My Hot Baby

My Hot Baby
Pesta Bahagia


__ADS_3

Dua bulan berlalu. Persiapan pesta pernikahan rampung dalam enam puluh hari dengan kondisi Zareena yang tengah berbadan dua.


"Baru dua bulan, tetapi aku sudah mengalami kenaikan berat badan." Zareena merasakan gaun pengantin yang ia kenakan saat ini begitu tidak sempurna di tubuh.


Gaun itu berpotongan kemben yang menampilkan bagian pundak serta lengan Zareena yang memang berisi.


"Kau cantik, Sayang," ucap Mary.


"Kau wanita paling cantik." Belva menyahut. "Terlebih aura keibuanmu terpancar."


"Lagian perutmu belum buncit, Sayang." Mary menimpali.


"Ya, tetap saja aku merasa tidak sempurna."


"Hanya perasaanmu saja. Jangan pikirkan apa pun itu. Di bawah sana, Tristan tengah menantimu." Belva meraih kerudung untuk disangkutkan pada sanggul adik iparnya, lalu memberi satu buket bunga mawar pink dan putih. "Aku sangat iri padamu. Kau sudah mengandung, tetapi aku belum."


"Kau akan secepatnya menyusul, Sayang." Mary mengusap lengan menantunya agar tidak berkecil hati.


Belva mengangguk. "Iya, Ma. Semoga saja setelah ini."


Pintu kamar diketuk, Belva melangkah membuka, dan mendapati suami serta ayah mertuanya yang tiba.


"Sudah siap?" tanya Valdo.


"Iya, Zareena sudah siap."


Henry masuk, ia merentangkan tangan sembari berjalan mendekati putrinya. "Kau cantik, Sayang."

__ADS_1


Zareena masuk dalam pelukan sang ayah. "Papa tidak bohong, kan?"


"Sejak kapan Papamu ini berbohong?"


"Ayo, acara segera dimulai. Tristan sudah berjamur menunggumu." Valdo menyela moment itu.


"Ayo, ayo, kita segera turun ke lantai bawah. Tamu-tamu juga sudah datang," ucap Mary menengahi.


Pesta pernikahan Tristan dan Zareena di adakan di sebuah hotel ternama London. Tema pesta kebun menjadi pilihan keduanya lantaran Zareena merasa pesta di luar gedung tidak akan membuatnya sesak dan gerah.


Henry mengulurkan tangannya yang disambut oleh Zareena. Pengiring pengantin rupanya sudah menunggu di luar termasuk orang yang bertugas sebagai juru kamera.


"Kau sempurna hari ini," ucap Colin yang menjadi pengiring pengantin.


"Apa pujianmu itu sungguhan?" lagi-lagi Zareena mempertanyakan itu.


"Itu harus karena aku sudah mengandung benihnya."


"Kalau dia macam-macam, aku akan menghajarnya," kata Valdo.


"Sekarang kita lekas temui pengantinnya." Henry mencoba mengingatkan kalau mereka harus segera turun.


Tristan tidak henti memandang pintu masuk taman. Zareena yang ditunggu sedari tadi belum juga datang. Ia sudah lelah meladeni tamu hanya untuk berbincang basa-basi. Ia menginginkan sang istri berdiri di sampingnya.


Pesta pernikahan ini dihadiri oleh orang tua Tristan, meski ia tidak menyukai ibu serta adik tirinya. Untuk hari bahagia ini, Tristan akan berdamai.


Sementara Miles, Brian, dan Chris, ketiga pria itu menjadi pengiring pengantin sebelah Tristan. Ketiganya tampak tampan dalam balutan jas warna krem.

__ADS_1


"Kau bersiap, Zareena segera datang," kata Miles.


Tristan berdiri di atas altar menunggu istri tercintanya. Ketika pembaca acara mulai menyerukan kedatangan Zareena, dan lagu romantis berkumandang, Tristan merasakan kebahagian yang luar biasa.


Dari kejauhan, istrinya begitu anggun dalam balutan gaun berwarna putih. Zareena juga menampilkan senyum termanisnya, dan para tamu turut bahagia.


Tristan mengulurkan tangan ketika istrinya sudah dekat. Dengan hati-hati ia membantu Zareena naik ke altar.


"Sempurna." Tristan berkata sembari memandang tak jemu istrinya.


"Kau juga, Sayang."


Tristan tidak tahan lagi. Ia mengecup bibir lembut itu. Diiringi tepukan dari tamu yang hadir serta taburan bunga putih, sepasang pengantin itu hanyut dalam buaian cinta.


"Aku mencintaimu," ucap Tristan.


"Aku juga mencintaimu." Zareena membalas, lalu mereka kembali menyatukan bibir.


"Saatnya lempar bunga," tegur Brian.


Tristan menarik diri, dan Zareena tertawa karena hampir saja melupakan tradisi ini. Ia segera berbalik. Pria dan wanita yang belum menikah, berkumpul di belakangnya.


Pembawa acara mulai menghitung. Setelah hitungan ketiga, Zareena melempar bunga itu. Suara riuh terdengar, lalu ia berbalik, dan tidak menyangka bunga itu jatuh pada seorang pria.


"Aku tidak ingin menikah," ucap Miles.


TAMAT

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novel My Hot Baby. Baca juga karya Author yang lain, ya! Salam sayang untuk kalian semua.


__ADS_2