My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 38 Pernikahan Dadakan


__ADS_3

“Omaaaaaaa….!!”


Greb…


Valerie berhambur dan memeluk oma Airin dengan eratnya. “Dasar cucu nakal. Betah kamu di sini, hm? bahkan tidak telpon oma sama sekali.” Keduanya begitu hangat membuat beberapa orang yang melihatnya merasa terharu.


Sama-sama saling terbelenggu dalam kerinduan, meski di tampar kenyataan jika jarak mereka tidak jauh seperti harus menyeberangi antar pulau atau bahkan benua. Namun, waktu dan kondisi tidak memperbolehkan. Valerie saja tidak bisa bebas kesana kemari untuk bepergian, karena ia masih dalam pelarian.


Satu-dua hal yang Valerie tidak mengerti akan keberadaan keluarganya saat ini. Janggal dan terasa mengganjal. “Maaf oma, Val lupa.”


“Alasan.”


“Terimakasih sudah menjaga cucuku. Ke depannya aku bisa lebih percaya padamu.” Ucap opa Mike seraya memeluk Victon yang baru saja tiba. “Opa jangan khawatir. Ku pastikan Valerie bahagia.” Victon membalas pelukan itu begitu hangat pula.


“Loh opa juga di sini?”


“Iya dong. Mana mungkin opa melewatkan hari penting ini.” Jawab sang opa.


Valerie bingung. Sesaat ia baru sadar jika rumah ini terasa ramai dari sebelumnya. “Hah? Hari penting apa?” beo Valerie masih tak paham. Tidak ada yang menjawabnya, Bahkan mereka semua meninggalkannya yang masih kebingungan.


“Nanti kamu tahu sayang.”


Valerie hanya pasrah kala Victon menariknya masuk kedalam rumah. Sebenarnya, hal ini sudah di persiapkan seharian ini tanpa Valerie ketahui. Victon bahkan rela memperlambat jam pulang kerjanya untuk memastikan jika semua persiapan selesai. Tentu saja berdasarkan keputusan kedua pihak keluarga besar. Baik itu Giovanni maupun keluarga Ghaffari.


.


.


.


.

__ADS_1


“ Nikah?!! siapa? aku?” Jangan di tanya lagi seberapa terkejutnya Valerie saat ini. Yang lebih mengejutkan lagi, papa dan ibu tirinya ikut turut serta. Tak lupa keluarga inti Ghaffari, yaitu orang tua Victon dan adik kandungnya.


“Hahahahaha..”


Valerie tertawa canggung. Semua sudah mutlak dan lagi-lagi keputusan di ambil tanpa sepengetahuan Valerie. Saat ini dialah pemeran utamanya, Tapi kenapa semua jalan di atur seenaknya, tanpa memikirkan Valerie akan kecewa atau tidak. Sudah hal yang biasa, namun Valerie masih belum terbiasa.


Seluruh ruangan sudah di sulap sedemikian rupa sebagai bentuk sederhana dari acara mendadak itu. Tidak di mata Valerie yang menganggap jika ini masih terbilang mewah dan wow. “Sederhana dari mananya?” Valerie heran sendiri.


Ini semua saran oma Airin yang khawatir jika Valerie terus tinggal bersama satu atap dengan pria dewasa tanpa status yang jelas. Entah bagaimana caranya, bahkan Candra sudah tampak lebih tenang dari sebelumnya. Sang papa tidak marah kali ini, atau karena di depan para sesepuh. Yang jelas Valerie lega sekali.


“Saya juga senang bisa berbesanan dengan anda pak Candra.” Ucap Elard yang sedang berbasa-basi.


.


.


.


“Hai, ingat aku kan?” Sapa gadis muda yang terlihat seumuran dengan Valerie.


"Mentari?"


“No. nama asliku Zoe. Salam kenal kakak ipar.”


“Udah nanti aja kenalannya, sekarang Valerie harus bersiap.” Ucap Rara yang kini ikut nimbrung.


.


.


.

__ADS_1


1 jam kemudian…


“Nggak nyangka sahabatku yang LAKIK ini bisa secantik peri kayangan .” Ujar Rara.


“Ck, biasa aja bisa kan?” Ini udah yang ke berapa kali Rara menggoda Valerie hingga dia jengah mendengarnya.


Sesuai keinginan Valerie, balutan kebaya putih itu begitu pas mengikuti lekuk tubuhnya yang ideal. Di tambah make up tipis dan sanggul kepalanya yang begitu sederhana, tidak menghilangkan wajah ayu nan rupawan seperti bunga-bunga mekar di taman.


Meski terkesan sangat dadakan pula, Valerie dapat menerima dengan lapang dada kala ia akan bersanding dengan pria yang di cintainya. Tanpa lamaran atau kumpul keluarga, pernikahan itu benar-benar terjadi "Tampan." Puji Valerie dalam hati. Victon yang berbalut jas putih itu membuatnya semakin gagah dan mempesona.


“Hah, kok aku makin gugup ya.”


"Tenang aja." Rara berusaha menenangkan sahabatnya itu.


Jika seminggu yang lalu ia berpenampilan serupa karena perjodohan itu, kali ini adalah yang sesungguhnya. Bahkan Valerie masih tidak percaya kala Victon begitu fasihnya mengucapkan kalimat ijab qabul tanpa terbata-bata sedikit pun.


"SAH!!"


Detik berikutnya setelah kata itu terucap, Valerie sudah resmi menjadi istri dari bossnya sendiri. Setiap hembusan napasnya terasa amat mendebarkan. Gugup, Valerie kembali di buat tak karuan kala Victon melabuhkan sebuah kecupan di keningnya serta lantunan doa yang begitu merdu. "Kamu milikku seutuhnya dan aku pun begitu." Bisik Victon di telinga Valerie.


Cincin itu tersemat di jari manisnya, membuat Valerie sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak luruh. Kali ini Valerie sungguh merasa di miliki oleh seseorang. “Kamu juga milikku.” Ucap Valerie seraya melakukan hal yang sama pada jari Victon.


"Euuunnggg, so sweet." Ucap Rara gemas sendiri seraya mencubiti paha suaminya. " Sayang!!" Keluh Jordan kala mendapati pahanya yang terasa panas akibat ulah sang istri.


"Yak!!! Akhirnya putra mama sudah melepas masa bujangnya, mama bahagia sekali." Begitulah sorak riang mama Nindi yang memecah keheningan. Sedangkan, Erald sedang menatap sendu wajah putranya itu.


Setelah sekian lama penantian, akhirnya dia bisa menyaksikan anak sulungnya itu menikah. Valerie juga mendapati papanya yang sedang mengusap ujung matanya. Sungguh pemandangan tak terduga, karena Valerie sempat mengira jika sang papa sudah tidak peduli lagi dengan kebahagiaannya.


.


.

__ADS_1


.


-To Be Continued-


__ADS_2