
Setelah memastikan Aila dan mamanya kembali ke Indonesia. Varen meminta bantuan dua anak buahnya menghabisi Tam. Dia mengirim mereka untuk mengelabui Tam dengan membawa mayat Yudit kehadapan Tam.
Tentu Tam sangat terkejut mendapati tubuh Yudit kaku berdarah darah tepat dihadapannya.
"Apa yang terjadi?" Tam tampak gusar.
"Tiger membunuhnya tuan. Ini peringatan dari Tiger untuk tuan. Dan Varen juga sudah membunuh istrinya saat dia tahu istrinya telah berkhianat." Jelas salah satu dari mereka yang menyampaikan pesan dari Varen untuk Tam.
Mendengar itu membuat Tam tampak gemetar ketakutan. Dia tidak menyangka ternyata Tiger tidak jatuh saat mengetahui Aila berkhianat, tapi dia malah membunuh istrinya itu yang katanya sangat dicintainya itu.
Saat Tam ketakutan, Varen pun muncul dengan menodongkan senjatanya pada Tam. Senjata yang sama dengan yang digunakannya saat menembak Yudit beberapa saat lalu.
"Varen!" Seru Tam ketakutan saat tiba tiba Varen ada dihadapannya.
"Lama tidak bertemu, phi Tam." Sapa Varen basa basi.
Langkahnya begitu tegas menuju pada Tam yang tersudut di tembok kamarnya.
"Kau membunuh putriku phi Tam, lalu kau berniat ingin menikahi wanita pengkhianat itu. Kau tau, aku sudah membunuhnya." Ucap Tiger sambil tersenyum seringai yang membuat Tam semakin gusar.
Ggraabbbb…
Tiger menarik kuat kerah baju Tam, ditatapnya tajam tepat kedua bola mata Tam yang seakan memohon agar Varen memaafkannya.
Plaaakkk…
Tamparan kuat tepat diwajah Tam hingga membuat bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar.
"Berani sekali phi mengkhianati aku."
Bbuuuggkk
__ADS_1
Pukulan sangat kuat tepat di perut Tam, hingga dia menyemburkan darah dari hidup dan mulutnya bersamaan. Tubuh Tam jatuh kelantai dan dia bersujud di kaki Varen sambil memohon untuk dimaafkan.
"Tidak ada kata maaf untuk pengkhianat. Karena, apa bila pengkhianat di maafkan, mereka hanya akan terus berkhianat dan saat ketahuan mereka akan meminta maaf, begitulah seterusnya. Dan itu sangat memuakkan."
Varen menendang sembarang bagian tubuh Tam hingga terpental kuat di tembok. Lalu Varen menendangnya berkali kali hingga terdengar jeritan kesakitan dari mulut Tam. Tapi, Varen tidak berhenti. Dia semakin menambah kuat pukulan dan tendangannya hingga dia puas dan Tam pun pingsan.
"Bawa dua tubuh ini ke markas." Titah Varen pada anak buahnya.
Mereka pun keluar dari rumah megah milik Tam dengan membawa Tam dan Yudit bersama mereka.
Sementara Varen membakar rumah itu. Setelah rumah itu mulai terbakar dan api mulai naik, barulah varen memanggil petugas pemadam kebakaran. Lalu, dia pun pergi dari sana untuk menuju markas barunya yang tidak jauh dari kebun binatang pusat kota.
Di markas ini rupanya Varen memelihari dua harimau jantan yang dibelinya dengan harga ratusan juta. Dua harimau yang diletakkan di ruangan khusus berbentuk kandang pun gaduh saat mencium bau darah dari Tam dan Yudit.
"Lemparkan mereka ke kandang!" Titah Tiger pada anak buahnya.
Mereka pun langsung melemparkan tubuh pingsan Tam dan tubuh kaku Yudit ke hadapan dua harimau itu. Lalu, dengan seketika dua harimau itu mencabik cabik tubuh kaku Yudit. Saat itu juga Tam terbangun dari pingsannya dan dia menjerit ngeri melihat dua harimau mencabik cabik tubuh Yudit.
Jeritan Tam mengalihkan atensi kedua harimau dan itu membuat dua binatang ganas itu berlari menerkam tubuh Varen. Darah segar dari Varen berceceran bahkan sampai muncrat ke dinding kaca pembatas kandang harimau.
Varen memejamkan matanya saat kedua harimau itu menikmati darah segar dari Tam. Lalu, dia pun berpaling meninggalkan ruangan itu.
