
1 bulan kemudian.....
"Sayang, Leo itu karnivora. makannya daging bukan roti!!." Ucap Victon.
"Ini sumber karbohidrat. Biar dia tambah gembul, ya kan Leo?" Nampaknya istilah 'waktu menyembuhkan luka' itu benar adanya. Sifat tak mau kalahnya yang kerap menguji kesabaran dan membuat Victon bungkam kembali lagi dari dalam diri Valerie.
Pilihan Elard untuk membawa bayi cheetah di keluarga ini menjadi malapetaka bagi Victon tentunya. Jelas sekali, karena Leo mencuri sebagian besar perhatian Valerie yang seharusnya milik Victon seorang. Oh, untuk hal ini pria itu tidak mau bagi-bagi.
Ini akhir pekan dan sejak pagi tadi sang istri terus bermain dengan bayi kucing itu tanpa lirik kanan-kiri lagi. Victon cemburu sebenarnya. Meskipun begitu, ia senang melihat senyum di wajah Valerie telah kembali seperti sedia kala.
Ruang keluarga yang semula sepi kini berubah cukup ramai padahal hanya dua orang yang berada di sana. "Yeay!! sini ikut mommy." Ucap Valerie yang gemas melihat bagaimana Leo berlari mengikuti gerakan tangannya.
"meong... eerrrhhh."
Haupppphhhh.....
"Jangan cuekin aku. Ini hari libur tapi kamu malah asyik sendiri." Victon meraih pinggang istrinya dari belakang. Hasilnya Valerie terjatuh dalam pangkuan, namun pandangannya masih terfokus pada makhluk imut di depannya. "Yank....aku di sini loh." Rengek Victon.
"Iya aku tahu."
"Aku suamimu."
"iya. yang bilang istriku juga siapa?!"
Mulai deh. Valerie menghela napas mendengar celotehan Victon. Pengalihan isu adalah cara terbaik untuk saat ini.
"Sayang. Emmm........ aku ....mau ketemu sama Aurora." Pinta Valerie seketika menatap intens wajah Victon.
"Kamu yakin?"
Ada secebis keraguan untuk menjawab. Valerie menatap lekat sepasang mata Victon sebelum mengangguk. "Iya aku yakin." Raut wajahnya berubah secepat itu pula.
Victon paham jika mulut dan hati Valerie tidak sejalan. Setelah tragedi pilu itu, tentu saja sel penjara menjadi tempat menetap bagi Aurora.
Terutama dengan kekuatan yang Victon miliki, tak hanya Aurora saja yang di buat hancur. Kedudukan Wirawan selaku ayah dan presiden juga ikut terseret akibat ulah putrinya yang melakukan berbagai macam tindak kriminal.
__ADS_1
"Oke, tapi kasih aku tip dulu." Ucap Victon dengan senyum miringnya yang menyebalkan. Di saat serius bisa-bisanya pria itu tidak mau rugi barang sedikit saja. Mengambil kesempatan dan mendapat keuntungan adalah keahliannya.
"Kamu!! jangan coba-coba ya, aku masih marah."
"Oh, ayolah Val. Aku tadi kan nggak sengaja."
Jadi ini yang membuat Valerie mengabaikan Victon sejak tadi. Perkara sepele sebenarnya. Flashback, pagi tadi.......
"bro....jadi ceritanya gue tuh pip...pip.....terus malah piiiiiiipppppp....!!"
Samar-samar Valerie mendengar obrolan virtual yang amat sangat frontal hingga sepatutnya di sensor. Apa pembahasan para pria selalu begini? Valerie heran sendiri.
Selesai dengan rutinitas pagi di kamar mandi, Valerie sibuk mencari ponselnya yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
"Sayang, Hp aku mana? kamu tau nggak?"
Sembari sibuk mengobrak-abrik kasur dan meja, Valerie bertanya pada Victon yang tengah asyik dengan obrolannya. Victon duduk manis di sofa tanpa menggubris pertanyaan Valerie sama sekali.
"Jujur Vic gue kira dulu tuh lo bakalan awet sama Jasmine. Si primadona sekolah, cuma Victon yang bisa bikin doi takluk." ujar Jordan di seberang sana.
Jawaban Victon membuat jiwa penasaran Valerie meronta-ronta. Akhirnya ia pun mendekat ke arah sofa tepat di belakang Victon. Hebatnya, pria itu masih tidak sadar akan keberadaan sang istri.
Tiba-tiba, muncullah ide jahil di kepala Jordan. "Denger-denger dia udah balik ke indo, lo nggak penasaran gitu?" Memang licik sekali. Niat Jordan untuk membuat Victon masuk ke lubang sumur tampaknya akan berhasil. Ia menyadari raut wajah tak bersahabat Valerie yang berdiri seraya bersedekap di sana, seakan hari ini akan menjadi kemenangan baginya.
"Kalau pun iya, gue harus gimana? Dia nggak penting buat gue sekarang."
Valerie tersenyum tipis mendengar Victon yang tidak goyah. "Yeah, aku pemenangnya." batin Valerie bersorak riang.
"Cie elah. Padahal dulu lo bangga-banggain soal first kiss sama doi. Kak Victon sayang, Jasmine love love..."
"Ssssttt. eh kampret!! jangan kenceng-kenceng, istri gue ada di sini. Sembarangan lo!!"
"Kak Victon... Hp aku di mana?" Tanya Valerie seraya mengikuti perkataan Jordan.
deg...
__ADS_1
Victon merinding seketika mendengar suara lembut sang istri. Sejak kapan Valerie berada di sana? Habislah dia!! Susah payah Victon menelan ludahnya saat menyadari hawa permusuhan yang amat sengit dari sang istri.
"Mampus gue!"
"Emmm...tadi aku pinjam, cuma nggak tau password-nya."
"Mana?" pinta Valerie dingin dan datar.
"Aku pinjam dulu sebentar. ini apa pw-nya?"
"Ulang tahun mantan kamu." Celetuk Valerie dengan santai. Bodohnya Victon percaya dan langsung mengetik apa clue dari ucapan Valerie.
"Nggak bisa sayang."
"Ooo.....jadi masih inget sama ultah mantan kamu??!!!"
"Ha?" Victon baru menyadari sesuatu. "B.....bukan gitu . Sayang....hei dengerin aku dulu. Aaaahhhhh sialan lo Jo." Victon panik saat Valerie pergi dan membanting pintu kamar.
Brakk...
"Semangat kak Victon. bwahahahaha...."
Gelak tawa memenuhi kamar itu sepeninggalnya Victon yang mengejar Valerie.
Flashback end.
.
.
.
-To Be Continued-
Ini nih si Leo..
__ADS_1