My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 17 Si Kecil Cheryl


__ADS_3

4 PM... masih di rumah sakit....


Selain keinginannya untuk menjaga Valerie, Victon juga mempunyai tanggung jawab penting sebagai pemimpin perusahaan besar itu. Tak butuh waktu lama, berita mengenai musibah yang menimpa Perusahaan VCO Technology Group tersebar dengan cepat. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian cukup besar di akibatkan oleh ledakan tersebut.


“Kantorku hancur lebur Al. Gimana bisa penyusup itu lolos sih ?!!” Bentak Victon seraya menyugar rambutnya.


“i….itu..anu pak.”


“Hahhh.... jangan bahas sekarang, kepalaku rasanya mau pecah.” Ucap Victon seraya mengurut pangkal hidungnya.


“Baik pak.”


Drrrt…drttt….


“Halo pa. Iya aku baik-baik aja….semua aman kecuali kerusakan pada gedung. emm...”


Victon sempat terdiam sejenak seraya menatap wajah cantik yang tengah berbaring itu. Ia tidak berniat untuk memberi tahu kedua orang tuanya mengenai Valerie yang kini terluka. Apalagi status gadis itu saat ini hanya sebagai bodyguardnya.


Suatu hari nanti, Victon ingin memperkenalkan Valerie sebagai kekasihnya di hadapan mereka. Cinta? mungkin begitu. Rupanya, dia sudah berhasil menepis seluruh keraguannya dan sekarang hanya menunggu saat di mana seorang Valerie Anindira tergila-gila padanya.


...♥️♥️♥️♥️...


1 jam kemudian...

__ADS_1


Valerie sudah sadarkan diri sejak beberapa menit yang lalu. Ruangan yang semula hanya berdua kini menjadi ramai, karena kedatangan Rara dengan suaminya. “Mau apa?” tanya Victon dengan sigap membantu Valerie yang hendak duduk.


“Minum, aku haus.” Jawabnya pelan.


Hati Valerie kembali menghangat kala menerima perhatian dari pria yang selama ini selalu di tepisnya. Secebik rasa sesalnya pun muncul. Jika saja Valerie tidak egois, mungkin saja hubungan mereka sudah pada tahap yang berbeda.


"ini."


Victon dengan telaten membantu Valerie yang meneguk air dalam gelas itu. Bahkan pria itu juga mengusap pelan bibir Valerie yang basah dengan jarinya. Siapa yang tidak meleleh jika begini, bahkan Rara dan Jordan pun kini saling pandang dan tersenyum penuh arti.


“Ehem, apa kita cuma obat nyamuk di sini?” Ucap Rara yang tengah menimang Cheryl di pangkuannya.


Valerie menjadi salah tingkah sendiri dan bahkan wajahnya berubah merah padam. "Cheryl, sini sayang ....ante kangen." Ucap Valerie seraya melambaikan tangannya pada putri kecil Rara. Tidak ada yang bisa mengalahkan keimutan gadis kecil berusia 1 tahun itu. Dia bagaikan malaikat kecil yang sangat murni,bdan sejujurnya Valerie sangat lemah jika di hadapkan dengan bayi.


Valerie gemas sekali hingga ia tidak berhenti mencubit pipi gembul Cheryl. "ma...paaaaa." ucap Cheryl seraya menepuk-nepuk dada Victon. Rupanya gadis kecil menganggap Victon sebagai papanya dan hal itu mengundang keributan bagi Jordan yang tengah duduk manis di sofa.


"Hei, papa di sini sayang. Gimana ceritanya dia jadi papamu." Begitu saja Jordan kesal, ia tidak terima jika putrinya berpindah hati. Bahkan di rumah pun Rara juga sering cemburu karena Cheryl menjadi prioritas utama Jordan.


"Papapa.....hihi."


"eeeuungggg imutnya iiiihhhh gemesshhh!!" Valerie semakin gemas melihat Cheryl berjingkrak riang di gendongan Victon.


"Gimana tuh Vic?" tanya Jordan pada Victon.

__ADS_1


"Apanya yang gimana?" beo Victon tak paham, ia begitu asyik dengan Cheryl yang kini tengah membawa keceriaan suasana kala itu. Bahkan Victon bisa melihat dengan jelas bagaimana gelak tawa Valerie saat menggoda Cheryl. "Apa dia sesuka itu?" batin Victon tergelitik.


"Bikinin satu sana!! tuh Valerie pengen banget." Seloroh Jordan hingga mendapatkan cubitan dari istrinya. "Sakit sayang, ih!!." Sentak Jordan dengan nada manjanya.


"Makanya mulut itu di jaga, Jangan asal ceplas-ceplos." Tatapan Rara sudah setajam itu, namun Jordan malah tertawa.


"Gimana Val? mau?" Tanya Victon pada Valerie seraya mengedipkan sebelah matanya dengan senyum jahilnya pula.


"A...apa?"


"itu kikuk-kikuk." Ucap Victon lagi sehingga mendapatkan bogem mentah di perutnya. Begitulah jika berteman dengan orang somplak seperti Jordan, otaknya jadi ketularan.


"Nikah dulu bang Vic. Sampai berani mencuri start, Kak Jordan yang akan menghajarmu!!." Sang pemilik nama kini di buat melongo kala Rara berkata dengan matanya yang melotot. Rara paling tahu jika suaminya yang terkuat di ruangan ini, dari pada mencari mati lebih baik bersembunyi.


"Jangan sembarangan deh Ra!!" Ucap Valerie mencoba mengelak. Darimana pikiran itu muncul di kepala Rara, Valerie benar-benar tak sepaham lagi dengannya.


.


.


.


-To Be Continued-

__ADS_1


__ADS_2