
“Maafin aku Val.”
Kenapa dia ikutan merasa bersalah, padahal tidak ada kaitan dengannya sama sekali.
pusing? hingga Victon tak sadar kala sudah sampai rumah dalam beberapa menit setelah berputar-putar dengan isi kepalanya “ Valerie mana ma?” tanyanya pada sang mama yang tengah menyiapkan makan malam.
“Baru masuk ke kamar, lagi mandi mungkin.” Ucap mama Nindi apa adanya.
Secepat itu Victon mengikuti kata hati yang kini merindukan istri cantiknya. Saat tiba di kamar, Victon hanya mendengar gemericik air dari kamar mandi yang menandakan jika Valerie sedang sibuk di sana.
Brughhh…
Selagi menunggu, Victon langsung merubuhkan tubuhnya di atas kasur. Dia menggunakan satu tangannya untuk menutup wajahnya sekaligus menghalau cahaya lampu yang sedikit menyilaukan.
Tak butuh waktu lama, pria itu sudah terlelap di ikuti napasnya yang teratur.
Ceklek…
“Tidur?” gumam Valerie yang berpenampilan segar sehabis mandi. Ia tak berniat langsung ganti baju dan kini menghampiri Victon yang sudah berselancar ke alam mimpi.
Srekk…
”hmm? Pasti capek.”
Dengan penuh hati-hati Valerie mengusap rahang tegas itu tanpa berniat untuk mengusik Victon dari tidurnya. Namun Valerie menjadi ketagihan dengan kegiatannya yang awalnya mengusap kini beralih menyentuh perut kotak-kotak nan menggoda itu. Masih terbungkus rapi sebenarnya, dan Valerie hanya tertarik saja.
“Kenceng banget, pasti rajin olahraga hihi...” Valerie bermonolog sendiri seraya membandingkan bentuk perutnya dengan milik sang suami.
Jari telunjuknya yang semula menoel-noel perut Victon dan juga perutnya, kini berakhir menjelajahi tubuh berotot itu. “Wow, tangannya berurat. Duh, gagahnya suamiku.” Puji Valerie seraya memainkan pergelangan tangan Victon. Tidak tahu saja dia jika seulas senyum muncul di bibir tebal sang pemilik tubuh.
greb...
“Jangan mancing-mancing.” Sontak Victon langsung menarik tangan Valerie cukup kuat, hingga tubuh itu jatuh tepat di atasnya.
Penampilan habis mandi Valerie membuat Victon tergoda. Cantik sekali, Victon mengakui jika wajah polos istrinya berkali lipat menariknya. “Kamu cantik!!” Bisik Victon yang memajukan wajahnya di telinga Valerie.
Deg…deg…deg…
__ADS_1
“S…siapa juga yang mancing?” Elak Valerie dengan gugup.
Victon pun melingkarkan tangannya di pinggang Valerie kemudian mengeratkan dan semakin erat lagi. “Kenapa kamu cantik banget sih, hm?” Puji Victon seraya terkekeh pelan saat Valerie memalingkan wajahnya. Semudah itu Valerie memerah karena sebuah pujian.
“Kalo tampan bukan cewek namanya. Lepas!! Sesak tau!!”
“Bukannya kalo begini jadi semakin terasa? Tadi kamu kan mengagumi bentuk tubuhku kan, ayo ngaku?.” Goda Victon.
Kini Valerie pun memberontak. “Emang nggak boleh? Kan suami sendiri, bukan punya tetangga ini.” Jawab Valerie sekenanya, tapi berhasil membangkitkan jiwa pencemburu seorang Victon Ghaffari.
Cup…cup…
Victon menghujani banyak kecupan di wajah Valerie yang selalu membuat moodnya di uji keras. “Bukan begitu konsepnya sayang. Gemesh nih.” Ucap Victon sedikit di buat-buat dengan tangannya yang gemas meremas dua bulatan montok di bagian belakang milik Valerie. Tak bermaksud mesum, hal itu memang karena Victon gemas sekali dengan segala ucapan Valerie yang tak di saring terlebih dahulu.
“Val?”
“hm?”
Victon merubah posisinya menjadi duduk dan Valerie tetap berada di pangkuannya kemudian netra mereka kembali bertemu dalam keheningan ruang waktu kala itu. Saling mengagumi dan memiliki apa yang ada di hadapannya saat ini. Valerie semakin terhanyut hingga bibirnya pun cepat mendarat sempurna di kening Victon cukup lama.
Cup..
Victon hanya memejam seraya mengeratkan tangannya lagi kala Valerie memulai lebih dulu ciuman hangat itu. Tak terlalu bernafsu, sebab Valerie melakukannya selembut mungkin. Meski begitu, Jantung Victon terasa di pompa cepat karenanya.
“Masukin.” Ucap Victon seraya membuka sedikit mulutnya. Valerie sangat paham akan permintaan itu. Secepat mungkin dia memasukkan Indra perasanya kemudian mempertemukan miliknya dengan milik Victon layaknya sahabat lama yang lama tak berjumpa.
Saat gairah bercinta itu memuncak, Valerie pun mengalungkan kedua tangannya di leher Victon dan semakin menambah laju permainan itu bersamaan dengan tangannya yang meremas rambut Victon.
Padahal tadi mengeluh karena bibirnya di buat bengkak, tapi Valerie sendiri ketagihan. Memang pesona paripurna Victon tak bisa di abaikan dan selalu membuat Valerie mabuk melayang terbang jauh tinggi menembus tujuh lapisan langit.
Cap…cap..
Suara pertemuan itu saling bersahutan, di tambah dengan tangan Victon yang menemukan mainan baru di dalam jubah mandi sang istri. “Ah.....eunnghh.” …..Sial kau Valerie, kenapa suaranya begitu? Rutuk Valerie sendiri dalam hati.
“I love you.” Ucap Victon saat pagutan itu terlepas.
“hm, aku tau.”
__ADS_1
“Aku nggak suka jawaban itu.” Victon mengusap bibir ranum itu dengan jemarinya.
“Terus maunya apa?” bisik Valerie sedikit sensual dengan menjilat daun telinga sang suami . ia berhasil membangkitkan sesuatu dalam diri Victon yang imannya hanyalah setipis tisu. “Mulai nakal ya kamu, hm?” Ucap Victon.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaa……jangan..jangan geli hahahaha!!”
Di luar pintu…
Ada dua orang kepo yang tengah asyik menguping.
“Mungkin mereka nanti ma makan malamnya, kita duluan aja yuk. Jangan ganggu anak-anak.” Elard berusaha meyakinkan istrinya yang sejak tadi menempelkan telinga di pintu kamar itu. Seulas senyum muncul di wajah mama Nindi yang sempat mendengar teriakan dari dalam kamar sana.
“Ayo pa, kita makan duluan aja.”
"Yeay!! sebentar lagi jadi Oma, yuhuuu." Girang mama Nindi dalam hati seraya berjingkrak riang.
.
.
.
.
-******To Be****** Continued-
Jangan lupa tinggalkan jejak denga vote, like dan commentnya ya. Supaya othor semakin semangat up nye hehe😁😁😁🙏.
Walaupun masih banyak kurangnya, tetap dukung karya othor ini.
Terimakasih!
Thank you!
Kamsahamnida!
Arigatou gozaimasu!
__ADS_1
Matur suwun😆😁😁😁