My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 8 Dia imut!


__ADS_3

“ Pak saya tidak bisa, ini…”


“Sudah di ucapkan, itu artinya kamu sudah bersumpah atas Tuhanmu.” Sejak kapan Valerie bersumpah atas nama Tuhan? Ia hanya membaca saja dan mana tahu jika isi tulisannya begitu.


“Boleh nggak sih ku sumpal mulutnya?” batin Valerie yang tengah menahan emosi. Jika saja punya kuasa ingin sekali ia melempar map itu ke wajah pria hadapannya saat ini.


Valerie diam. Sementara Victon menatapnya seraya tersenyum penuh arti. Sayangnya senyuman itu malah terlihat aneh karena pria dingin sepertinya sangat jarang menyunggingkan bibir. Detik demi detik pun berlalu, Victon beranjak dari kursi kebesarannya kemudian menghampiri Valerie yang masih terpaku.


Hanya sejengkal saja jarak antara keduanya. Dan Valerie kembali di buat bergetar kala Victon menyelipkan rambutnya di telinga.


“Aku tidak meminta persetujuanmu, lihat!! Kamu udah tanda tangan di sini. Kalau melanggar maka tanggung sendiri sanksinya.”


“Sanksi?!”


Secepat mungkin Valerie membolak-balik kertas itu. “Sanksi, denda 2 Milyar atau menikah dengan pihak pertama.” Valerie mundur selangkah karena tak percaya jika ia sudah membubuhi tanda tangannya. Itu seperti bom bunuh diri baginya. Susah payah ia menghindari perjodohan itu, tapi kini malah masuk ke lubang hitam dan terperangkap di sana.


“Kamu gila!!”


Cup….

__ADS_1


Kecupan itu mendarat dengan cepat di pipi Valerie. Merasa jika dirinya salah, Victon pun langsung berlari sebelum gadis itu melayangkan bogem mentahnya. Setelah berkali-kali di buat senam jantung, Valerie kini benar-benar kesal. Akhirnya terjadilah aksi kejar-kejaran seperti Tom and Jerry.


“hahahaha.”


“Dia ketawa?” Valerie mendelik dan masih berusaha mengejar di antara meja dan sofa di ruangan itu. Tawa renyah Victon malah semakin membuatnya meremang. Meski susah payah menggapai Victon yang langkahnya memang panjang, tapi Valerie tidak akan menyerah begitu saja. Pokoknya, ia akan menjadikannya bola pingpong jika sampai tertangkap.


“Issshhh, bedeb**h tampan ini!!” hardik Valerie di sela-sela kegiatannya. Ia tidak sadar akan keberadaan pulpen yang terjatuh di lantai. Sialnya kakinya malah menginjak benda itu dan membuatnya jatuh terjungkal.


Srreeettt…....brughh…


“Aaaaaahhhhh ……sssshhhhh.”


“Are you okay?” Tanya Victon pelan, namun tidak ada jawaban. Saat hendak mengulurkan tangannya, tiba-tiba Valerie mendongak lengkap dengan seringai liciknya. Dengan cepat gadis itu memiting Victon dan menekannya di bawah. Semakin kuat hingga Victon tak bisa melawan.


Kenapa jadi begini? Victon pun menjerit kuat kala Valerie mengerahkan tenaga dan jangan di tanya lagi bagaimana rasanya.


“Ini, rasain!!.”


“Aaaaaaarrrgggghhhhh, ampun!! Hei sopan kamu begini?!!”

__ADS_1


“Poin ke-5, tidak boleh formal jika sedang berdua. Berarti kita sama sekarang!!.” Siapa bilang Valerie tidak bisa melawan. Serangan baliknya kini membuat Victon tak bisa berkata-kata.


“Dia imut.”


Di matanya, Valerie yang sangar begini terlihat mempesona dan imut. Keimutan tersendiri dan hanya mata Victon yang menganggapnya begitu. Padahal di mana-mana, yang namanya orang marah pasti menakutkan.


Dengan sedikit susah payah, Victon pun membuat posisinya kini berbalik. Valerie terkejut. Siapa sangka jika ia lengah sehingga memberi celah bagi Victon berkuasa di atasnya.


Victon menahan kedua tangan Valerie di atas kepala dengan posisi mengungkung. “Gawat!! Kenapa dia sekuat ini.” Ucap Valerie dalam hati. Tatapannya tak lepas dari manik milik pria di depannya. Rahang tegas yang di tumbuhi bulu-bulu lembut serta jakunnya yang naik turun membuat Valerie meneguk kasar ludahnya. Entah kenapa ekspresi Victon saat ini membuatnya berdebar.


Mereka terjatuh di lantai dengan posisi yang sama. Tiba-tiba Victon memejamkan matanya dan wajahnya semakin mendekat hingga hembusan napasnya amat terasa di kulit Valerie. Valerie pun semakin gugup di tambah lagi lidahnya yang begitu kelu, oh tidak!.


"J ....jangan!"


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continued-


__ADS_2