
Sempat cekcok sebentar, Aldi pun berhasil membuat Victon datang dalam beberapa menit kemudian. Tidak terlalu lama karena jarak kota itu tak jauh dari kediaman Victon.
“Mana cecunguk itu!” Ucap Victon dengan langkah tergesa-gesa seraya mengedarkan pandangannya. Setelah bertemu dengan dua manusia pembuat onar itu, Victon pun segera mengurus pembebasan mereka.
Cukup rumit karena hukum setiap negara itu berbeda. Namun, karena kekuasaan Victon mereka bisa lepas dengan mudah. Teruntuk Steve, dia tidak peduli lagi.
“Terimakasih boss, saya berhutang budi.” Ucap Aldi sumringah.
“Kita bicara tentang hutang itu di rumah dan Zoe jangan coba-coba untuk lari!!.” Victon cukup kesal kala mendapati Zoeya mengendap-endap hendak melarikan diri. Adiknya ini memang pandai berbohong, tidak di sangka saja jika sejauh itu sifat pembangkangnya hingga Victon di buat pusing kepala.
Suasana di dalam mobil hening bak kuburan dan setelah menempuh jarak waktu yang lumayan jauh, mobil mewah itu pun mendarat dengan selamat di halaman rumah Victon. “Wow!!” Gumam Zoeya yang tidak menyangka jika rumah baru kakaknya seperti istana.
“Mau sampai kapan berdiri di situ? Cepat masuk!!” Sentak Victon menatap tajam Zoeya yang yang terpaku.
“Iya, cerewet!.” Jawab Zoeya dengan wajahnya yang cemberut seraya menjulurkan lidahnya membuat Victon menggeleng-geleng heran. Dari manakah sifat tengil adiknya itu, padahal dia sangat kalem dan tenang.
Lahir dari perut ibu yang sama tidak menjamin memiliki karakter yang sama pula. Memang sejak dulu Zoeya sedikit pecicilan berbanding terbalik dengan sifat Victon yang tenang. Mulut dan kaki tidak bisa diam membuat Victon geram sendiri.
“Kakak ipar mana? Aku kangen .” Ucap Zoeya seraya menjelajahi setiap ruangan di dalam rumah itu. Para pengurus pun tidak bisa mencegahnya kala sang Nona muda begitu aktif.
__ADS_1
“Jangan masuk!! Valerie sakit, di butuh bed rest total. Berani ganggu, kakak pulangin kamu ke Indonesia.” Victon menarik kerah belakang Zoeya kala gadis itu hendak masuk ke kamarnya. Bisa bahaya jika Zoeya tahu Valerie dalam kondisi tak memungkinkan untuk di jenguk.
“Jahat banget!! Aku betah di sini.” Zoeya hanya bisa pasrah kala sang kakak menyeretnya menuju ruang tamu.
Deg…deg…deg…
Perasaan aneh apa ini? Kenapa aku seperti mau di kuliti? Pikir Zoeya yang kian gugup. Tatapan tajam sang kakak melebihi tombak sakti di seberang sana. Jujur saja tidak hanya Zoeya, Aldi pun juga sama gugupnya kala Victon berbicara melalui telepati sepasang matanya.
“Kamu berbohong sama mama dan papa kan? Sejak kapan London itu berada di Jerman? Dan kau Aldi waktumu sangat berharga sekali sampai berurusan dengan polisi?” ucap Victon dengan nada khas sedingin kutub utara.
“Aku/saya.” Jawab Zoeya dan Aldi serentak. Jika Zoeya, sudah pasti kesalahannya terletak di mana. Tapi Aldi? Dia tidak salah sebenarnya karena niatnya baik sudah menolong orang yang tertimpa musibah.
Memang tak salah Aldi menilai jika Victon adalah boss yang amat sangat baik hatinya. Bersamaan dengan langkahnya, Aldi berseru yes kala meninggalkan suasana mencekam itu. Waktu yang pas baginya untuk menikmati masa libur dan Aldi berniat untuk segera kembali ke apartemennya.
Berbeda dengan Zoeya yang sedang di sidang oleh kakaknya. Gadis itu hanya mampu mengangguk kala Victon mengoceh panjang lebar. “Jawab kakak!! Apa hidupmu hanya untuk bermain-main saja? Susah payah kakak menutupi keinginanmu buat mengambil jurusan yang kamu mau, ku kira kamu menjalaninya dengan serius. Terus ini apa?!!!” Ucap Victon meninggi.
“Jangan mentang-mentang keluargamu terpandang terus bisa seenaknya Zoeya!! Kembalilah ke London hari ini juga.”
“Kak!!” Zoeya mendongak dan menatap wajah tegas Victon. “Aku lelah!! Belajar bukanlah keahlianku dan aku mau menikmati hidup dengan berkeliling dunia!! Ini negara ke 10 yang udah ku jelajahi, sisanya…..”
__ADS_1
“Persetan, kakak nggak peduli. Semua kartumu akan di sita dan tetaplah di sini selama kakak mengurus kepulanganmu.”
Ceklek….
Perdebatan itu berhenti kala sosok yang di anggap sebagai pahlawan muncul secara tiba-tiba. Ya, Valerie yang baru saja keluar lengkap dengan muka bantalnya mengalihkan perhatian kakak beradik itu.
“Kak Val!!!” Pekik Zoeya kemudian menghampiri Valerie dan segera memeluknya. Sementara Valerie yang bingung hanya bisa diam akan kehadiran sang adik ipar yang tiba-tiba itu. “Zoe? Ada apa ini?” tanya Valerie yang pasrah menjadi objek pelukan Zoeya.
“Bilang ke kak Victon, aku nggak mau pulang. Aku mau di sini, please!!” Rengek Zoeya.
“Jangan dengerin dia sayang. Dasar anak manja, kamu bukan anak kecil Zoe!!.” Victon menengahi dengan suaranya yang meninggi. Jujur saja Victon tidak ingin jika istrinya memihak adiknya yang nakal itu. Bisa berantakan semua rencananya nanti.
.
.
.
-To Be Continued-
__ADS_1