My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 66 Manisnya Aku


__ADS_3

Kosong?


Valerie mengintip dari balik pintu kantor suaminya. Berhubung sudah di persilahkan, tanpa ragu Valerie pun melangkah masuk dan segera menempatkan posisi nyaman di sofa empuk ruangan itu.


"Dia udah makan siang belum ya?"


Jemari lentik itu berselancar di layar ponselnya. Niatnya sih ingin memesan jasa antar untuk makan siang, tapi jam istirahat sudah berlalu sejak beberapa waktu lalu.


" Tanya dulu kali ya?"


Ceklek....


Senyum merekah itu nampak begitu manis di wajah Valerie saat sosok yang di tunggu datang juga. "Loh Valerie? Sayang, kok kamu nggak bilang kalo datang?" Ucap Victon yang tak bisa menyembunyikan kegirangannya.


"Valerie? sayang? tuh kan panggilannya pasaran banget." pikir Valerie seraya mengerucutkan bibirnya. Selepas pertemuan tak membuahkan hasil itu, otak Valerie seakan di racuni oleh beberapa kata dari Ray.


Valerie diam membisu. Namun, Victon sudah secepat itu berada di dekatnya. Keduanya sama-sama diam tapi dengan pemikiran yang berbeda.


"Dia kenapa lagi? Apa aku buat salah pagi ini?" batin Victon.


" Aku serakah. Rasanya, aku mau di istimewakan olehnya lebih jauh. Panggilan khusus dan publikasi maupun pesta pernikahan yang semestinya. Aku tiba-tiba mau semua itu." batin Valerie gelisah.


tuk....


Akibat pemikiran konyolnya, Valerie tanpa sadar menunjuk dada kiri Victon dengan jari telunjuknya. "Apa aku istimewa di sini?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Ha?"


" Ku bilang, apa aku istimewa di sini!!" Ucap Valerie lebih lantang. Bukannya memberi jawaban, Victon malah tergelak. "Sayang kamu kenapa sih? tiba-tiba tanya begitu, hm?" Victon mencubit pipi sang istri dengan gemas.


Ini bukan Valerie yang biasanya. Tapi sejujurnya sisi baru Valerie begitu dan Victon sangat menyukainya .


"Ck, sayang lagi. Panggil yang lain, aku nggak suka sama yang pasaran !"


"Apanya? maksud kamu apa sih Val?"


"Kamu nggak romantis, males ah!!"


"Lah kok? kenapa jadi aku yang salah?"


Victon mendudukkan diri di samping Valerie dan berharap jika ini tidaklah serius. Namun, saat melihat Valerie berkaca-kaca, Victon merasa ada yang salah di sini.


Ya, Valerie sedang menangis saat ini dan Victon terkejut karenanya. Masalahnya sudah serius jika Valerie menumpahkan butiran berharganya itu.


"Sssshhhhhh, hei ..kok nangis?"


dug....dug....Tangan Valerie memukul pelan dada bidang itu dan Victon membiarkannya. "Hiks...Jangan panggil pake nama atau sayang. Aku maunya yang lain, yang cuma ada di antara kita aja. limited edition gitu!! hiks... " lirih Valerie.


Victon terkekeh mendengar keluh kesah dari bibir itu. "Terus maunya apa? Woy! Hei!! Oi...oi!! Bro!! apa Coey!! gitu?" Ucap Victon dengan nada menjengkelkan.


bughh....

__ADS_1


"aaaaa.....awwww, kok malah di pukul?" Victon meringis dengan kebiasaan tangan Valerie yang kerap kali membuatnya melemah. "Aku istri kamu, bukan teman main!!" geram Valerie.


"Siapa bilang bukan teman main? kan kita sering main lompat kodok sama jaranan."


dug...dug


Valerie semakin membenamkan wajahnya di sana dan kembali memukul-mukul dada Victon. " Euunggg....au aua ang ain!! ang wih oan-iss!!" (aku mau yang lain! yang lebih romantis!) Valerie semakin membuat Victon terbahak-bahak karena ucapannya yang seperti bayi baru belajar ngomong.


"Apa?!! hahahaha!!!"


Ray kampret emang! kenapa aku jadi begini gara-gara dia? rutuk Valerie menyesal.


"Sayang, kamu akan selalu jadi manis-nya aku kok." Victon mengangkat wajah tak karuan Valerie kemudian mengusap pelan pipinya bergantian. Dia tak terlalu paham, kenapa istrinya berubah aneh saat ini. Tapi, nalurinya sebagai suami sangat tahu apa maksud dan keinginan Valerie.


Valerie pun mengangguk kemudian mengusap matanya yang berair sejak tadi. "Ada yang bilang kalo aku istri simpananmu, terus nyindir kalo aku nggak punya panggilan sayang yang khusus cuma kita berdua."


"Repot banget tuh orang. Yang menikah kan kita bukan dia!! jangan dengerin orang sial**n itu, okay?" umpat Victon dengan kesal


(uhuk!! Di sisi lain, seseorang di buat tersedak mie bakso yang baru saja ia kunyah. "Shi**t!! uhuk..uhuk....pedes banget ssshhh." umpat Ray yang kemudian meneguk air mineralnya. )


.


.


.

__ADS_1


.


-To Be Continued-


__ADS_2