
Untuk sekali saja Victon berharap Valerie tahu maksud dan tujuannya. Semalaman ia tidak bisa tidur nyenyak karena pikirannya di penuhi oleh gadis itu. Berpikir keras, apa waktu yang mereka habiskan bersama tidak ada artinya di mata Valerie. Jika memang begitu, sepertinya Victon harus berusaha lebih keras lagi.
Memenangkan hati seorang wanita tak semudah saat ia memenangkan beberapa proyek besar. “Kamu harus tau kalau aku menyukaimu Val. Aku serius.”
Memang tidak romantis menyatakan perasaan di tempat parkir seperti ini. Namun, Victon berusaha untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya. Mumpung Valerie mau mendengarkan dan sedang tak banyak ulah.
“Aku....”
“Aku sanggup menunggu. Karena aku nggak mau ada penolakan.” Victon mengacak rambut Valerie kemudian berlalu tanpa basa-basi lagi.
Entah kenapa rasa sakit kini menusuk begitu dalam hingga ke ulu hati. Valerie ragu dan hilang kepercayaan dirinya. “Kenapa? apa istimewanya aku?" Ia menatap nanar punggung lebar pria itu yang kian menjauh. Bimbang, gundah dan semua pikiran kacau itu menjadi satu. Jika bisa memilih, rasanya Valerie ingin kabur saja.
.
.
.
“Pak, di dalam ada Keisha.” Ucap Aldi.
“Mau apa lagi dia?!!” Tanya Victon seraya mendelik tajam. Jengah sekali bertemu wanita tak jelas itu lagi. Siapa yang tidak kenal dengan Keisha yang merupakan artis papan triplek dan yang sejak dulu mengejar cintanya Victon, sayangnya tidak pernah di lirik sekalipun.
Ceklek….
“Hai Baby. Lama tak jumpa.”
__ADS_1
Lebay sekali. Dari cara bicaranya saja Victon sudah tidak suka. Belum apa-apa, Keisha sudah merangkul lengan Victon membuat empunya kian meremang. Ia melirik sekilas ke arah Valerie, berharap jika ada rasa cemburu barang sedikit saja dari gadis itu. Namun, wajah datarnya sudah menjawab segalanya. Percuma Victon berharap lebih pada gadis kaku itu.
“Ngapain di sini?” Victon sudah ketus sekali dan itu malah membuat seorang Keisha tersenyum miring. Entah apa yang ada di kepalanya saat ini, biasanya itu akan berujung tidak baik.
“Val. Usir dia!!” Titah Victon seraya melambaikan tangannya.
“ Baik pak.” Valerie menganggukkan kepalanya kemudian mendekati wanita cantik dan bohay itu. Dalam sekali tarik Valerie berhasil membawa Keisha tanpa perlawanan. Lebih tepatnya, tidak bisa melawan karena Valerie menggunakan tenaga dalam.
“Kau cuma kacung. Jangan sentuh-sentuh!!.” Ucap Keisha seraya menyentakkan tangannya.
“Saya hanya mengikuti perintah. Silahkan pergi dari sini.” Valerie sudah berbaik hati dengan berbicara sepelan itu. Namun siapa sangka jika yang di hadapinya saat ini sejenis hewan purbakala yang sangat menyeramkan.
“Turunkan matamu itu!! Berani sekali kau menatapku hah!!!!.” Keisha menelisik penampilan Valerie yang luar biasa. Paras cantik dengan setelan rapi khasnya itu membuat Keisha mengkerut seketika. Bisa-bisanya Victon mempunyai pengawal pribadi sepertinya, membuat Keisha tersaingi.
Brakk….
“heh? dia kali!!.” Bukan Valerie jika ia kalem-kalem saja dan menerima hinaan itu. Bahkan ia mengacungkan jari manisnya saat Keisha keluar dengan membanting pintu.
“Awas!! Apa lihat-lihat?!!” Teriakan Keisha masih terdengar, meski tubuhnya sudah menghilang.
...✨✨✨✨...
“Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan sebagai pengawal pribadiku. Baca ini dengan lantang!!”
Suara Victon memecah keheningan tadi. Pria itu menyerahkan sebuah map dan dengan ragu Valerie menerimanya.
__ADS_1
“IKRAR PENGAWAL?”
Judulnya saja sudah membuat Valerie ragu dan tatapan mata Victon seakan membenarkan keraguannya.
Tidak boleh pergi tanpa ijin
Tidak boleh menolak permintaan pihak pertama
Menjamin keamanan serta melindungi pihak pertama dari segala macam ancaman, termasuk wanita
Harus selalu makan bersama
Di luar jam kerja ( terutama saat sedang berdua) tidak boleh terlalu formal
Menjaga hati satu sama lain.
“Pak anda bercanda kan?” Valerie merasa jika isinya seperti janji bersama pasangan seumur hidup. Aneh tentu saja, apa rekannya juga mendapatkan hal serupa? Valerie bertanya-tanya.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1