My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 11 Aku Pacarnya!


__ADS_3

Brummmm….brummmm….


Cciitttt….


Sebuah mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi di arena balap itu. Di sanalah Kevin bersama teman-temannya biasa bersenang-senang dan menghabiskan waktu. Dia tidak perlu mengkhawatirkan apapun, karena hidup di keluarga yang bergelimang harta.


Anak manja. Julukan yang sangat pas untuk Kevin Gee Bastian. Hari-harinya selalu ia habiskan dengan bersenang-senang dan menguras harta orang tuanya.


Prokk…prokk…prokk…


“Vin, kece bener deh!!” Seru Bobi.


“Jelas! Mobil baru gitu loh haha.” Ucap kevin dengan sombongnya. Semua teman-temannya sudah terbiasa dengan sifat angkuhnya dan tidak masalah, karena yang penting Kevin selalu royal kepada mereka semua.


“Denger- denger lo udah mau married? Cantik nggak ceweknya.” Tanya Bobi penasaran.


“Cantik. Tapi gue nggak suka.” Ucap Kevin seraya bersandar di mobilnya.


“Kenapa?”


“Dia tomboy kayak preman. Satu lagi hal pentingnya, kurang seksi.” Jawab Kevin seraya mencibir.


Ia membayangkan saat pertemuan keluarga beberapa hari lalu dimana Valerie mengacaukan semua acaranya. Kevin mencoba merayu Valerie waktu itu, dan hasilnya ia di hajar hanya karena menyentuh sedikit pundaknya. Jujur saja, Kevin juga sempat tergoda akan paras cantik gadis itu. Tapi karena sudah di permalukan, rasa suka itu berubah sebaliknya.


Sama seperti Valerie, Kevin juga tidak menginginkan perjodohan itu. Dia di paksa dengan ancaman semua fasilitasnya akan di ambil tanpa sisa jika berani menolak. Seorang Kevin tentu saja tidak bisa hidup tanpa barang-barang berharga miliknya.


Kevin juga mempunyai pacar. Lagipula, tujuan pernikahan itu hanya demi kerja sama bisnis keluarganya. Jadi, tidak masalah jika ia harus menikahi gadis itu. Toh, ia masih bisa memiliki pacar yang di cintainya saat ini.


"She's my angel, yes baby?” Cup… Kevin mencium bibir Celine yang sejak tadi berada di pelukannya.

__ADS_1


“Yes my love.” Balas Celine kemudian.


“Dari dulu, seorang Kevin emang brengs*k…haha.” Sindir Bobi.


.


.


.


.


“Em, thanks bro. Gue percaya sama lo.”


Pip..


Setelah memutus panggilannya Victon kembali fokus menyetir dan sesekali menoleh untuk memastikan Valerie yang duduk di sampingnya. Luka yang di bilang kecil itu tetap membuat Victon cemas.


Memang benar jika Valerie tengah menjalani tugasnya dengan baik, tapi Victon tetap kesal dengan kenyataan itu. “Masih sakit, hm?” Victon menyadarkan Valerie yang tengah melamun. Sontak Valerie pun menoleh kemudian menggeleng namun tidak berani menatap wajah Victon dengan lekat.


Wajahnya yang memerah itu masih begitu jelas di wajah Valerie membuat Victon terkekeh lagi. Victon sudah hampir lupa, dan wajah malu itu malah mengundangnya untuk menggoda Valerie lagi dan lagi.


“euunngg…kakak atu udah cembyuhh!! Aa….emmmphhh” Belum selesai dengan kalimatnya, mulut Victon di bungkam oleh tangan Valerie yang kini sudah bermuka masam.


“Diam iiiiihhhh!!!.”


Dengan kesalnya tangan Valerie masih membungkam kuat mulut Victon. Sekali lagi mengejek Valerie benar-benar berniat untuk memukulnya.


“hahaha.” Lihatlah, betapa menyebalkan gelak tawanya itu.

__ADS_1


Drrttt…..drrttt…


Ponsel milik Valerie yang berbunyi. Namun, dia belum ada niat untuk menerima karena ternyata itu dari papanya. Hubungan Valerie dengan sang papa tidak baik, itulah sebabnya Valerie enggan sekali untuk sekedar menerima telpon saja.


“Kenapa nggak di angkat?” tanya Victon seraya melirik sekilas. Keraguan itu tampak begitu nyata di wajah Valerie membuat Victon jadi penasaran.


“haaahhhh.”


Valerie menghela napas nya. Panggilan itu tak kunjung berhenti hingga Victon pun merebut paksa ponsel itu.


sreetttt...


“Halo!! Siapa ini?!” Ucap Victon dengan nada meninggi.


“Ini yang siapa? Mana Valerie?”


“Pacarnya Valerie, tolong jangan ganggu Valerie kare….”


“Aku papanya.!”


ciittt....


Victon terhenyak hingga tak sengaja menekan rem. Nyali darimana? percaya diri sekali dia mengakui Valerie sebagai pacar di depan sang papa langsung. Salah Valerie juga, kenapa nomor itu di beri nama 'i hate u' membuat Victon jadi salah paham.


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continued-


__ADS_2