
...WARNING!!!!...
...Tindakan kekerasan dan beberapa kata kasar dalam bab ini sedikit tidak pantas!! Di mohon kembali kebijakannya bagi para pembaca. Sebelumnya author mohon maaf dan Happy Reading ya😉😁😁...
.
.
brughh....
Victon tidak berniat kasar malam ini. Namun, ucapan Valerie yang menyebut dirinya seburuk itu membuat hatinya terluka. Terpaksalah dia menggunakan cara yang terbilang ekstrem, namun sah-sah saja sebenarnya.
Sama-sama termakan amarah masing-masing hingga tanpa sadar Victon mengeksekusi tubuh sang istri secara paksa. Tanpa ada desah**n atau kata-kata cinta yang terucap, yang ada hanya umpatan dan isak tangis yang keluar dari mulut Valerie.
“Kamu brengs**k!! lepas! aku membencimu…hiks…hiks…”
Valerie tidak bertenaga namun berusaha memberontak kala Victon sudah merobek paksa busananya hingga hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Sama sekali Valerie tidak berkeinginan melakukan hal itu, ia benar-benar marah dan merasa terhina.
“Kamu yang bilang kalau aku bajing**n. Nikmati aja Baby girl.” Bisik Victon seraya mengungkung dan menahan tangan Valerie yang mencoba memukul sejak tadi.
Meski sedikit kesulitan, Victon pun berhasil membuat tubuh keduanya sepolos bayi. Dengan cepat ia membungkam bibir yang masih mengucapkan kata-kata mutiara itu dengan ciuman panasnya. Panas sekali hingga hampir gosong terbakar.
"Bajing........emmmpphh."
Valerie pun masih menggeliat di bawahnya dan itu berhasil membuat jiwa lelaki Victon berkibar-kibar. Turut dan semakin menuntut. Victon pun memberi pemanasan dengan mengeksplor setiap inci tubuh molek sang istri tanpa tersisa. Ia sudah tidak mempedulikan Valerie yang meraung-raung akibat perbuatannya kali ini.
“huuuwuuuhuuuu…. …lepas!! Dasar hewan buas!! hiks.....”
jlebbbb......
__ADS_1
Baru saja memaki-maki, Valerie di buat terkejut akibat sesuatu yang membuat bagian bawah perutnya terasa sesak. Bukan hanya itu, sakit amat terasa hingga tubuhnya lemas dan tak mampu berkata-kata lagi. Sangat sakit membuat Valerie hanya bisa menggigit bibir dan menahan suaranya.
"Emmpppp..."
Sementara itu, Victon yang sudah memuncak pun menghujam senjata pamungkasnya dengan sekali hentakan saja. “Ouchhh sh**it…Virgin!!” gumamnya di sela-sela kegiatannya.
Ruangan yang semula dingin kini menjadi panas seketika karena dua manusia itu yang sudah bercucuran keringat. Isak tangis Valerie semakin menjadi-jadi pula.
Jika seharusnya ini menjadi moment yang mengesankan bagi pengantin baru, sayangnya Valerie tidak merasa begitu. Rasa kecewa meyelimuti begitu pula tubuh Valerie yang di buat remuk akibat keganasan Victon.
“hiks…..hiksss…”
srekk......srekkkk...
Tubuh Valerie sudah pasrah dan mengikuti tempo setiap hentakan yang di berikan Victon. Tangannya masih di tekan, sedangkan mulut Valerie di buat bungkam sebab rasanya sudah bercampur aduk tak karuan.
.
.
.
.
Selesai perang dunia ranjang ....
Pertengkaran berujung manis. Jika biasanya begitu, tidak untuk kali ini. Marahnya Valerie tidak bisa di toleransi meski Victon membujuknya dengan coklat dan permen sekali pun.
“Maaf. Belum saatnya kamu tau Val.” Gumam Victon menyelimuti tubuh polos Valerie yang sudah terlelap akibat kelelahan.
__ADS_1
Sengaja begitu, Victon berjam-jam menggarap tubuh istrinya agar tak banyak tanya dan berulah. Bukan tidak mau jujur, hanya saja Victon belum siap jika sampai Valerie tahu semua. Padahal hanya beberapa foto dan Valerie sudah semarah itu, bagaimana jika sampai tahu yang lainnya? Bisa di pastikan perang dunia ketiga terjadi di rumah ini.
“Mudah untuk menggores, tapi tidak untuk menghapusnya. Aku nggak mau kalau kamu pergi dariku lagi. Aku takut Val, semua ini bukan perkara mudah. Mendapatkanmu aja nggak mudah, maka tolonglah mengerti untuk kali ini aja. I love you Valerie Anindira.”
Victon sedikit menyesal karena bersikap kasar malam ini. Awalnya ia tidak tega, tapi lama-kelamaan merasa senang. Ya, setidaknya ia mendapat Jackpot dan rejeki nomplok.
Greb….
Malam berganti fajar dan Victon baru hendak memejamkan matanya. Senyum itu kembali muncul bersamaan dengan tubuhnya yang mendekap erat sang istri. Merasakan kehangatan kala kulit mereka saling bersentuhan di bawah selimut hingga tak henti-hentinya Victon mengucapkan kata syukurnya. Bersyukur karena telah memiliki Valerie seutuhnya baik jiwa maupun raganya.
Mungkin terdengar menggelikan, tapi Victon berjanji jika Valerie menjadi satu-satunya wanita yang akan bersamanya hingga akhir.
Tak berselang lama, terdengar deru napas teratur tanda jika Victon sudah terlelap. Valerie pun mengerjapkan matanya pelan kemudian mengusap rahang tegas suaminya.
“I love you more, tapi maaf karena aku kecewa untuk kali ini.” Ucap Valerie dalam hati sebelum kembali memejam.
Maaf😢😢
.
.
.
-To Be Continued-
Keringat dingin gara-gara othor ngintip mereka tadi 😅😅. Nggak lagi-lagi deh bye ...
__ADS_1