My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 54 Pinky si Pengganti


__ADS_3

Seulas senyum pun nampak jelas di wajah tampan itu saat Victon menikmati waktu senja di balkon kamar dengan panggilan suara dari ponselnya.


"Bicaralah!!"


"He was ten, dan jujur saja aku salut sekali padanya. Membangun kembali kehancuran itu dari nol hingga kini kekuatannya kembali tidaklah mudah."


"emm......aku menemukan nama Leonzio Anderson di sini. Tapi kurasa..... kita lebih baik membicarakannya di rumahmu nanti." Jelas Carl panjang lebar.


"Ehemmm..." Victon hanya berdehem menanggapinya.


"You know him, right?"


"....."


Hening seketika...


" Yea, he's my bro." Batin Victon mendadak sesak seketika mendengar nama itu. Ia sangat tahu masa lalu sahabatnya yang dulu memiliki pekerjaan kotor. Tapi, Victon tidak berdaya menghadapi kenyataan apabila lawannya adalah sahabatnya sendiri.


Tut...tut..


.


.


.


Sementara itu, di luar sana Valerie sedang bermain dengan peliharaan baru yang dia minta dari Victon. Bilangnya sebagai pengganti Coco yang tertinggal di Indonesia.


"Wuiihhhh, mantap nih!!" Puji Valerie dengan matanya yang berbinar kagum.



Tangan lentik itu mengusap setiap bagian dari kuda besi barunya. Bahkan warna pinknya sangat menyilaukan mata dan begitu menggiurkan hingga Valerie tidak tahan untuk segera mencobanya.


"Nyonya, biar saya temani." Ucap salah satu pengawal di sana.

__ADS_1


"Tidak perlu. Aku cuma mau berkeliling sebentar."


brummmmm.....🛵🛵


Tanpa menghiraukan ucapan pria gagah itu, Valerie segera melajukan si pinky. Beberapa menit ia menelusuri jalan raya dan ketika ia kembali, Valerie mendapati sebuah mobil hitam teronggok di halaman rumahnya.


"Apa ada tamu?" Ucap Valerie bermonolog sendiri.


Valerie hanya mengangkat bahu tak peduli dan langsung saja memarkirkan pinky tepat di depan rumah. Dia tidak punya janji dengan siapapun. Selain suaminya, siapa lagi yang Valerie kenal di negeri ini? pikirnya sesaat.


Baru saja turun dari motor, seseorang tiba-tiba menepuk bahunya hingga Valerie terkejut.


Hahh!!


sretttt .....krakkk.....


"Awwww...awww damn it!! Are you crazy..!! aaaarggghhhhhhhh!!!" pekik pria itu.


Valerie spontan berbalik badan di ikuti jurus menjerat tangan dan tendangan memutarnya. Ia terlampau panik karena di sangka pria itu ingin mengambil keuntungan darinya.


"Siapa kau?!!" Sentak Valerie masih menekuk tubuh pria itu dengan tatapan seakan bola matanya hampir keluar.


"Jawab!. Apa yang kau lakukan di sini hah?!!!"


Pakaian pria itu sangat tertutup. Terlebih lagi, dia menggunakan topi dan masker, tentu saja Valerie curiga kalau-kalau pria ini maling atau mungkin penculik.


"Aaaarrrrrrgggggghhhh, Victonnnn!! Siapa wanita ini? dia menyiksaku, oucchhh... tanganku rasanya mau PATAHH!!."


"Sayang, dia tamuku!!." Ucap Victon dari balkon atas sana. Sontak saja dua manusia itu mendongak ke arah suara. Sementara Victon yang tertawa di atas sana membuat Carl kesal.


.


.


.

__ADS_1


.


"Masuklah!" Titah Victon pada Valerie seraya mengusap pipi gemasnya itu. Victon hanya bisa tertawa puas melihat wajah merah Carl serta penampilannya yang acak-acakan akibat ulah Valerie.


"Hei!! minta maaf padaku!!" Hardik Carl menatap sengit Valerie yang sibuk menempel pada suaminya. Carl semakin meremang kala Valerie menjulurkan lidahnya dengan tatapan mengejek.


weekkk!!


"Ku tunggu di kamar kita. Jangan lama-lama ya sayang." Bisik Valerie di telinga Victon kemudian mengedipkan sebelah matanya dan menggigit bibir bawahnya dengan genit.


Victon pun membalas kedipan mata itu dengan hal serupa. Beruntungnya ada Carl di sana, jika tidak mungkin saja dia langsung menerkam Valerie saat itu juga.


Sepeninggalnya sang istri, Victon pun membawa Carl menuju ruang kerjanya. Tak lupa ia memastikan pintu serapat mungkin dan dua pria itu segera mencari posisi nyaman di sofa ruangan itu.


"Aku tidak tahu kalau dia istrimu Vic. Sifatnya itu, menyebalkan. awwhh...badanku remuk." Gerutu Carl lagi hingga mendapat tatapan tajam dari Victon.


"Lemah sekali kau." Ejek Victon kemudian.


"cih, kita kembali ke topik. Lihatlah ini!!." Dengan santai Carl mengalihkan pembicaraan seraya menunjukkan beberapa petunjuk yang dia dapatkan. Susah payah Carl mencari informasi tambahan itu, bahkan dia hampir kehilangan keperjakaannya dan bagian tubuhnya yang berharga. Namun, bagaimana tanggapan Victon?


"Hanya ini saja?" Ucap pria tengil itu.


"Kau ini!! Lihat dulu yang lainnya!!" Ucap Carl dengan sedikit lantang dan sedikit geram.


.


.


.


-To Be Continued-


Hai, readers. Author kembali lagi setelah 2 hari nggak up date (maybe 🤔🤔). Sekalian deh mau ucapin Selamat hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan ya hehe.


Othor mau minta maaf juga kalau banyak salah kata atau ada beberapa kata yang menyinggung kalian selama karya ini berlangsung. Semoga kita semua sehat selalu ya..🐣🐣

__ADS_1



__ADS_2