
"Well, semua pria memang ganas jika di atas ranjang. Tapi kita ini menginginkan satu sama lain, saling mencintai dan ....." Sengaja Victon menggantung kalimatnya.
"Dan?" Beo Valerie.
Victon kembali tersenyum lembut " dan........aku udah menabur benihku di dalam sini. Bukannya kamu bilang kalau aku pria terakhir dan menjadi satu-satunya? Kita tunggu hasilnya, jangan pikirin pria lain. Ingat!! aku gampang cemburu." Ucap Victon seraya menunjuk area perut Valerie dan empunya pun meng-iyakan.
Perlahan, Victon merebahkan pelan tubuh Valerie dengan ia berkuasa di atasnya. Cinta bukan hanya tentang nafsu, tapi nafsu itu membuatnya semakin menggebu-gebu kala semakin dalam ia mencintai.
Sebenarnya pria itu hanya ingin menggoda istrinya saja, karena memang lucu . Wajah malu itu tak bisa di tutupi dan semakin memerah saja seakan hampir meledak. Atau dalam hitungan detik telinganya pasti mengeluarkan asap sebab kepanasan.
"Aku nggak mau itu lagi, pinggangku masih sakit." Rengek Valerie tak berani menatap wajah tampan di hadapannya. Entah kenapa, cahaya temaram di kamar itu semakin membuat aura hot suaminya berkali lipat meningkat.
Victon pun terkekeh mendengarnya lalu merapikan anak rambut Valerie. "Emang aku mau ngapain? Hayo pikirannya kemana-mana nih pasti?" Ejek Victon.
"Ck, minggir! aku mau ke pesta lagi aja." Valerie mendorong tubuh kekar itu, sayangnya tidak berhasil.
"Percuma. Pestanya udah selesai."
"Kenapa? Apa gara-gara aku?" tanya Valerie.
"Udah nggak usah di pikirin. Sekarang istirahat aja, semua udah mama yang atur."
"Tapi..."
cup.....
"Ganti gaunnya." Setelah berhasil membuat Valerie dag-dig-dug serrrrr, sesantai itu Victon berkata-kata bahkan memerintah sesuka hati.
__ADS_1
"Aku males. Gantiin!!" Ucap Valerie sengaja menggoda. Ia berpura-pura terkulai lemah di atas kasur agar mendapat perhatian yang ia inginkan. Entah kenapa, Valerie suka sekali dengan cara Victon memberinya perhatian.
"Wah, nyuruh aku unboxing nih? okay, dengan senang hati hehehe...." Victon menyeringai di ikuti telapak tangannya yang di gosok-gosokkan. Anggap saja, seperti membuka peti harta karun.
"Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhh." Akibat jari Victon yang tiba-tiba menggerayang di sepanjang paha mulus milik Valerie. Demi keamanan raganya, Valerie memilih untuk menyelamatkan diri. ia hanya ingin tidur dengan tenang malam ini.
Suaranya pun menggema di sepanjang lorong hingga menarik perhatian siapapun yang melihat. Masih mengenakan gaun kemudian berlarian, membuat Valerie seperti tawanan yang melarikan diri.
"Zoe!!!Zoeya tunggu!!" Kebetulan sekali, Valerie bertemu sang adik ipar yang hendak masuk ke dalam kamarnya juga.
"Kak Val, mau kemana? Pestanya udah selesai loh ngap..." Belum selesai bicara, Valerie membungkam Zoeya cepat sekali.
"Nanti kakak jelasin. Sekarang bawa kakak masuk dulu."
pip.....pip...
ceklek...
hah....hah ...
Valerie berusaha mengatur napasnya dulu. Ternyata melelahkan sekali, ia merasa konyol sendiri dengan apa yang di lakukan. "Melarikan diri dari makhluk buas." Ucapnya.
" Makhluk buas? hewan maksudnya?" tanya Zoeya.
"Pokoknya malam ini kakak tidur sama kamu ya Zoe." Valerie memohon. Namun, tampaknya Zoeya paham siapa yang di maksud makhluk buas itu.
"iya kak, boleh kok." Sekalian saja, Zoeya juga senang mengerjai Victon. Biar tahu rasa! emang enak nggak bisa kelonan, batin Zoeya tertawa menang.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian....
1 AM. masih di hotel.
brak....brak...brak...
Zoeya terbangun dari tidurnya "eeunggh. siapa sih?? nggak santai banget ketok pintunya." Sambil mengucek mata, gadis itu pun berjalan gontai menuju pintu.
ceklek....
"Ap....." Belum selesai berucap bayangan hitam melewati Zoeya begitu saja. "Kak Victon ngapain sih? malem-malem bikin rusuh!!" Kesalnya.
"Mau ambil istri!! Bisa-bisanya kamu nyolong istri kakak. Dasar pencuri!!"
"Dih!! Kak Val tuh yang dateng sendiri ke kamar aku. kok aku yang di salahin.." Zoeya bersedekap seraya menatap Victon yang susah payah membawa tubuh istrinya yang sudah mati suri.
"Ck, kakak jadi kedinginan kurang belaian."
"Hueekkk." Sontak saja, Zoeya ingin muntah mendengar kalimat menggelikan itu. "Amit-amit. Semoga suamiku kelak nggak selebay dia." Batin Zoeya seraya menatap Victon yang berlalu pergi.
.
.
.
-To Be Continued-
__ADS_1