
...Kawasan (21+🚫)...
...Mohon kebijakannya bagi pembaca. dan yang tidak suka silahkan di skip karena othor juga tidak memaksa👌👌😉...
...-HAPPY READING-...
Selesai acara keluarga, di ruang kerja Victon…
“Dia permataku yang paling berharga dan aku tidak ingin menyesal untuk yang kedua kali. Cukup sekali saja aku lalai hingga kehilangan mamanya.”
“Ku kira anda orang yang picik sekali.” Ujar Victon kepada Candra yang tengah berdiri menatap gorden.
Kalimatnya yang begitu menyentuh hati sempat membuat Victon melemah. Perlu di tegaskan jika Victon tidak mudah tertipu begitu saja. Banyak orang bermuka dua di muka bumi ini, dan salah satu yang harus di waspadai adalah Candra.
Pria yang tak lain adalah ayah mertua Victon itu terkenal sifatnya yang arogan, namun amat sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Victon ingin tahu, apakah Candra berkata demikian semata sebagai sosok seorang papa yang menyayangi putrinya? Karena yang dia tahu hubungan mereka tidak baik-baik saja.
“Mereka berjanji akan membawa Valerie pergi jauh dari negara ini jika aku menyetujui pernikahan itu dengan Kevin. Tidak masalah, aku kini lebih lega jika putriku memilihmu. Kuasamu jauh dari keluarga Bastian, dan aku membutuhkan itu agar putriku tetap aman.” Jelas Candra dengan tatapan seriusnya.
Mendengar ucapan sang papa, semakin membuat Victon bingung. Apa dia harus menolak atau menuruti? hal ini memang sudah di rencanakan sejak awal.
“Kalian pergilah, tonight!!”
.
.
.
11 PM, di kamar.
Ceklek….
"Gue harus melakukannya di awal atau akhir?"
"Apa sesudahnya aja?"
Kamarnya sudah terlihat begitu meyakinkan kala berbagai hiasan dan taburan bunga memenuhi kasur putih itu. Sama sekali Victon tidak menduga jika tempat yang biasa ia tiduri akan menjadi saksi bisu apapun yang terjadi malam ini.
Valerie masih tampak sibuk dengan rutinitas malam bersama dengan berbagai produk yang memanjakan kulitnya. Bahkan gadis itu belum menyadari kala Victon sudah memasuki kamar dengan langkahnya yang amat pelan.
__ADS_1
Waktu terus berjalan dan ujung bibirnya kini sudah tertarik bersamaan dengan langkah kakinya yang kian mendekat. Namun, perhatian sang istri masih belum teralihkan juga. Kesal pun bukan waktu yang pas untuk saat ini.
hahhh....
Punggung mulus dan putih itu terpampang begitu nyata dengan balutan piyama berbahan satin lengan segaris, seolah-olah sengaja memberi kebebasan bagi Victon untuk menikmati keindahan itu. “Kamu seksi malam ini.” Ucap Victon dengan nada yang sensual seraya menghujani kecupannya di sana.
“T.......tunggu dulu, aku belum selesai.”
cup...cup...
Apa sekarang? Valerie ketar-ketir sendiri dengan pemikirannya. Otak dan mulut sudah tak sinkron lagi, akibat ulah Victon yang menggerayangi area lehernya. Valerie benar-benar di buat melayang meski gelenyir aneh itu baru ia rasakan untuk yang pertama kali.
Merasa cemas pun tiada guna lagi, karena tubuhnya sudah sejujur itu pula. Secepat itu Victon sudah mengangkat tubuh Valerie dan mendudukkannya di atas meja.
Prang….. semua benda bahkan di buat berceceran karena ulahnya yang tergesa-gesa. Dalam sejenak saja, mata mereka saling beradu pandang di sertai kegugupannya masing-masing “Habis lah aku!” Sudah tidak ada jalan keluar bagi Valerie saat ini.
