dan hewan. Glukosa (C6H12O6) hasil fotosintesis digunakan manusia dan hewan untuk makanan supaya bisa bertahan hidup. Oksigen (6O2) hasil fotosintesis digunakan manusia dan hewan untuk bernapas. Udah ngerti?" tanya Rose menatap Norsa yang masih memandangi bukunya yang telah diorat-oret olehnya.


"Ngerti Rose, tapi nggak gini juga keles, catatanku sampai kotor gini," celoteh Norsa dengan raut manyunnya.


"Hehe, sorry Sa. Aku terlalu bersemangat, nanti aku mau jadi guru atau dosen aja-lah," kekeh Rose sambil melihat catatan Norsa yang sudah awut-awutan akibat ulahnya.


"Iya tau. Ketularan mas guru Reyn 'kan?" ucap Norsa sambil mencebikan bibir tebalnya. "Huffh!" Norsa seketika membekap mulutnya sendiri, sepasang matanya langsung liar menoleh kesana-kemari, dan bertemu dengan pandangan Rina yang sembab.


"Hei kamu nangis kenapa Rin?" Norsa segera mendekat, begitu pula dengan Rose.


"Kak S-Steven. D-dia kecelakaan kemarin sore," sahut Rina sambil sesenggukan.


"Kecelakaan kenapa?" tanya Rose dengan raut khawatir, begitu pula dengan Norsa.


"Di perempatan, kak Steven menerobos lampu merah, ia menabrak beberapa pengendara yang sedang melintas, seorang bapak yang cukup tua kritis. Kak Steven juga sampai sekarang belum boleh ditemui." terang Rina masih sesenggukan.


Bersambung...👉

__ADS_1


__ADS_2