My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB SPESIAL 7


__ADS_3

4 tahun kemudian, Indonesia.


"......... datanglah kapal mewah milik saudagar kaya bersama 15 orang istrinya. Sang anak pun menghampiri kedua orang tuanya sembari memberi........."


Melihat Zyan terlelap, langsung saja Rara menutup buku perlahan dan menyudahi dongengnya. Tangannya terulur kemudian membenarkan selimut dan memastikan jika nyamuk tidak menjadi pengganggu Zyan kecil.


tok...tok...tok...


"Zyan udah tidur?" Jordan baru saja muncul dengan guling di tangan dan penampilannya yang siap menuju pulau kapuk. Berjalan pelan seraya mengamati sang istri yang sibuk menidurkan putra sahabatnya, bahkan melupakan suami dan anaknya sendiri di kamar sebelah.


"udah."


"Dia menguasaimu seharian ini." Sindir Jordan seraya ikut mengusap kepala Zyan dengan lembut. Rara pun tersenyum lembut. Ia tahu, meskipun Jordan konyol tapi pria itu sangat penyayang. Rara pun sudah terbiasa menghadapi suaminya yang lain di mulut lain pula yang tindakannya


"Enak banget si Victon. Dia malah pergi jalan-jalan, dan anaknya di titipin sama kita."


"ishh, ngomongnya! Mereka ada urusan penting, bukan lagi liburan." Ucap Rara seraya menepuk pelan lengan suaminya dengan gemas.


Jordan pun mencibir sebelum akhirnya melemah. "Manis banget kalo lagi tidur. Giliran bangun aja ngajak perang." ia teringat bagaimana cara Zyan menatapnya dengan angkuh. Sorot matanya yang tajam dan juga tak ingin kalah, sungguh copy-an Victon persis.


Jordan tentu saja merasa tersaingi kala istrinya tak lepas dari Zyan, begitu pula wajah tengil pria kecil itu yang sangat menyebalkan membuat Cheryl yang biasanya apa-apa selalu papanya, bisa beralih memperebutkan Rara.


Keesokan harinya.....


PRANGG!!


"Mama, Zyan makan coklat aku.!" Pekik Cheryl.


"You're liar." Ucap Zyan sama lantangnya.

__ADS_1


Sejak kemarin tak ada ketenangan di rumah ini. Selain berebut perhatian, semua benda pun begitu. Tadi mainan dan sekarang cokelat. Entah apa lagi selanjutnya, Rara hanya bisa menjadi pengamat sekaligus penengah jika keduanya berakhir dengan cek-cok.


Asalkan tidak saling menjambak atau gigit-menggigit maka aman saja sebenarnya. Meski tidak bisa di pungkiri jika kepala Rara serasa ingin pecah kala rumahnya berubah menjadi seramai pasar.


"iiiiiiiiiiiihhhhh..... jangan! ini punyaku."


"Nggak!! it's mine!!"


"Huweeeeeeee!! mama..... Zyan nakal. Cheryl nggak mau sama dia.......huwwaaaaaaaaa."


Akhirnya, perebutan hak milik itu berakhir hingga salah satu dari mereka meraung-raung. Sejatinya, putri kecil Jordan itu memang pandai mendramatis keadaan hingga berguling-guling di lantai demi mendapat simpati dari Rara.


"Sayang yang akur dong mainnya. Nanti biar papa beliin coklat yang banyak ya." Rara menghampiri keduanya dan berusaha menghibur meski tak merubah apapun. Bagaikan air dan minyak, sesulit itu Cheryl dan Zyan di persatukan.


"Ante, Zyan cuma minta dikit doang. Tapi Cheryl-nya pelit!!"


"Sana kamu jangan deket-deket mama aku!!! sana!"


"Val....cepat kembali." Batin Rara pasrah saja. Tidak bisa di bayangkan jika ada 10 anak seperti Cheryl dan Zyan, mungkin Rara memilih kabur dari rumah.


Beberapa detik kemudian....


"Zyan..... ayah pulang!!"


Terdengar suara bariton itu entah dari mana. Langsung saja, Cheryl melompat dan berlari mencari asal suara. Namun, itu bukan suatu ketertarikan bagi seorang Zyan. Buktinya ia lebih memilih Rara daripada kedua orang tuanya di sana.


"Uncle....gendong!!" pinta Cheryl dengan manja.


hauphh....

__ADS_1


Langsung saja gadis itu jatuh dalam pelukan Victon. "Hei, kok nangis? Kenapa sayang?" tanya pria itu seraya menyeka air mata yang mengalir di pipi keponakannya.


" Zyan ambil mama Cheryl. Dia curang, aku nggak mau temenan lagi hikss ..."


"Zyan?" Victon menatap lucu putranya yang kini bersembunyi di belakang Rara. Nampaknya ada yang tengah menghindari tatapan Victon, padahal ia tidak berniat untuk marah.


Mana bisa Victon marah, jika dua balita itu begitu menggemaskan. Canda gurau maupun perkelahian mereka benar-benar memecah suasana.


"Ya udah. Cheryl ikut ayah aja, biar aku sama ante Rara sama om Jordan. Kita tukeran...." Ucap Zyan acuh tak acuh.


"Aaaaaaaaaaaaaa..... sana kamu pulang aja!!! Mama punya akuuu!! huweeeeeeee."


Pecah sudah seisi rumah itu dan kini malah mengundang gelak tawa para orang dewasa di sana. Tak terkecuali para pengurus rumah yang berlalu lalang dan melihat kakacauan Cheryl dan Zyan.


"Bisa stress aku Val. Mereka berantem terus dari kemarin, nggak udah-udah." Ucap Rara.


"Maaf ya Ra udah ngerepotin. Makasih juga udah jagain Zyan selama aku pergi." Valerie menatap Rara dengan tulus kemudian beralih pada dua balita itu yang berhasil di tenangkan oleh Victon.


Entah apa mantranya, tapi hanya Victon yang bisa membuat anak-anak itu berbaikan . Tidak seperti Jordan yang justru hanya menjadi wasit jika keributan terjadi.


"i'ts okay." Ujar Rara kemudian.


.


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continued-


Gimana? mau lanjut atau udahan nih?😁😆😆


__ADS_2