My Hot Baby

My Hot Baby
Mengeras


__ADS_3

Zareena memainkan kakinya. Ia berbaring dengan tumpuan dua siku tangan serta lima jari kaki yang naik perlahan menangkas jubah satin milik Tristan ke atas.


Tristan menurunkan pandangan pada perilaku nakal wanita di depannya. Zareena berwujud medusa kini telah mempermainkannya. Cantik, tetapi begitu berbisa.


"Hentikan!" kata Tristan.


"Kau bilang ingin bermain. Aku menerima tantanganmu."


"Jangan salahkan jika aku bertindak lebih."


"Bukankah kau menginginkannya?" ucap Zareena sembari mengedipkan sebelah matanya.


Sialan! Tristan mengumpat dalam hati. Wanita ini tidak pernah tidur bersama pria lain, tetapi begitu pintar menggoda lawan jenis. Gairah Tristan mulai naik. Ia beraksi atas jejak setan yang saat ini mulai menuju bagian dalam kakinya.


"Kau yang memancing," kata Tristan seraya menepis kaki Zareena kemudian membungkuk untuk dapat menyatukan bibir mereka.


Zareena mendongak, menyambut tautan bibir yang mendesak. Lembut, basah dan tanpa kenal lelah. Terus melilit dengan ujung lidah yang mengelitik.


"Aku menginginkannya," ucap Tristan di sela kecupannya.


Zareena membalik posisi mereka. Tristan pasrah wanita itu menjamah tubuhnya karena memang ia ingin merasakan bibir dan jemari nakal itu mengabsen setiap jengkal dari kulitnya.


"Maaf, Sayang. Kau harus menahannya untuk malam ini," kata Zareena dengan menggoyangkan kunci yang berhasil ia ambil dari saku jubah Tristan.


Zareena lekas bangun dari tempat tidur, berlari menuju pintu dan membuka kunci. Tristan tidak tinggal diam, ia mengejar wanita itu.

__ADS_1


"Kau tidak bisa lari," kata Tristan dengan menahan pintu.


"Tristan, minggir kau!" ucap Zareena.


"Berani sekali, setelah menggodaku, kau malah ingin pergi. Kita selesaikan ini dulu, Sayang." Tristan meraih tangan Zareena kemudian membawa gadis itu ke atas tempat tidur. "Diam di tempat atau aku tidak segan padamu."


"Kau tidak pantas melakukan ini padaku."


"Aku datang bersama Miles dan wanita itu adalah miliknya," ungkap Tristan.


"Kau membuka pakaianmu," kata Zareena.


"Astaga! Aku kepanasan. Lagian kau lihat jika posisiku saat itu berjauhan dengan mereka, kan?"


"Kau bisa bertanya pada Miles," ucap Tristan.


"Miles adalah temanmu. Siapa tahu kalian itu telah bersengkongkol."


"Terserah percaya atau tidak. Aku sudah menjelaskan semuanya padamu. Sekarang sudah malam dan sebaiknya kau tidur."


"Aku ingin tidur di kamarku."


"Di sini saja. Siapa tahu ada peneror yang ingin menculikmu."


"Kau bilang rumah ini sangat aman," ucap Zareena.

__ADS_1


"Aku bilang untuk tidur."


Tristan menepuk pungggung bawah Zareena yang padat itu. Mau tidak mau wanita itu merebahkan diri di atas bantal empuk bersama tuan muda yang malah ikut bergabung.


"Kita tidur berdua?" tanya Zareena.


"Hanya ada aku dan kau, kan? Memangnya kau ingin tidur bersama siapa lagi?" Tristan balik bertanya.


"Aku bisa tidur sendiri."


"Aku tidak bisa tidur tanpa memeluk wanita," ucap Tristan. "Satu lagi, kau harus tanggung jawab padaku. Lihat ini, rasakan kerasnya milikku."


Tristan memeluk Zareena, mendekap tubuh wanita itu dengan erat sampai dapat Zareena rasakan sesuatu yang menonjol, mendesak punggung bagian bawahnya.


"Bagaimana caranya agar bisa membuatnya tidur? Kau membuatku sakit kepala," kata Tristan.


"Kau bisa mengunakan sabun."


"Ada wanita perawan di sini, buat apa sabun?"


"Kau!" kata Zareena.


"Tetap dalam posisimu. Biarkan aku memelukmu sampai ini mereda," ucap Tristan, lalu menambahkan, "jangan sesekali bergerak karena aku tidak akan tanggung akibatnya."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2