
_Markas Lion King_
Arnold dan anak buahnya baru saja tiba di markas Lion king. Mereka disambut baik oleh anggota Lion.
"Selamat datang, Snake king."
Suara itu milik Lion king yang menyambut Arnold dengan uluran tangannya.
"Senang bisa berkunjung ke sini, Lion king."
Lion King hanya mengangguk senang. Lalu dia mengajak pasukan Snake untuk masuk dan duduk di sofa yang sudah disediakan. Makanan dan minuman pun juga sudah tersedia di atas meja.
Tanpa berlama lama, Snake langsung memaparkan idenya untuk menyerang Tiger dan merebut Aila.
"Menurut informasi Aila sudah dipindahkan ke vila persembunyian. Dan itu akan memudahkan kita untuk menyerang mansion, tanpa khawatir melukai Aila."
"Saya tidak akan menyerang mansion Tiger selama putra dan putri saya masih ada ditangan Tiger."
Ide itu di tolak mentah mentah oleh Lion. Dia tidak ingin terjadi perang atau pun menyerang Tiger, karena menurutnya dengan melakukan penyerangan hanya akan membuat Tiger murka dan berakhir membunuh Hubo dan Aila.
"Anda tidak perlu khawatir tentang itu. Tiger tidak akan menyakiti Aila sedikitpun. Saya bisa menjamin itu."
"Anda tidak mengenal Tiger, Arnold. Dia anak muda yang dipenuhi dengan dendam atas kematian orangtua dan adiknya. Anda tahu, saya-lah yang membunuh mereka. Jadi, bagaimana mungkin anda bisa menjamin bahwa Tiger tidak akan menyakiti apa lagi membunuh Aila!" Lion menjelaskan dengan tegas.
Arnold membantah hal itu. "Andalah yang tidak mengenal Tiger, Lion. Tiger sangat mencintai Aila, itu terbukti dengan bagaimana dia meyembunyikan Aila di vila rahasianya. Vila itu tidak ada yang tahu tempatnya dimana selain Tiger dan antek anteknya saja."
"Apapun itu saya tidak akan menyerang mansion Tiger. Jika, anda ingin melakukan itu silahkan. Tapi, jangan pernah libatkan saya dan jika sampai putra dan putri saya terluka karena penyerangan kalian nanti, saya akan memastikan Snake habis ditangan saya."
__ADS_1
Arnold terkekeh geli mendengar kalimat yang keluar dari mulut si tua bangka itu. "Jadi anda memilih untuk diam saja tanpa berusaha mengambil putra dan putri anda kembali? Sungguh anda terlalu naif atau mungkin karena sudah tua anda menjadi lemah dan penakut."
"Tuan Arnold jaga bicara anda!" Teriak Ben sambil menodongkan senjatanya kearah kepala Arnold. Baron juga melakukan hal yang sama, dia menempatkan senjatanya tepat di kepala Lion.
Sesaat suasana menjadi gaduh. Tapi, kemudian Lion meminta Ben untuk menurunkan senjatanya. Mau tidak mau Ben pun menurunkan senjatanya yang juga diikuti Baron.
"Tidak akan ada pertumpahan darah lagi kali ini, Snake. Jika anda ingin menyerang Tiger, seranglah sendiri jangan melibatkan Lion. Saya memang sudah tua dan lemah. Tapi, bukankah anda sendiri yang datang meminta bantuan si tua lemah ini."
Kalimat itu membuat Arnold mati kutu. Memang benar satu satunya yang bisa membantunya untuk melenyapkan Tiger hanya si tua bangka ini. Snake tidak punya senjata dan pasukan yang cukup untuk menyerang Tiger. Jika nekad, itu artinya sama saja menggali kuburan sendiri.
"Bagaimana kalau dengan cara ini, Lion." Baron yang ambil alih pembicaraan. "Untuk mencegah pertumpahan darah, kita harus memancing Tiger dan kesatrianya keluar dari mansion. Saat mereka lengah, saya akan menemani tuan muda Adrian untuk menemui nona Aila. Sebelum itu, Tuan Lion harus tahu, bahwa nona Aila dan tuan muda Adrian memiliki hubungan khusus. Nona Aila akan langsung mau ikut jika tuan muda Adrian yang menjemputnya."
