My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard
BAB. 70 Wanita Terkutuk


__ADS_3

Sebelum mati lampu....


Di balik tirai terdapat balkon yang mana sepasang manusia tengah berpatukan dan saling beradu gigi. "Sayang banget kamu jadi istri pria tua itu, bukannya lebih cocok denganku?" ujar Kevin yang asyik menikmati hidangan pembukanya.


"Kamu pemenangnya kok." jawab Aurora.


"Keluarlah dari sana, apa aku nggak cukup kaya, hm?"


"Kamu kan tau bukan harta yang ku incar dari mereka, harta papaku nggak akan habis tujuh turunan tau!!"


"Hahahaha....i know, nggak salah aku pilih kamu babe." Kevin kembali melahap bibir Aurora dengan rakus seperti orang kelaparan. Beginilah manusia jika selalu tak merasa puas malah semakin tamak.


"Aku ingin mereka mati!!"


Jika bertanya, kenapa tidak dari dulu saja? sayangnya Valerie seperti kelinci yang lincah dan kuda yang sangat cepat. Sulit sekali di tangkap dan tak sebodoh kelihatannya. Aurora tak bisa menemukan waktu yang pas selama 6 tahun lamanya hidup di atap yang sama dengan keluarga Giovanni.


Aurora tak hanya menyalahgunakan kekuasaan ayahnya yang merupakan pejabat sekaligus pemimpin di negeri ini. Dia termasuk penjahat ulung dengan berbagai kasus kejahatan.


Pembunuhan, penculikan, penganiayaan bahkan perampasan hak milik sering dia lakukan dan anehnya tindakannya tak pernah tercium oleh para penegak hukum, wow!!.👏👏


Di ruang mesin....


Kembali pada keadaan di mana semua orang panik karena kegelapan yang tiba-tiba melanda. "Tol*ol!! malah ngapain sih?!!" Geram si pria berkaca mata hitam. Baru saja ia mendapatkan titik target dengan pas jika saja teman bodohnya itu tidak mengacau.


"Duh gue salah pencet tombol, harusnya yang biru bukan yang merah!!"


"Gue nggak peduli settan!! mau yang merah, kuning, ijo, di langit yang biru...."


"Pelangi dong itu haha."


Jika saja ada penerangan mungkin saja wajah pria berkaca mata itu terlihat datarnya. Sebenarnya, memutus aliran listrik bukan lah salah satu rencana dari mereka, tetapi hal itu cukup menguntungkan.

__ADS_1


.


.


.


.


"Jadi, kehancuran ini benar-benar ulah dia?" Bak di sambar petir, tak lupa di ikuti antek-anteknya yaitu gemuruh yang kian menyelimuti hati Valerie saat itu juga. Ia kecewa, tak percaya dan sakit sekali rasanya. Dadanya seperti di hujam ribuan tombak tajam yang menancap dan menusuknya berkali-kali.


Valerie linglung sehingga tubuhnya ambruk begitu saja akibat orang-orang panik yang menabraknya. Kok tidak sakit? Serasa jatuh di atas kasur atau memang Valerie hanya berkhayal?.


bugh....


Semua masih gelap dan kesadaran itu kian menghilang. Valerie tak sadar kala tubuhnya sudah di bawa pergi begitu saja.


Oh! jika kalian mengira Valerie adalah wanita lemah maka salah. Hanya beberapa menit saja, dia tersadar dari pingsannya.


"Katanya susah, nyatanya gampang banget nangkap dia heh!"


"hahahaha."


Pip...pip


Valerie menekan tombol di jam pintar yang melekat pada pergelangan tangannya. Mengirim sinyal lokasi kepada seseorang yang akan membantunya dalam waktu dekat.


Sementara itu, dia juga berusaha keras melepas ikatan tangannya tanpa ketahuan. "Bagus. kalian giring aku ke markas, aku mau menghajar wajah bedeb*ah itu." srekkk.... berhasil! Valerie tersenyum miring dan kembali pura-pura pingsan saat salah satu pria itu menoleh ke belakang.


"Rasanya ada yang aneh cuy."


"Apa?"

__ADS_1


"Nggak tau, cepat ngebut lah!!!"


ngeeengggggg.......🚙


.


.


.


prok....prok....


"Kerja bagus!!" Ucap sinis seorang wanita di balik maskernya.


"Tidak, putriku!! Kau benar-benar siluman, lepaskan dia!! Valerie tidak bersalah!"


"Sayang.....jangan marah-marah mulu. Ntar ubannya makin banyak gimana, hm?"


brugh.......dengan kasar dua pria itu menjatuhkan tubuh Valerie yang terkulai lemah di atas tanah. Wanita bernama Aurora yang tak lain istri Candra dan ibu tiri Valerie itu dengan tega berbuat kejam pada mereka.


Wajah dan tubuh Candra sudah di penuhi luka lebam serta pakaiannya sobek tak karuan. Pria itu di ikat dan di gantung di atas sebuah besi yang di bawahnya terdapat besi runcing dan besar.


"Kau iblis Aurora!! Demi Tuhan dan mendiang istriku, kau akan terkutuk selama sisa hidupmu!!" Pekik Candra.


"Hahahaha ......kata-kata yang bagus pak tua!!! Bravo.....bravo!!"


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continued-


__ADS_2