My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 52 Jebakan Valerie


__ADS_3

Valerie tidak berniat memihak siapapun. Tetapi, ia juga sedang malas berbicara dengan Victon saat ini. “Aku nggak tau masalahnya. Tapi bisakah kalian memberiku waktu untuk mengurus perutku? Aku lapar dan nggak bisa berpikir.” Ucap Valerie apa adanya.


Habis sudah. Valerie tidak bisa di ajak kompromi dan Zoeya hanya bisa kesal melihat wajah Victon yang tersenyum licik. Bukan kekalahan bagi Zoeya dan ia tidak akan menyerah semudah itu.


Demi dukungan finansial untuk memenuhi keinginannya berkeliling dunia, Zoeya akan terus membujuk Victon melalui Valerie. Ia sangat tahu di mana kelemahan sang kakak, tak lain tak bukan adalah istrinya itu.


“Tolong siapkan kamar untuk Nona, dia butuh istirahat!!.” Titah Victon pada salah satu pengurus rumah.


“Baik tuan!”


“Kak! Aku nggak mau istirahat, aku masih mau main!!”


“Diam dan masuklah ke kamarmu!!.” Sentak Victon yang membuat Zoeya bungkam seketika. Kemarahan kakaknya tidak bisa di toleransi kali ini, jadi Zoeya terpaksa menurutinya dengan langkah kesalnya menuju kamarnya.


Sementara itu, Valerie yang merasa butuh amunisi pun segera menuju meja makan diikuti Victon yang mengekor di belakang. “Mau makan apa? biar di buatin sama bibi.” Tanya Victon.


“Yang ada aja.”


Jawaban dingin Valerie membuat Victon lemas. Rupanya mode marah itu belum berubah ke mode jinak dan kini Victon harus berusaha keras merayunya. “Aku suapin ya? kan kamu masih lemes.”


“Nggak usah, kamu jangan deket-deket aku masih marah!!”

__ADS_1


“Marah kok woro-woro.” Batin Victon memelas. Bagaimana menghadapi singa betina yang sedang marah? Victon memutar otakknya berulang kali untuk berpikir. “Sayang, enak ya?? makan yang banyak ya, biar tumbuh besar.” Ucap Victon seraya tersenyum aneh.


Byurrrr….


Ucapan Victon membuat nasi dalam mulut Valerie menyembur keluar seketika. Terkejut saja, darimana Victon menemukan kalimat mengerikan seperti itu? Valerie malah tambah kesal. Dia sangat tahu jika suaminya tak pandai merayu, namun siapa sangka jika rayuannya seburuk itu.


Mengerikan!!


“Bueehhhh….buehhh.., sayang kok aku di sembur?” Rengek Victon seraya membersihkan wajahnya yang terkena bom nasi tadi.


“Salah siapa di situ? Sana, bikin aku sebel aja.”


Ketus sekali, Valerie tidak berbohong dan ia memang sekesal itu. Namun, melihat Victon yang kesusahan membersihkan wajah di wastafel, membuat Valerie menahan tawa sekilas. Air itu menyemprot kemana-mana kala keran itu lepas dari selang dan Victon berusaha mati-matian menahan dengan kedua tangannya.


Srassshhhh….


“Aaaarrrgggghhhh!! Kenapa kalian diam saja? Bantuin!!” Pekik Victon pada beberapa orang di sana.


Valerie dengan cepat menyelesaikan makannya dan berlalu seraya menahan tawanya. Ia memang tidak berniat untuk membantu Victon. Biarkan saja, itu akibat dari seorang pembohong dan Valerie ingin menghukumnya.


Ceklek…

__ADS_1


Dengan penampilan basah kuyub, Victon membuka pintu dengan hati-hati. Takut saja jika Valerie tidak siap atau apa. Namun, saat melihat sepasang pakaian santai yang sudah siap di ujung kasur itu membuat Victon terharu. Rupanya, Valerie masih peduli dan tidak benar-benar mengabaikannya.


Seulas senyum pun terpampang nyata di wajah tegas itu seraya mengamati Valerie yang tengah bersantai dan sibuk dengan ponselnya. “Val?” Panggil Victon pada Valerie yang masih bergeming di tempat meski tahu jika ia sudah berada di sana.


“Ganti baju sana, nanti masuk angin.” Ucap Valerie tanpa menoleh.


“i…iya.”


Seusai mengganti busana, Victon pun segera menghampiri sang istri dengan menyusulnya ke atas kasur. Sengaja ia merapat dan mendusel-dusel melalui celah tengah tangan Valerie kemudian meletakkan kepalanya di dada istrinya.


Jika rayuan tidak mempan, maka Victon beralih dengan mencari perhatian saja. “Sayang, apa masih marah?” Ucap Victon lirih seraya menggesekkan wajahnya di sana. Tolong menoleh! Victon hanya bisa pasrah karena ia begitu kaku untuk merayu lagi.


Victon sadar betapa mengerikannya rangkaian kata yang di ucapkannya tadi. Tapi dia juga tidak sanggup jika di diamkan seperti ini. Valerie masih menepis Victon berkali-kali tanpa sepatah kata pun.


“Minggir!! Ngapain sih?!” Tatapan Valerie sudah tajam sekali, namun Victon hanya tersenyum dengan gigi putihnya. “Udah ya marahnya, hmm? Aku bakal ceritain semuanya, tapi jangan begini ya.” Rengek Victon lagi sembari mendusel-dusel seperti tadi.


Valerie tersenyum. “Janji?” Ucap Valerie dengan nada yang di buat sedingin mungkin. “Iya janji!!” Victon kini mengacungkan jari kelingkingnya agar Valerie luluh.


“ Semuanya, janji ya.”


“Iya.” Jawab Victon lagi dengan mantap seraya menatap wajah datar Valerie.

__ADS_1


Kena kau!!


-To Be Continued-


__ADS_2