Wajah Victon yang memerah pun sama halnya dengan Valerie. Semakin dekat dan kini sudah kembali pada permainan bibir dengan sangat pelan. Di mulai sangat lembut dengan menyesapi atas dan bawah.
Cup….
Tanpa sadar, sekujur tubuh Valerie kini sudah di buat menggila akan sentuhan-sentuhan tangan yang di berikan suaminya. Geli bercampur aduk menjadi satu menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.
*******tan di bibir itu sangat menggairahkan menginginkan indra perasanya bermain liar satu sama lain. Hingga keluarlah semua suara astral yang memenuhi kamar pengantin itu. Detik demi detik, hingga menjadi menit. Mereka masih menikmati pemanasan itu secara bertahap.
“Wajah ini akan selalu terbayang di kepalaku.” Batin Valerie.
Baru sempat berpikir sejenak, Valerie kembali di buat mendes*ah kala tangan kekar itu yang sudah meraba memainkan aset di tubuh atas bagian depannya. Sensasinya benar-benar gila. Valerie benar-benar di buat keringat dingin, hingga tidak sadar kala Victon sudah meloloskan piyamanya secepat mungkin, kemudian melemparnya asal.
“Sayang.” Ucap Victon di sela-sela napasnya yang tersengal di tengah sorot matanya yang di selimuti kabut tebal gairahnya yang memuncak.
gleg....
“hmm?”
“Boleh aku melakukannya?” Tanya Victon lagi untuk memastikan. Tanpa ragu Valerie mengangguk seakan menjadi garis start bagi Victon untuk memulainya. Begitu pula dengan Valerie yang ikut membantu meloloskan piyama Victon hingga tubuh kekar itu hanya menyisakan celananya saja.
"OMG, roti sobek." Ucap kagum Valerie seraya menatap tubuh sang suami yang amat menggodah. Siapapun pasti di buat terlena akan indahnya ciptaan Tuhan di hadapannya saat ini.
"Aaa......euhhhh."
__ADS_1
“****!! mana bisa gue berhenti di tengah jalan begini?” Gerutu Victon dalam hati.
“Bawa dia dalam keadaan tidak sadar.!!”
Sebentar lagi. Victon ingin menuntaskan hasratnya terlebih dahulu. Nasib sekali, di malam pertama pun Victon harus menuruti kemauan si papa mertua yang tidak bisa di negoisasi barang sedikit saja.
“Kok berhenti?” Tanya Valerie yang di buat bingung karena Victon belum bertindak sejauh yang dia kira. “Apa kamu masih mau membiarkanku perjaka malam ini?” Sial, Valerie tidak bermaksud bertanya begitu, tapi mulutnya memang berkhianat. Sontak ia pun langsung mengatupkan bibirnya malu.
Tolonglah, Victon juga sedang kesulitan saat ini. “Nikmati saja dulu.” Begitulah kalimat yang bisa dia ucapkan sebagai jawaban sebelum kembali meninggalkan jejak cintanya di tubuh Valerie.
cup....
cup....
Kemudian, Jleb…
“Apa yang .....ka......mu…..”
Hening beberapa saat...
“Maaf sayang, kita harus menundanya dulu.” Victon mengecup sekilas bibir mungil istrinya, kemudian segera mencabut jarum suntik di leher itu setelah memastikan cairan pembius itu masuk sempurna ke dalam tubuh Valerie.
Setelah memastikan Valerie benar-benar tak sadarkan diri, Victon pun segera memakai pakaiannya lagi yang di ambilnya dari lemari. Tak lupa pula ia melakukan hal yang sama pada tubuh sang istri.
“Done. We have to go now!!” Ucap Victon di balik ponselnya.
.
.
.
-To Be Contiued-
Ada revisi untuk bab ini hehe...🙏😁
Maaf sebelumnya, othor cuma mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ...
itu aja hehe😁😁😁🙏🙏😴
__ADS_1