My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 56 Aku Lapar!


__ADS_3

...PERINGATAN!! ...


...ADEGAN TIDAK COCOK BAGI BEBERAPA PEMBACA. HARAP KEBIJAKSANAANNYA YA😬...


"Wait....wait!! kamu serius?"


Saking tidak sabarnya Victon bahkan mengambil alih si pinky tadi. Tidak hanya itu, kini Valerie yang di buat membola kala Victon menariknya cepat masuk ke dalam sebuah hotel.


"Serius lah." Ucap Victon seraya menyeringai tipis.


Licik sekali, Valerie tahu jika dia terjebak dalam candaan yang ia buat sendiri. Jika tahu begini, Valerie tidak akan membuat candaan dengan kata hotel. Sudah pasti ranah dan tujuannya adalah yang itu-itu.


gleg...


Tiba di sebuah hotel yang luar biasa mewahnya, Valerie di buat tercengang lagi. Bukan sebab gedungnya, melainkan perlakuan dari para staff hotel kepada mereka terutama Victon.


"Tuan!!" Ucap salah satu staff seraya menunduk.


"Berikan kunci kamar presidential suite." Ucap Victon pada resepsionis. Dengan cepat wanita itu memberikan sebuah kartu kepada Victon. Sementara Valerie yang kini masih bingung sudah tak tahu harus berucap apa kala tubuhnya sudah di bopong Victon.


"Sabar. Aku kasih kok, nggak usah buru-buru." Valerie berusaha menenangkan Victon yang sudah seperti kuda kesurupan. Sayangnya Valerie malah di buat kesal karena Victon hanya menanggapi dengan senyum sekilas.


pip...


Keluar dari lift, kini mereka sudah tiba di sebuah kamar termewah di hotel itu. Valerie sudah tak sempat untuk mengaguminya karena Victon tiba-tiba menghantamnya dengan ciuman panas dan memojokkannya ke dinding.


Lebih panas dari yang sebelumnya pernah Valerie rasakan. Hingga suara decap**an dan lenguhan khas itu teramat merdu dan saling bersahutan.

__ADS_1


"euunggg."


Victon benar-benar di puncak kali ini. Indra perasanya sudah menerobos dan masuk dengan liar mengobrak abrik rongga mulut Valerie. Saling berbagi saliva hingga Valerie benar-benar kewalahan mengimbanginya.


"Aww ....jangan di gigit!!" Keluh Valerie.


"Ini materi baru dalam bercinta. Kamu harus ingat ini dalam kepalamu, okay?" Napasnya masih terengah-engah, namun Victon masih sempat berkata konyol. "Kamu wangi, aku suka." Ucap Victon lagi seraya menggerayangi tubuh kencang istrinya.


"ah.....jangan!! geli...euh."


Sial memang, Valerie merutuki dirinya yang sudah seperti jala**ng. Itu karena jari telunjuk Victon yang tiba-tiba menusuk di bagian sensi**tifnya dan bermain liar di sana. Valerie gemetar kala jari itu di gerakkan maju mundur cantik.


"Kamu sangat sensitif baby girl." bisik Victon masih di posisi sama kemudian wajahnya ia tenggelamkan di ceruk leher Valerie. Dia mencium area itu dan jarinya masih bergerak aktif di bawah sana.


"s....sayang euhh aku lapar, apa kamu nggak?" keluh Valerie yang sedang memejam nikmat.


"Aaaa.....k..kamu tega biarin aku kelaparan?" Valerie terkejut kala pakaiannya sudah teronggok di lantai semantara tubuhnya sudah nemplok seperti koala.


wanita ini!!😤


Bisa-bisanya Valerie memikirkan makanan, padahal suasana sudah menegangkan dan tinggal sedikit lagi hampir pada puncaknya. Victon memejam dan menghela napasnya kasar. Sesaat ia menatap tajam wajah sang istri yang sialnya sangat imut itu.


"Nanti ya. Kita tuntaskan ini dulu."


Baru hendak lanjut kepala Victon terasa di tarik dan siapa lagi kalau bukan ulah Valerie. "Sayang, jangan bercanda!! ini tanggung. Satu babak permainan, habis itu kita makan ya." Victon berusaha melemah untuk menjaga hati Valerie.


"eeeuunggg....dengerin, cacing perutku udah demo dari tadi." Ucap Valerie dengan manja. Tubuhnya yang minim pakaian itu malah membuat Victon semakin bernafsu.

__ADS_1


"Sh**it!! Dia pandai menyiksaku!!"


.


.


.


.


.


Akhirnya oh akhirnya, Victon pun terpaksa memenuhi kebutuhan perut sang istri terlebih dahulu. Tapi, jangan harap selepas ini dia akan terbujuk lagi, huh!.


"Euuunnggg, enaknya. kamu Ter-the best lah, tau aja makanan kesukaanku." Puji Valerie yang asyik menikmati makan malam dadakan itu. Hanya berbalut pakaian dalam saja, Valerie sangat santai tanpa menghiraukan jiwa lelaki Victon yang sejak tadi memandanginya penuh hasrat.


"Enak?" tanya Victon dan di angguki Valerie dengan senyum manisnya. Victon pun ikut tersenyum kemudian tangannya terulur mengusap ujung bibir Valerie yang belepotan.


"Habis kamu malam ini Val!! Aku menahan lapar dari tadi." batin Victon bergejolak dan tangannya masih memanjakan sang istri.


.


.


.


-To Be Continued-

__ADS_1


__ADS_2