Kini Varen dan semua anak buahnya yang baru termasuk anak buahnya yang tadi diperintahkannya membawa senjata pun ada di hadapannya.
"Kalian sudah menjual semua senjata itu?" Tanya Varen.
"Sudah Tiger. Pria itu mengucapkan rasa terimakasihnya. Dan dia berjanji akan menjamin keselamatan nyonya Aila selamanya."
Mendengar nama Aila disebut, membuat Tiger terdiam. Matanya tidak bisa berbohong, ada raut kerinduan dan kecewa bersamaan disana.
"Kalian tahu siapa pria misterius itu?" Tanya Tiger.
__ADS_1
Mereka semua menggelang.
"Dia pak Sony, penjaga pabrik senjata dan kepercayaan Tiger King terdahulu." Ungkap Tiger menjelaskan.
Ya, selama ini pak Sony yang membeli semua senjata Tiger dan membayarnya menggunakan semua uang Tiger yang disimpannya. Dia tidak membelinya hanya mengambil senjata itu untuk memusnahkannya dengan menyamar menjadi pria muda misterius untuk mengelabui Arnold dan Tam.
Senjata senjata yang diambil Sony, semuanya dia musnahkan tanpa sisa. Tentu atas perintah dari Tiger.
Rencana Tiger, dia akan memusnahkan seutuhnya kerajaannya sebagai Tiger king. Lalu dia akan membalaskan dendamnya atas kematian putrinya. Sayangnya, ditengah rencana yang hampir berhasil, Tiger mengetahui pengkhianatan Aila.
Tiger tahu Aila berkhianat untuk menyelamatkan nyawanya. Tapi, dia kecewa karena Aila tidak mempercayainya. Ya, Tiger bisa menjaga dirinya sendiri bahkan bisa melindungi Aila sekaligus. Tapi, hanya karena Tiger teledor hingga tidak bisa menyelamatkan kedua bayinya, membuat Aila gusar dan takut Tiger terbunuh oleh musuh, hingga dia mengkhianati suaminya sendiri dan hampir membunuh Tiger bukan malah menyelamatkannya.
"Harusnya kau percaya padaku, Aila. Kau mengkhianatiku dan kau tidak percaya padaku. Aku sangat membenci itu." gumamnya dalam hati.
Varen kembali fokus pada anak anak buahnya. Dia menatap mereka satu persatu sambil tersenyum.
"Aku sudah mentranfer uang ke rekening kalian masing masing. Sekarang kalian boleh pergi dan kembalilah pada keluarga kalian masing masing." Ucap Varen pada mereka.
Ya, sebenarnya orang orang itu hanya sewaan sementara Tiger yang berjanji akan menjaga keselamatan nyawa mereka. Tiger berhasil menepati janjinya. Dan kini dia sudah meyelesaikan misinya untuk membunuh semua musuhnya.
Terakhir Tiger mengirim Seon untuk membunuh Arnold di kantor polisi dengan cara meracuninya. Dan itu adalah misi terakhir Tiger dan dia berhasil lepas dari dunia mafia seutuhnya.
Tiger pun pada akhirnya merenovasi markas itu menjadi rumah hunian untuk tempatnya tinggal. Dengan sisa uang yang dia punya, dia pun mulai membuka usaha kecil kecilan sebagai seorang desain interior.
"Harusnya kau tidak berkhianat Aila. Ini semua kulakukan untukmu, untuk kita.."
Varen menatap satu satunya foto Aila yang masih tersimpan di handphone-nya.
Sebenarnya, jika Varen mau dia bisa mendapatkan video tentang Aila dari Adam. Tapi, Varen memang memilih untuk tidak mengetahui tentang Aila sama sekali sampai dia bisa melupakan pengkhianatan Aila padanya.
Bukan pengkhianatan itu yang membuat Tiger sakit dan kecewa. Tapi alasan Aila mengkhianatinya lah yang membuatnya terluka. Karena menurut Varen, Aila mengkhianatinya karena tidak mempercayainya bahwa dia bisa melindungi Aila dan juga karena Aila diam saja menganggap pengkhianatannya tidak akan ketahuan. Hal itulah yang membuat Varen sangat terluka dan kecewa, hingga dia tidak bisa melihat Aila untuk sementara waktu. Karena takutnya emosinya tidak terkendali dan dia malah menyakiti Aila.
__ADS_1