
_Vila Rahasia_
Begitu rombongan Snake dan Lion keluar dari Vila, Sony langsung melepaskan ikatan tali ditangannya dengan mudah. Kemudian, dia langsung menekan salah satu tombol dari layar handphonenya. Tombol itu adalah tombol pengunci akses menuju pabrik dan juga vila.
"Sayang, apa kau baik baik saja?" Segera Sony melepaskan ikatan ditangan dan kaki Susan.
"Aku baik baik, saja. Nona Aila--" Ucap Susan khawatir.
"Maafkan aku, sayang. Jika aku berusaha melawan mereka, yang ada kita akan terbunuh sia sia. Sementara, nona Aila akan baik baik saja bersama mereka."
Tepatnya Sony memang sengaja mengalah dan tidak melakukan perlawan, karena dia tahu Adrian dan juga Lion king akan mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi Aila. Jadi, Sony harus mengalah demi menjaga vila dan pabrik disaat genting seperti ini seperti yang telah Tiger perintahkan padanya.
"Tiger! Diamana dia. Kenapa sampai saat ini dia tidak muncul. Apa dia tahu nona Aila telah dibawa pergi oleh anak Snake king?"
"Entahlah-- Juno dan Jack, mereka telah berkhianat. Dan aku tidak tahu di mana Tiger saat ini. Kita tidak bisa terhubung dengan siapapun diluar sana untuk saat ini sayang."
"Apa maksudmu, Sony. Kau tahu dari mana Juno dan Jack berkhianat." Susan tidak percaya.
"Aku tidak yakin tapi itulah yang aku pikirkan. Juno mengirimkan seseorang datang ke vila dengan alasan mengantarkan alat tes kehamilan. Lalu, beberapa saat kemudian anak anak Snake datang ke vila. Dan jika Jack tidak berkhianat, dia pasti sudah lebih dulu memberitahuku tentang kedatangan musuh. Tapi lihatlah, sayang. Sampai saat ini Jack bahkan tidak bisa dihubungi."
"Bisa jadi Jack dan Juno dalam bahaya Sony. Kau terlalu cepat menyimpulkan."
Susan masih kekeh tidak mau percaya pada suaminya bahwa dua orang itu telah berkhianat.
"Percayalah padaku kali ini sayang. Percayalah!" Sony menegaskan agar istrinya itu percaya padanya.
"Oh Tuhan. Lalu, apa yang akan terjadi pada kita. Apa yang akan terjadi pada nona Aila--"
"Maafkan aku, sayang. Tapi, sebenarnya sebelum datang ke vila aku mendapat telpon dari Ririn. Dia memberitahukan bahwa Tam akan menyerang Tiger, dia ingin merebut mansion, pabrik serta vila."
__ADS_1
"Apa? Tam melakukan itu, dia mengkhianati Tiger. Dan kau sudah tahu tentang itu? Lalu mengapa kau tidak mempersiapkan apapun, Sony!" Susan tampak kesal bercampur panik.
"Tiger yang memintaku untuk melindungi vila dan pabrik apapun yang terjadi. Sepertinya Tiger juga sudah tahu sejak awal rencana pengkhianatan Tam, Juno dan Jack. Hanya saja Tiger tidak memberitahukan rencana apa yang sedang disusunnya, sayang. Aku hanya mencoba menjalankan apa yang Tiger perintahkan padaku." Ungkap Sony menjelaskan panjang lebar mencoba membuat Susan mengerti.
"Apa Tiger juga tahu bahwa nona Aila akan diculik oleh Adrian?"
Sony terdiam sesaat, barulah kemudian dia mengangguk tanpa berani menatap wajah istrinya.
"Jadi benar, Tiger tidak peduli pada nona Aila."
"Apa maksudmu, sayang?"
"Tiger tidak memerintahkan kita untuk melindungi Aila. Tapi dia malah meminta untuk melindungi vila dan pabrik--"
"Sayang, Tiger melakukan itu karena hanya dengan begitu Aila akan baik baik saja. Itu cara terbaik untuk melindungi Aila. Kalau kita berusaha merebut Aila dari Adrian, Snake tidak akan segan segan untuk merebut Aila meski harus melumpuhkan kaki Aila sekalipun. Dan jika itu terjadi, kau pikir apa yang akan terjadi pada Tiger?"