Arnold dan Lion saling bertatapan. Kemudian mereka kembali menatap Baron.
"Bagaimana dengan putraku?"
"Ide mu bagus, Baron. Tapi, bagaimana cara memancing Tiger dan kesatrinya agar keluar dari sarang mereka tanpa terjadi pertumpahan darah?" Itu suara Arnold.
"Kali ini, serahkan semuanya pada saya, tuan."
"Apapun itu selama bisa menyebabkan pertumpahan darah, saya tidak akan setuju."
"Tidak, Lion. Kita bisa mengambil nona Aila dan tuan muda Hubo tanpa terjadinya pertumpahan darah."
"Bagaimana caranya? Kau bilang nona Aila di tempatkan di vila rahasia, sementara tidak ada yang tahu tempat itu dimana--" Celetuk Ben penasaran.
Sebentar Baron mengatur napasnya. " Tidak perlu khawatir tentang itu, bung. Seseorang telah mengkhianati Tiger dan dia akan menunjukkan jalan menuju vila rahasia itu."
__ADS_1
"Kau yakin itu bukan jebakan?"
"Tentu yakin bung. Mata mata yang aku tempatkan di mansion Tiger dapat dipercaya."
"Lalu bagaimana cara kau membuat Tiger dan kesatria terkuatnya itu keluar dari mansion. Karena jika mereka tetap di mansion, aku rasa rencanamu untuk datang ke vila menjemput nona Aila akan sia sia, bung."
"Tiger punya seorang wanita yang dianggapnya seperti adiknya sendiri. Wanita itu bernama Lyn. Tiger sangat menyayangi Lyn. Jika Lion mau membantu menculik wanita itu, dan menahannya maka Tiger dan kesatrianya si Seon itu akan langsung menyelamatkan Lyn tanpa peduli apapun."
"Kau yakin tentang itu?"
"Sangat yakin, Lion. Apa kau lupa saat kesatriamu menahan kesatrianya, Tiger langsung datang tanpa penyerangan sama sekali. Dia hanya mengambil kesatrianya saja dan hanya menyebabkan luka luka ringan pada beberapa orang pasukan Lion. Jadi anda tidak perlu khawatir akan terjadinya pertumpahan darah."
Lion king dan Ben mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Baron barusan.
"Satu lagi, anak anak Snake akan menculik Kinan dan Pin. Dua hackers handal Tiger. Dengan begitu, kesatria yang lain akan berlari untuk menyelamatkan hackersnya. Saat itulah kita bisa masuk ke mansion dengan bebas. Paling hanya perlu adu jotos dan memberikan sedikit luka saja pada para penjaga mansion. Saya jamin tidak akan ada pertumpahan darah."
"Idemu sangat bagus, tapi bagimana menculik tiga orang yang kau sebutkan tadi. Mereka orang orang Tiger yang sangat cerdas dan tidak gampang di tipu." Tanya Ben yang mulai penasaran.
"Gunakan warga sipil."
"Tidak. Jangan mengganggu warga sipil apalagi menjadikan mereka sebagai umpan. Jangan membahayakan nyawa orang orang yang tidak berslalah." Lion menolak dengan tegas.
"Hanya menjadikan mereka umpan, tanpa perlu menyakiti mereka, Lion. Lagi pula Tiger juga tidak akan pernah menyerang warga sipil. Karena itulah saya merencanakan ini. Itu menguntungkan untuk melaksanakan misi kita." Baron kekeh dengan rencananya.
Sebentar Lion tampak berpikir. "Baiklah. Lanjutkan misi ini, tapi jika sampai terjadi pertumpahan darah, saya tidak akan segan segan untuk membunuh siapa saja yang memulai pertumpahan darah."
"Baik Lion king. Syarat anda kami terima."
__ADS_1
Baron menunduk hormat pada Lion king. Sementara Arnold tertawa girang dalam hatinya. Lion tidak akan bisa berkutik jika aku menjadikan Aila tameng untuk menjadi penguasa dunia mafia. Aku rasa Lion akan menukar apapun demi putrinya itu, bahkan jika aku menginginkan kepala Tiger.