Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 19


__ADS_3

Aila terbangun pukul tiga dini hari. Suhu tubuhnya sudah terasa normal dan dia tampak sudah membaik dari demamnya. Wajahnya merona mengingat apa yang terjadi saat dia sedang demam. Dia bahkan menyembunyikan wajahnya di dasar bantal sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Oh tidak. Aila merasa sangat bahagia seakan benar benar menjadi pengantin baru. Kini kakinya ikut meronta ronta dibalik selimut sangking bahagianya dia.


Tanpa Aila ketahui, ternyata sepasang mata sedang mengawasinya melalui layar tabletnya. Siapa lagi kalau bukan Tiger alias Varen. Dia pun tersenyum simpul melihat betapa menggemaskannya wajah merona Aila. Oh tidak. Varen pun hampir merona mengingat betapa menggemaskannya saat Aila menggodanya beberapa jam yang lalu. Wajahnya hampir merona sempurna jika saja Kinan tidak menghampirinya.


"Tiger, kita hampir sampai."


Kinan memperlihatkan letak koordinasi markas musuh yang menjadi target mereka kali ini.


"Bagus." Tiger menjawab dengan sedikit mengalihkan wajahnya. Itu sungguh membuat Kinan merasa aneh, tidak pernah sekalipun Tiger bertingkah seperti tengah ketahuan melakukan sesuatu yang memalukan.


"Ehm-- Dino, Taw dan Vac. Apa mereka siap?"


"Sudah Tiger."


Tiger mengangguk sambil menyentuh tengkuknya asal.


"Tiger. Ini Seon."


Suara itu berasal dari alat sambungan yang tertanam dilubang telinga Varen.


"Ada apa, Seon--"


"Kita akan segera mendarat, kencangkan sabuk anda. Wajah anda menyebalkan saat merona seperti tadi."


Jangan lupa, Seon duduk di samping Pilot Adit. Dia memantau keadaan kabin tempat Tiger tengah menatap layar tablet yang memperlihatkan pergerakan rekaman cctv di kamarnya. Adit dan Seon bahkan mengumpat saat melihat wajah Tiger memerah beberapa saat sebelum Kinan datang mengganggu.


"Jaga ucapanmu, Seon atau kubolongi kepalamu."


Kinan melotot takut mendengar nada suara yang dilontarkan Tiger pada Seon di depan sana.


"Apa Seon mengganggu anda Tiger?" Kinan penasaran.


"Lupakan apa yang kau dengar Kinan. Kembalilah ketempatmu, kencangkan sabuk, karena pesawat akan segera mendarat."


"Baik Tiger."


Dengan langkah cepat Kinan kembali ke kabin belakang. Dan Tiger benar benar merasa tidak karuan mendapati dirinya ternyata ditangkap basah oleh Seon dan Adit.


Pesawat jet itu mendarat sempurna. Mereka semua keluar dari sana dan siap di posisi masing masing.


Taw, Dino dan Vac sudah siap dengan senjata mereka di titik koordinasi masing masing. Sementara Kinan dan Adit tetap di pesawat. Kinan dengan pekerjaanya sebagai hacker dan Adit selalu siap saat diperintahkan kembali menerbangkan jet kesayangan Tiger.

__ADS_1


Seon selalu siap dengan pistolnya, ia melangkah setengah meter di belakang Tiger yang berjalan dengan cukup tenang memasuki markas musuh. Tidak berselang lama saat Tiger dan Seon sudah masuk sempurna ke markas itu, terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari para anak buah Snake king.


"Selamat datang Tiger king." Sambut sang pimpinan yang melangkah dengan gagahnya mendekati Tiger.


"Sambutanmu mengejutkan, Snake."


"Hanya sekedar sambutan biasa."


Pria pemimpin pasukan Snake itu mengulurkan tangan pada Tiger yang disambut baik olehnya.


"Aku sudah tau kartu As mu, Tiger." Bisik pria bernama Baron.


"Tidak. Aku tidak memiliki apapun."


"Tentu kau tidak. Tapi aku tahu. Dia yang kau sembunyikan di kamarmu, bukan?"


