My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 35 Si Manja


__ADS_3

...Cerita ini hanyalah fiksi untuk menghibur hati para pembaca. Othor mau menegaskan bahwa semua alur, tempat, dan adat dalam cerita ini memang bebas tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun. Semua murni kehaluan tinggi othor saja. Bagi yang tidak suka silahkan di skip ya hehe😁😁😁😁....


...-HAPPY READING-...


“Bad day.”


Pertemuan itu tidak sampai sana saja. Valerie tidak akan menganggapnya sebagai takdir, melainkan sebuah nasib buruk. Munculnya Raymond Zylgwyn yang merupakan seorang arsitek profesional dan akan berperan penting dalam pembangunan renovasi gedung perusahan. Sehingga besar kemungkinan jika mereka bisa bertemu kapan saja.


“Ku nantikan kinerjamu ke depannya. Jangan kecewakan aku Ray.” Ucap Victon seraya menyalami Ray dengan ramahnya.


“Terimakasih, pak. Saya akan bekerja keras.” Jawab Ray kemudian melirik Valerie yang setia berada di sisi Victon. “Gorgeous.” Sesaat dia terlena akan perubahan Valerie yang amat pesat. Bukan dari segi penampilan saja, banyak hal yang berbeda dari gadis itu meski hanya di lihat dari luarnya saja.


Kepergian Raymond kini meninggalkan rasa kesal yang berkali-kali lipat di dalam benak Valerie. Tangannya yang mengepal hingga giginya bergemelatuk menandakan jika ia memang benci sekali.


Sementara Victon sibuk dengan pekerjaan, begitu pula dengan Valerie. Namun berbeda, dia sibuk dengan pertikaian pikirannya sendiri.


Kenapa dia harus muncul di saat hatiku sudah mantap?


Ada hati yang harus ku jaga,


Ku mohon pergi menjauh dariku….


Brakkk….!!


Tanpa sadar tinju Valerie sudah mendarat di dinding toilet dengan cukup kuat. Awalnya ingin dia sasarkan pada kaca di depannya. Namun, ia berpikir dua kali karena biaya ganti ruginya pasti tidak murah jika sampai pecah atau hancur.


Ouchh!!


“Keras juga dindingnya, awww.” Rintih Valerie seraya mengibaskan jemarinya yang terasa linu.

__ADS_1


.


.


.


“Sayang? hei, kamu kenapa?”


Berulang kali Victon memanggilnya karena sejak tadi Valerie melamun.


“Eh, iya pak?”


“Santai aja, di ruangan ini cuma kita berdua.” Walaupun kaku, bukan berarti Victon tidak tahu. Sejak tadi Valerie banyak melamun dan hal itu membuatnya tidak bisa tahan untuk diam saja. Otak cerdasnya selalu berfungsi untuk menganalisa setiap keadaan di sekitarnya, termasuk urusan wanitanya sendiri.


Ceklek…


Victon pun mengunci pintu kantornya agar Aldi tidak seenaknya masuk. Maklum saja, saat ini dialah yang menumpang.


Dengan langkah gontai, Valerie pun melangkah dan menghampiri Victon di saat pikirannya sibuk dengan berbagai prasangka buruknya. Greb….Valerie memeluk seraya duduk atas pangkuan Victon kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu.


Apa yang Valerie cari? Tentu saja kenyamanan. Hidungnya kini bergerak sendiri mengendusi aroma khas maskulin nan amat candu itu. Sebentar saja, Valerie ingin tetap seperti ini. Karena sesungguhnya ia tidak mampu untuk mengutarakan hal yang mengganjal di hatinya pada Victon. Takut jika Victon sakit hati karenanya.


“Ada apa, hm?” Tanya Victon pelan seraya mengusap pelan rambut panjang Valerie. Sesekali ia memainkan dagunya di sana hingga Valerie terkekeh geli akibat ulah jahilnya itu. “Jangan …geli ih!!” Rengek Valerie dengan suara manjanya.


Bahkan Victon sempat terkejut akan sikap Valerie yang amat berbeda. Sejak awal, belum pernah Victon mendengarnya semanja itu. Heran, tapi dia semakin suka saja.


“Kayaknya kamu semakin terbiasa bersentuhan denganku? Suka?” tanya Victon kemudian di angguki Valerie sebagai jawaban. Masih pada posisinya, kini Valerie semakin mengeratkan tangannya.


“Aku mau isi daya dulu, sampai penuh.” Ujar Valerie.

__ADS_1


“Ogheey, atau mau bolos kerja aja? Kita kencan lagi mau nggak?”


Bugh...


”Sembarangan. Mentang-mentang boss nggak boleh gitu. Di luar sana banyak pengangguran yang nggak seberuntung aku. Masa aku mau seenaknya.”


“Toh kamu kan calon istri bossnya. Nggak papa lah.” Seloroh Victon.


Percakapan unfaedah itu terus berlanjut hingga berujung manis saat keduanya sudah saling bercumbu mesra. Lagi-lagi Victon yang memulai karena Valerie tidak mungkin berinisiatif melakukannya.


Bertaut dan saling merasakan salah satu kenikmatan surga dunianya masing-masing. Kembali berpacu dalam waktu hingga muncullah gairah cinta itu sampai puncak. Entah sejak kapan ciuman itu semakin menuntut ke ranah yang lebih menggetarkan jiwa.


Ternyata oh ternyata, bercumbu di kantor sensasinya amat berbeda hingga keduanya benar-benar tenggelam saat ini. “Euhh.” Tidak sengaja Valerie meloloskan suara astralnya yang begitu menggoda di telinga normal Victon.


.


.


.


-To Be Continued-


Visual Kevin Gee Bastian (si bad boy) 👇👇



- Visual Raymond Zylgwyn versi author ya😉😉 👇👇


__ADS_1


Btw, bagi yang penasaran kisahnya bang Jordan Monggo mampir di karya othor yg satunya ya hehe😬😬😬😬. Terimakasih...


__ADS_2