
Keesokan harinya.....
Valerie mengerjapkan mata kemudian meregangkan otot tubuhnya. Menyambut pagi hari dengan senyuman indah yang menghiasi muka bantal khas bangun tidur itu. Jam menunjukkan pukul 6 pagi saat dia melirik benda di atas meja kecil di sana.
Namun, tubuhnya masih enggan untuk beranjak. Saat Valerie kembali menatap perut ratanya, bahkan sesekali mengusap pelan area itu. Entah karena apa, intinya dia bahagia sekali.
Wanita cantik itu tidak sadar kala seseorang memperhatikan kegiatannya sejak tadi. Terkikik sendiri dan berkali-kali menepuk bantal dan selimut, mungkin siapapun yang melihat pasti menganggap Valerie kehilangan separuh kewarasannya.
"Good morning my wife......cup." Victon baru datang entah dari mana dan langsung saja memberi kecupan pagi pada kedua pipi Valerie.
Valerie sempat terkejut dengan penampilan Victon dan langsung saja memalingkan wajahnya yang sudah memerah. "K...kenapa nggak pakai baju ih!!" Ucap Valerie seraya mendorong pelan tubuh kekar itu. Penampilan Victon yang hanya berbalut celana boxer putih itu membuat otak Valerie berkelana liar.
Aha!! Muncullah ide jahil Victon untuk menggoda istrinya. Dia bersandar di dinding dengan gaya cool kemudian menyugar rambutnya perlahan.
"Kenapa? kamu menginginkanku?" Ucap pria itu dengan suara baritonnya kemudian terkekeh pelan. Sedangkan Valerie mengerucutkan bibirnya.
"Mandi dan bersiaplah!! Setelah sarapan kita berangkat." Ucap Victon lagi seraya menyodorkan handuk kimono untuk membungkus tubuh molek Valerie.
"Kemana?"
"Indonesia." Singkat Victon.
Valerie berkerut bingung. "Kenapa? Bukannya papa minta kamu buat urus perusahaan di sini?" tanya Valerie seraya membenarkan selimut di tubuhnya.
"Kamu nggak kangen Oma dan Opa?" Tanya Victon dan di angguki Valerie sebagai jawaban.
__ADS_1
"Aku ada urusan di sana, sekalian antar Zoeya. Anak itu perlu di pulangkan ke orang tuanya, biar nggak bikin masalah lagi." Bukan pendendam, Victon masih khawatir karena adiknya berkeliaran bebas di negeri orang tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Hening seketika...
"Kenapa diam aja, hm? Yang semalam masih kurang? aku kasih plus-plus kalau memang kemampuanku nggak memuaskan." Frontal sekali ucapan Victon membuat Valerie menyambar kasar handuk kimono di tangan Victon dan segera memakainya.
"Dasar maniak!!"
" Tapi kamu suka tuh. euggghhh....sayangghh, suaramu yang begitu bikin aku nagih tau." Victon mengekori Valerie seraya tergelak keras kala sandal itu mendarat tepat di dadanya.
pluk...
"hahaha."
.
.
.
"Kak!! Apa harus begini? Aku nggak mau pulaaaaangggg." Rengek Zoeya kala beberapa orang mengangkut kopernya.
Zoeya sudah meminta bantuan Valerie, namun sang kakak ipar tidak bisa berbuat apa-apa karena keputusan Victon sudah bulat. Kini Zoeya bergelayut manja di salah satu kaki Victon demi meminta sebuah pengampunan.
Bukan apa, masalahnya akan menjadi rumit jika kedua orang tuanya tahu Zoeya tidak bersungguh-sungguh menempuh pendidikannya. Bisa jadi, kehidupannya kembali ketat seperti dahulu. Zoeya tidak mau itu terulang lagi.
"Sayang, apa biarin aja Zoe tinggal sama kita. Jadi kita bisa mengawasinya..." Memang malaikat, Zoeya senang sekali kala mendapat pembelaan dari Valerie. Semakin meyakinkan kala kedua gadis itu mengangguk bersamaan dan menatap Victon dengan binar memelasnya.
__ADS_1
Sial!!
Jika bukan karena wajah menggemaskan sang istri, Victon tidak mempan jika hanya wajah tengil adiknya itu. Dia menghela napas sebelum kembali berkata-kata. "Ini semua demi kebaikanmu Zoe, kakak kan..."
"Kebahagiaan nggak selalu harus dengan itu, karena kesuksesan bisa di raih dari minat yang di miliki. Kamu kolot banget sama adik sendiri." Omel Valerie.
"Sayang kok kamu belain dia?" Ucap Victon tak terima.
"Aku nggak belain siapapun di sini."
"Aku kakaknya jadi wajar kalau aku khawatir!!"
"Aku kakak iparnya, aku juga khawatir!!."
"Aku kakak kandungnya!!"
"Zoe, kamu pilih kakakmu yang kolot ini atau aku?" Valerie bertanya dengan nadanya yang meninggi seraya berkacak pinggang. Jujur, meskipun senang Zoeya tidak berniat menyebabkan keributan dalam rumah tangga mereka berdua.
Tapi, hanya Valerie yang berada di pihaknya saat ini dan Zoeya tidak mau melepaskan kesempatan. "A....aku.!" Zoeya semakin gugup.
"Jawab!!" Ucap Victon dan Valerie serentak. Tatapan mereka sama tajamnya seolah-olah hendak menguliti.
.
.
.
__ADS_1
.
-To Be Continued-