Senyum seringai terlihat di wajah Tiger. Dia ingat sepertinya salah satu ja-la-ng nya adalah mata mata. Benar saja, perempuan itu melangkah dengan anggunnya berlenggak lenggok dari belakang sana. Dia Dewi, ja-la-ng yang melihat langsung wajah Aila saat mereka bercinta di ruang kerjanya.


"Halo Tiger. Kau menyakitiku. Jadi, aku pun juga bisa menyakitimu."


Wanita itu membelit pergelangan tangan Baron. Tiger hampir saja muntah melihat betapa Dewi sangat cocok dengan Baron yang merupakan pimpinan dari sekelompok ular.


Dorrr--


Dorrr--


Dorrr-


Seon mencoba melindungi Tiger dari hujan peluru itu. Sementara Baron juga sudah diamankan oleh anak anaknya, berikut dengan Dewi si wanita ular.


"Apa yang terjadi, Kinan?" Tanya Seon melalui sambungan.


"Keluar dari sana segera. Lindungi Tiger. Lion menyerang markas Snake. Mereka tidak tahu bahwa kita ada di sini."


Dorrr


Dorrr


Dorrr


Satu peluru yang entah dari mana hampir saja menembus pergelangan tangan Seon jika saja Tiger tidak dengan cepat menangkis peluru itu dengan tendangannya. Segera Tiger menarik Seon untuk keluar dari gedung itu.

__ADS_1


"Tiger kami akan melindungi."


Suara itu berasal dari Dino, Vac dan Taw. Sebisa mungkin mereka menembak asal kearah anak anak Lion yang bersembunyi.


Sedikit lagi, Seon dan Tiger akan tiba di Jet. Adit siap meluncur dan Kinan sudah menunggu di depan pintu jet.


"Dino, cepat masuk." Teriak Kinan.


Dorrr


Dorrr


Anak Lion menyadari keberadaan Tiger. Mereka menembakkan peluru ke arah Jet. Vac dan Taw pun akhirnya berhasil masuk ke jet. Tapi, Seon dan Tiger masih menjadi sasaran tembak anak anak Lion.


"Tiger, apa yang terjadi!"


Seon terkejut melihat Tiger tiba tiba terjatuh saat berlari. Wajahnya tampak sangat merah dan suhu tubuhnya sangat panas.


"Bertahanlah Tiger."


"Seon, kepalaku pusing. Aku sepertinya tertembak peluru bius." Ucap Tiger yang akhirnya pingsan tepat saat mereka berhasil terbang.


Suasana menjadi mencengkam. Mereka tidak percaya Tiger demam tinggi di tengah perperangan.


"Sepertinya Tiger tertular demam gadis itu." Ucap Seon.


Kinan, Dino, Vac dan Taw bersungut tak percaya dengan apa yang dikatakan Seon.


Adit langsung siaga meminta agar Juno segera ke markas. Karena kapten terserang demam tinggi.


"Huh-- panas. Seon, aku benar benar tertembak bius." Racau Tiger dalam tidurnya.


"Bertahanlah Tiger. Anda hanya terserang demam tinggi."


"Tidak, seumur umur demam tidak akan bisa melumpuhkan aku." Celotehnya tak jelas.


"Kali ini kau tertular dari wanita itu, Tiger."


Seon tidak menyangka, Tiger yang selalu waspada dan takut tertular penyakit dari para ja-la-ng nya, malah ceroboh menyentuh wanita yang jelas jelas sedang sakit.


"Hasrat biologismu itu bisa membunuhmu Tiger. Kau tak bisa menahan sampai wanita itu sembuh terlebih dahulu baru menidurinya." Rutuk Seon yang membuat Kinan merona.

__ADS_1


Kinan satu satunya yang masih dibawah umur disini. Dan harusnya bocah dibawah umur itu tidak mendengar apa yang dikatakan Seon barusan.


"Dia yang menggodaku lebih dulu, Seon." Ungkap Tiger sebelum dia kembali kehilangan kesadarannya.


__ADS_2