My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 18 Jatuh Hati Padanya


__ADS_3

10 PM….


Bagai pungguk merindukan bulan?. Bukan, Valerie lebih seperti bintang yang bertebaran di langit malam. Pantulan cahayanya yang indah selalu bisa menghiasi dan mengisi kekosongan ruang di dalam hati pria bernama Victon.


“Ku rasa, aku sudah mencintaimu. I’m sure…” Ucap Victon yang sejak tadi memandangi wajah teduh Valerie yang sudah terlelap. Tidurnya begitu tenang, atau mungkin karena pengaruh obat hingga bisa membuatnya setenang itu. Seulas senyum pun muncul begitu saja kala gadis itu menggeliat pelan dalam tidurnya.


Cup….


Victon kembali mengecup kening Valerie cukup lama. Ia memejam dan kembali merasakan hembusan napas yang amat terasa menyentuh kulitnya. Aroma khas dan sapuan lembutnya yang selalu bisa membius indra perasa milik Victon. Menelusuri setiap syaraf tubuhnya dan kini jatuh tertanam tepat pada intinya.


“Sayang.” Bisik Victon tepat di depan telinga Valerie.


"Aku yakin, tak lama lagi panggilan itu akan keluar dari bibir ini.”  Ucapnya lagi seraya menyentuh pelan bibir seksoy gadis dambaannya itu. Tak apa jika berkhayal dulu, namanya juga masih usaha.

__ADS_1


Ini pertama kalinya Victon bisa sesabar itu dan hanya Valerie lah yang bisa membuatnya begitu lama menahan diri. Entah kapan terakhir kali Victon benar-benar jatuh cinta pada seorang wanita. Yang jelas, Victon tidak bisa melepasnya dengan mudah untuk kali ini.


Jika di bandingkan dengan Jordan, Victon lebih menyukai sesuatu hal yang terencana. Tiap tahapnya tersusun dengan rapi dengan tujuan mencapai hasil yang baik. Karena suatu apapun yang bersifat memaksa, maka peluang keberhasilannya sangat kecil.


“Vic, kita harus pergi. Tenang aja, dia aman.” Ajak Jordan yang baru muncul dari balik pintu.


“Bentar dulu gue belum puas. Lo nggak tau kalo dia bangun gue nggak bisa sebebas ini, Jo.” Miris sekali Jordan mendengarnya. Sahabatnya kini seperti pengemis cinta, padahal seorang Victon hanya berdiam diri saja banyak kupu-kupu yang hinggap. Namun, sayangnya Victon harus lari marathon berpuluh-puluh kilometer demi mengejar hati Valerie seorang.


“Cieee elah kang bucin, cuihhh.” Jordan mencibir seraya berlalu keluar.


5 detik, tidak 10 detik lagi. Victon ingin menuntaskan keinginannya untuk mengagumi pemilik wajah cantik itu sebelum kembali bersibuk ria. “Aku siap menunggumu sampai kapanpun Val. Tolong terima niat hatiku yang tulus ini, okay?!”


Sebelum pergi, pria dengan sebutan bedeb**h tampan itu kembali mendaratkan kecupan singkatnya. Bukan di kening, kali ini di bibir Valerie. Jika saja empunya sadar, mungkin Victon sudah mendapatkan tinju maut itu. Victon memang sudah seberani itu, biarlah rejeki kan tidak boleh di tolak.

__ADS_1


Di suatu tempat, entah di mana othor tak tau 😁


"Ray, dia pasti mencari mu." Ucap seorang pria paruh baya yang baru saja tiba dan kini duduk di salah satu kursi di ruangan itu.


"I'm ready, always...." Jawab pria bernama Ray yang tengah sibuk berkutat mengutarakan ide briliannya pada lembaran-lembaran di hadapannya. Pandangannya kini terfokus di setiap goresan pensil yang kini memenuhi lembaran putih yang kini nampak lebih bernilai.


"Tunggu dulu!! dia? dia siapa??" Ray mendongak dengan wajah bingungnya. Ia tidak ingat jika punya klien khusus. Terserahlah, siapapun itu jika bisa melihat nilai seninya dengan baik, Ray tak mempermasalahkan apapun.


Pekerjaannya sangat mulia, karena berkat tangan ajaibnya berdirilah gedung-gedung kokoh yang salah satunya adalah ruang kantor Presdir perusahaan VCO Technology.


-To Be Continued-


Visual : VALERIE ANINDIRA

__ADS_1



__ADS_2