Meninggalkan perdebatan suami istri itu di vila rahasia justru Seon, Kinan, Rey dan Vio sudah berhasil keluar dari mansion tampa terdeteksi kamera cctv. Begitu tiba di alam luar dan jauh dari mansion, mereka langsung menguburkan jasad Dino. Setelah itu barulah Seon dan Kinan membantu Rey dan Vio melangkah menuju tempat yang diberitahukan oleh Adam dan Adit padanya beberapa menit yang lalu.
Cukup lama mereka berjalan, karena memang letak markas persembunyian mereka sangat jauh di dalam hutan sana. Bahkan Rey dan Vio kembali mengalami pendarahan dan nyaris pingsan. Untunglah Seon selalu sigap menjaga mereka dengan baik.
"Apakah tempat kalian masih jauh, bung?" Tanya Seon pada Adit.
"Tidak. Kalian sudah dekat. Hanya sekitar tiga puluh meter lagi."
"Itu masih jauh, bung. Rasanya aku sudah tidak kuat!" Seru Rey ikut bicara pada Adit.
"Bertahanlah sedikit lagi bung." Ujar Adam.
"Mau berhenti sebentar?"
__ADS_1
Seon menawarkan supaya Rey dan Vio bisa istirahat sebentar. Dan benar saja mereka langsung duduk bersandar dipohon pohon besar. Seon pun membuka sebentar ikatan dipaha mereka lalu menggantinya dengan pengikat yang baru yang berasal dari lengan kemeja Kinan.
"Bertahanlah. Sebentar lagi kita akan sampai." Kinan mencoba memberikan semangat untuk dua rekannya yang terluka itu.
Setelah merasa sedikit membaik, Rey dan Vio kembali mengajak Seon dan Kinan untuk melanjutkan perjalanan mereka. Dan rupanya Vac dan Taw menyusul mereka dengan membawa kotak p3k yang tadi dibawa oleh Ririn. Mereka bertemu setelah menempuh perjalanan lima belas meter, jadi pertemuan mereka tepat ditengah tengah.
"Hey bung. Kau butuh bantuan?" Teriak Taw saat mereka bertemu.
Taw dan Vac membantu mendudukkan kembali Rey dan Vio. Lalu segera memberikan kotak obat pada Seon, karena memang Seon-lah yang bisa membantu mengeluarkan timah baja yang bersarang dipaha Rey dan Vio.
"Ini akan sangat sakit. Tapi tahanlah sebentar."
Seon mulai mengeluarkan peluru yang tertanam dipaha mereka secara bergantian. Dan Vac memberi jahitan pada bekas luka yang mengaga itu, lalu membalutnya dengan perban.
"Kenapa kalian tidak kembali kemansion?" Tanya Vio yang sudah dipapah oleh Vac dan Taw.
"Kami tidak punya persedian senjata. Dan kita mendapat tugas untuk bersembunyi saja selagi masih bisa bersembunyi."
"Siapa yang memberi perintah seperti itu, bung?" Tanya Rey yang dipapah oleh Seon dan Kinan.
"Tiger."
"Kalian bisa menghubungi Tiger?" Tanya Kinan antusias.
"Tidak. Tapi, Ririn yang memberitahukan. Katanya perintah yang diberikan Tiger adalah bagian dari misi untuk membalas Tam, Juno dan Jack yang telah berani mengkhianati Tiger."
Seon tidak memberikan respon apapun. Dia hanya menyimpan rasa kecewa yang teramat dalam terhadap pengkhianatan tiga orang kepercayaan Tiger itu. Seon pikir, Tiger juga pasti meresakan hal yang sama seperti apa yang dia rasakan.
"Tiger sangat menyayangi phi Tam. Kenapa phi Tam setega ini mengkhianati Tiger. Dasar bedebah tidak tahu terimakasih." Rutuk Kinan meluapkan rasa kesalnya.
__ADS_1