My Hot Baby

My Hot Baby
Pergi


__ADS_3

Kemarahan itu masih ada di wajah Mary. Tentu saja sebagai seorang ibu, ia kecewa atas perbuatan anaknya. Saat di Italia ketika Mary memergoki Tristan dan Zareena bermesraan, ia sudah mewanti putrinya untuk tidak mendekat dengan pria itu, dan Zareena menyanggupi permintaannya. Nyatanya itu hanya omong kosong belaka.


"Aku minta maaf," ucap Zareena di saat kedua orang tuanya tengah sarapan.


"Duduk, Nak. Kita sarapan bersama." Henry mempersilakannya, tetapi Mary tidak demikian.


"Tidak perlu, aku akan keluar dari rumah ini." Zareena hendak melangkah, tetapi suara Mary menghentikannya.


"Setelah semua yang kau lakukan?"


Zareena menatap ibunya. "Aku sudah minta maaf pada Chris. Aku juga akan minta maaf pada keluarganya."


Mary meletakkan pisau roti dan garpu di piring. "Reputasi keluarga kita sudah tercoreng, Zaree. Ini semua perbuatanmu."

__ADS_1


"Tidur bersama seorang pria adalah hal biasa. Aku melakukannya karena menginginkannya. Maafkan aku, Mama. Kau mungkin kecewa. Jika kau tidak menganggapku sebagai anak lagi aku terima."


"Zareena!" tegur Henry.


"Berhentilah mengurus hidupku. Aku bisa mencari pasangan sendiri. Sudah cukup Valdo yang kalian jodohkan."


Mary bangkit dari duduknya. "Tristan sudah mengubahmu. Mama sadar kau berubah karena pria itu. Kau mengubah penampilan demi dia dan kau menjadi liar karena dia."


"Mama salah, aku melakukannya karena aku bosan diatur. Berhentilah mengaturku, Mama. Aku sudah dewasa sekarang."


Tanpa mobil pribadi, Zareena menumpang taksi menuju kediaman orang tua Chris. Ia akan pergi minta maaf, meski nantinya hinaan yang akan didapat. Zareena terima itu karena batalnya pertunangan juga disebabkan oleh dirinya.


Gugup sudah pasti ketika taksi yang ia tumpangi telah sampai di depan kediaman keluarga Hemswort. Zareena meminta taksi untuk menunggu, ia berjanji akan kembali setelah lima belas menit.

__ADS_1


Zareena minta penjaga untuk memberitahu kedatangannya. Tidak lama kemudian ia diizinkan masuk ke rumah.


Tatapan tidak menyenangkan didapatnya sebagai sambutan. Zareena kikuk berhadapan dengan mereka, tetapi ia harus mengatakan maksud kedatangannya.


"Aku minta maaf pada kalian. Sungguh, aku tidak pernah menyangka kejadiannya seperti ini. Aku sungguh menyesalinya." Kalimat itu yang Zareena lontarkan, meski ia tidak yakin jika kedua orang tua Chris bisa memaafkannya dengan begitu mudah. "Ini semua salahku. Orang tuaku tidak tahu apa-apa. Mereka juga kecewa. Ini sudah terjadi, aku tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula."


"Seperti yang kau katakan, Zareena. Keadaan tidak akan kembali seperti sedia kala," sahut Ibu Chris.


"Aku tahu, dan kuharap tidak ada permusuhan di antara kita. Kalian mungkin tidak menganggap keluargaku sebagai sahabat lagi. Tapi kumohon untuk tidak saling dendam." Zareena memandang kedua orang tua Chris dengan penuh harap. "Aku sungguh minta maaf. Terima kasih telah mendengarkanku."


Zareena angkat kaki dari kediaman Chris. Mau terima atau tidak, yang penting ia sudah minta maaf. Zareena lekas masuk mobil taksi, meminta supir untuk mengantarnya ke kediaman Colin. Ia tidak akan ke apartemen pribadi miliknya. Zareena akan menyewa sendiri rumah untuk ia tinggali.


Sementara di bilik lain, Tristan menyadari apa yang telah ia lakukan pada Zareena. Serpihan kenangan masih belum dibereskan. Perkataan Zareena mungkin ada benarnya. Semua barang itu harus dimusnahkan agar ia tidak selalu dihantui oleh masa lalu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2