My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 50 Sang Pencari Jodoh


__ADS_3

Kota A. Jerman.


Pagi menjelang siang…


“Punya boss tengil bikin aku nggak bisa istirahat. Satu hari aja, aku juga mau liburan.” Keluh Aldi yang tengah menikmati roti kering di taman tak jauh dari sebuah kampus. Kesalnya lagi ia melihat sepasang manusia tengah berpatukan dan saling sosor-menyosor di depannya.


Uhukk…


“Sial!!.”


Makan saja tak tenang, seolah-olah dunia ini tidak menerima keberadaan pria single sepertinya. Mana ada yang seperti itu, Aldi tidak terima sama sekali. Jiwa dan raganya perlu di hibur saat ini, berhubung Victon tidak memberinya tugas-tugas sial itu.


Bimbang hendak bagaimana dan melakukan apa, Aldi pun memilih untuk mengikuti kemanapun kakinya melangkah. Asalkan tidak di bawa masuk jurang saja, syukur-syukur dia bisa bertemu dengan jodohnya di sini.



Lucu sekali pemikirannya itu. Memperhitungkan keberuntungan yang datang akan pada dirinya, jika saja memang benar . Aldi terkekeh sebab seorang gadis yang cukup lama ia perhatikan sejak tadi. Ia juga tidak bisa menebak ekspresinya karena syal itu menutupi wajah gadis itu. Namun, siapapun yang melihat pasti tahu jika gadis itu sedang kesal.


Baru saja tersenyum, raut wajah Aldi masam seketika kala seorang pria tengah mengusik gadis itu. Sebentar, Aldi ingin mengamati dulu apakah pria itu seorang penganggu atau teman dari sang gadis.


“Oh no!!”

__ADS_1


Seharusnya ia tak perlu berpikir karena sudah jelas jika pria itu seorang pengganggu. Aldi pun berlari demi menggapai keberadaan gadis itu dan greb....., “What are you doing. Bro? Let her go!!” Ucap Aldi penuh penekanan kepada pria yang sejak tadi menahan gadis itu.


Langsung saja gadis itu bersembunyi di belakang Aldi secepat mungkin. Untung saja Aldi cepat bertindak, jika tidak mungkin saja ia akan menyesal karena tidak menolongnya.


“Not your bussines!!” Ucap pria itu dengan tatapan tajamnya. Sayangnya, Aldi tidak takut sama sekali karena hal itu sudak menjadi makanan sehari-hari baginya.


Namun, siapa sangka jika pria yang di hadapi Aldi bukanlah tipe yang penyabar. Bugh…. Aldi mendapatkan bogem mentah tepat di pipinya hingga memerah.


“Stop!! Stop!” Pekik gadis itu.


Mata di bayar mata, begitulah prinsip hidup Aldi. Ia membalas hal serupa hingga perkelahian pun tak terelakkan. Baku hantam terjadi dengan saling memukul, menendang atau bahkan jungkir balik. Apalagi di jam sibuk seperti ini, jadi tidak ada orang yang berlalu lalang, jadi mereka sebebas itu.


“Stop!! I said stop Steve!!” Pekik gadis itu lagi.


Euhhhhh!!


Perkiraan Aldi ternyata salah. Memang benar kesempurnaan tidaklah di miliki manusia biasa seperti dirinya, dan siapa yang tahu jika kini ia terlibat masalah yang cukup serius kala aparat keamanan ikut turun tangan.


Semua berakhir hingga ketiga orang yang terlibat di bawa ke kantor polisi akibat kekacauan yang di sebabkan oleh mereka sendiri. ”Seharusnya bilang dari awal Nona Zoe!!” Ucap Aldi yang duduk di kursi tunggu seraya mengusap luka bibirnya. Ia tidak menyangka jika gadis yang di tolongnya tadi adalah Nona muda sekaligus adik dari bossnya.


“Mana ku tahu kalau kau yang membantuku!! Apa kakak yang menyuruhmu?”

__ADS_1


“No!! Nona, siapa pria brengsek itu?” tanya Aldi


“Anggap aja fans fanatik ku, makanya…you know.”


Hahhh…


Begitu rupanya. Aldi menghela napas, tapi bukan lega karena pria bernama Steve tadi meminta pertanggung jawaban. Agaknya itu akal busuknya saja agar mempersulit Aldi saat ini. Sama halnya dengan Zoeya yang saat ini bingung hendak bagaimana. Masalahnya mereka tidak mempunyai wali untuk di mintai bantuan.


“Satu-satunya cara minta tolong sama boss.” Ucap Aldi dengan yakin.


“Kakak maksudmu? Big No!! Dia nggak boleh tahu kalau aku di sini.” Zoeya panik dengan usulan Aldi. Sejujurnya ia tahu jika sang kakak sudah tinggal di negara ini, masalahnya jika sampai tahu adiknya berkeliaran di sini, maka tamat sudah riwayat Zoeya.


“See!!” Steve menunjuk wajahnya yang babak belur akibat pukulan hebat dari Aldi. Wajahnya yang tersenyum licik itu membuat Aldi muak, menyebalkan sekali.


Akhirnya karena tidak ada pilihan, terpaksa Aldi meminta bantuan Victon. Ia tak sudi jika harus menginap di dalam kurungan besi itu sebab memukuli anak dari pemilik kampus.


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continued-


__ADS_2