My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 61 Selalu Sesuka Hati


__ADS_3

Sampai di kediaman Ghaffari family....



Dengan senyum membentuk bulan sabit sempurna, Mama Nindi menyambut ketiga anaknya dengan bahagia, tak terkecuali Aldi yang selama ini juga begitu akrab.


"Loh sayang, bibir kamu kenapa bengkak begitu nak?"Tanya sang mama pada menantunya saat mereka saling berpelukan. Sontak saja Valerie memerah malu. " i...itu.... tadi di sengat lebah ma." jawabnya spontan dan berhasil mengundang gelak tawa tiga orang yang bersamanya tadi.


pfftt...


"Lebah? Memang hewan itu ada di sana?" tanya mama Nindi tak percaya.


"Ada ma, malah gede dan rakus banget lebahnya. Liat aja tuh bibir kak Val sampe jontor begitu." Bukan Zoeya jika hanya diam saja. Malah, menggoda sang kakak ipar adalah hal yang menyenangkan baginya hingga Valerie benar-benar semerah udang rebus.


"Gara-gara kamu!!" gumam Valerie seraya mencubit pinggang tersangka yang sedang terkekeh di sampingnya.


"Sudah-sudah ayo masuk dulu, mama sudah kangen sama menantu mama. Sekalian mama kasih pelajaran buat si lebah besar itu.” Seakan paham siapa pelakunya, mama Nindi menatap tajam putranya yang kini sedang bersiul santai membuatnya menggeleng-geleng.


"Maaf Nyonya, saya harus antar pak Victon." tolak Aldi dengan ramahnya.


"Istirahat dulu Vic, kasihan si Aldi."


"Ada something ma, sekalian mampir kantor sebentar." Setelah Victon mengecup kedua pipi mama tercinta, ia beralih pada istrinya.


"Tunggu aku ya." Hal yang membuat Victon berdesir saat tiba-tiba Valerie mencium punggung tangannya. Meski itu sudah semestinya, namun Victon masih deg-degan dan semakin tak karuan. Manisnya tidak terbantahkan hingga Victon tak ingin kalah.


Ia kembali mencuri kecupan di bibir yang sedikit membengkak itu dan tentu saja si empunya mengerucut sebal. Valerie suka, hanya saja terlalu terbuka karena sang mama masih berada di sekitarnya dan tengah tersenyum puas memandangi keromantisan anaknya.


"Kebiasaan!!" Ucap Valerie seraya mendelik tajam.


"Jangan marah terus, ntar cepat tua."

__ADS_1


“Ck.”


.


.


.


.


Sore itu....


Victon yang sangat tahu jam pulang kerja Jordan. Secepat mungkin pria itu sudah berada di kediaman sahabatnya.


"Biar aku sendiri Al, kau pulanglah." titah Victon tiba-tiba saat menutup pintu mobil. Tak ada yang bisa Aldi lakukan selain menurut saja. Berhubung Aldi juga sudah lelah, ini kesempatan baginya untuk istirahat.


Tak berselang lama setelah perginya sang asisten, Victon pun melangkah dengan mantap hingga sampai di depan pintu utama. Langsung saja, para penjaga rumah dengan gesit membukakan pintu tanpa banyak bertanya. Sudah tentu mereka tahu siapa Victon itu.


"Tuan!!" Ucap salah satu dari mereka yang menunduk hormat kemudian di balas anggukan singkat dari Victon sebagai jawaban.


Hauphhhh.....


"Hai, Cheryl sayang." Ucap Victon dengan ramahnya dan cubitan gemas itu mendarat di pipi gembul Cheryl.


"Siapa sayang?" tanya sang mama. "Loh kak Victon, kapan sampainya kok nggak ada bilang?" Bukan apa-apa. Rara hanya heran saja karena tak ada kabar sama sekali, jadi di sedikit terkejut dengan kehadiran sahabat suaminya itu.


“Nak, ikut mama yuk!”


"Gak auu! Euhhh…"


Biasa memang selalu begini, entah kenapa Cheryl sangat lengket dengan Victon. Bahkan sejak dalam kandungan dulu juga Rara sering ngidam aneh dan hampir 80 persen berkaitan dengan Victon.

__ADS_1


"Masuk dulu kak, papa Cheryl lagi mandi." Rara tersenyum hangat pada pria itu dan di balas hal serupa.


“Iya Ra. “


Beberapa menit kemudian, kegugupan Victon semakin menjadi kala sosok pria yang di tunggu muncul juga dengan penampilan yang lebih santai. "Cheryl ikut mama dulu ya, sayang." Ucap Jordan memaksa putri kecilnya yang tak mau lepas, namun berhasil juga pada akhirnya.


"Sorry bro."


"No problem." Victon tersenyum sekilas dan hal itu membuat Jordan berkerut. "Ke ruang kerja gue aja biar nyaman." Ucap Jordan dan di angguki Victon kemudian.


Ceklek....


Suasana mendadak hening sekali. Belum ada yang memulai pembicaraan, baik Victon maupun Jordan. Hingga berkali-kali pula helaan napas terdengar di antara keduanya sebelum kini saling tatap-menatap.


"Ehem.... Gue bingung mulai dari mana, Jo. Tapi lo saksi penting dari ini semua." Melihat Jordan yang memejam dan santai menyandarkan punggungnya, membuat Victon memahami akan sesuatu.


"Lo tau?"


Victon mendongak dan di angguki Jordan lagi. Greb....tanpa naninu, Victon sudah bangun dari duduknya dan secepat itu mencengkeram baju bagian depan Jordan.


Suasana hatinya kian berkecamuk dan saat melihat Jordan menyeringai, malah semakin memancing amarah Victon yang sejak tadi susah payah di tahan.


"Brengsek lo Jo!! Susah payah gue galih kubur informasi itu, bahkan selama ini lo selalu ada di sisi gue. Sedikit pun lo nggak buka mulut hah!!." Geram Victon.


"Hei! lo yang nggak mau cerita ke gue. Waktu abis dari hutan, bukannya udah bahas ? tapi lo sendiri yang milih bungkam. Jangan salahin gue lah Vic!!" Tak kalah kuatnya Jordan ikut-ikutan mencengkeram kerah jaket Victon.


.


.


.

__ADS_1


.


-To Be Continued-


__ADS_2