
Kini Levarendo Mark, duduk berhadapan dengan seorang imam masjid di salah satu masjid di Pattani. Pria itu akan mengikrarkan akad nikah setelah melalui proses yang sedikit rumit dan hampir membuatnya menyerah.
Delapan jam yang lalu, begitu tiba di Pattani, Adam mengutarakan maksud kedatangan mereka pada sang imam masjid setempat. Banyak proses yang harus dilalui Tiger, seperti harus mandi tobat, mengucap syahadat kembali dan belajar berwudu, lalu belajar melapalkan ikrar akad. Semua itu sungguh membuatnya merasa terhina sehina hinanya. Tapi demi menikmati tubuh molek Aila, mau tidak mau dia melewati semua itu.
Dan kini tibalah saat yang dinantikan. Tiger duduk sambil berjabat tangan dengan sang imam. Sementara, Aila duduk diantara Lyn dan Pin. Aila menundukkan wajahnya untuk menahan rasa sedih yang mendalam. Tentu saja Aila sedih. Dia harus menikah dengan lelaki yang dua belas tahun lebih tua darinya dan sama sekali tidak dicintainya. Ya setidaknya saat ini Aila membenci pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Entahlah. Rasanya terlalu istimewa untuk Aila sebut sebagai suami, sementara dirinya hanya akan dijadikan pemuas nafsunya belaka, lalu setelah pria itu puas dia akan menembak kepalanya. Dunia Aila hancur. Dia merindukan Adrian. Adrian pasti saat ini sedang kebingungan menanti kabar darinya.
Tiger dituntun mulai mengikrarkan akad. Hingga setelah akad itu dinyatakan sah, maka bulir bening pun jatuh dari pelupuk mata Aila. Air mata kesedihan bercampur lega. Ya, Aila sedikit lega, karena setidaknya dia akan disentuh oleh lelaki yang telah menghalalkannya secara sah dimata Tuhannya. Aila merasa sangat bersyukur, meski dia tahu kehidupan selanjutnya mungkin akan terasa seperti di neraka.
Setelah sah menikah. Aila langsung diboyong ke hotel terdekat oleh Tiger. Dia sudah tidak sabar untuk men-ik-mati Aila.
Disinilah Aila saat ini. Dia dipaksa untuk memakai gaun tidur tipis itu lagi yang membuatnya sangat malu.
Tiger menghampiri Aila setelah ia mandi dan membalut tubuhnya hanya dengan bathrobe tanpa dalaman sama sekali. Dia mulai menyentuh rambut indah panjang bergelombang milik Aila. Kemudian dia menyerang wajah itu dengan sentuhan sentuhan lembut yang syarat akan nafsu. Aila hanya diam mengikuti intruksi Tiger tanpa berani protes sedikitpun.
Aila bahkan tak berani membuka matanya untuk melihat apa saja yang dilakukan Tiger padanya. Awalnya Aila ketakutan, kaku dan malu. Tapi setelah beberapa menit berlalu, Aila mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dia merasa menyukai sentuhan demi sentuhan yang diberikan Tiger bahkan ia sempat meloloskan suara yang membuat Tiger bertambah semangat bak orang kesetanan.
__ADS_1
Tiger tak memerintah Aila untuk terus bersuara. Ia hanya memberikan sentuhan yang membuat Aila secara otomatis akan bersuara. Sungguh Tiger sangat menyukai permainan ini. Dia menyukai mainan barunya yang mulai membuatnya candu.
Kini tibalah pada acara inti. Tiger dengan tanpa perasaan menerobos masuk begitu saja membuat Aila menjerit tertahan dan menangis saat merasakan Tiger mencoba menembus selaput mahkotanya. Sungguh Aila sangat kesakitan, tapi Tiger sangat menikmati itu.
Ini kali pertama bagi Tiger merasakan bagaimana indahnya memetik mahkota secara langsung. Biasanya ia hanya menerobos yang sudah tidak ada lagi mahkotanya didalam sana. Alias sudah tidak dara lagi. Tapi kali ini, dia berkesempatan merasakan itu. Sungguh nikmat tak tergambarkan. Tiger bahkan tanpa sadar telah melakukan itu berulang kali tanpa peduli dengan jeritan kesakitan dari mulut Aila. Bahkan sangkit sakitnya Aila sampai mengigit bahu Tiger. Namun Tiger tidak peduli, dia memberikan rasa yang jauh lebih sakit pada Aila ketimbang rasa sakit ketika bahunya digigit hingga berdarah oleh gadis itu. Dan perlu di ketahui, gadis itu juga berdarah akibat perbuatannya.
...🐯(NATM)🐯...
Pagi menyapa. Aila baru saja membuka matanya. Tubuhnya remuk, perih dan rasanya ia tidak sanggup bahkan hanya untuk bergerak sedikit saja. Ini kali pertama Aila tidak dapat bertemu subuh. Hatinya hancur berkeping keping. Rasanya lebih sakit ketimbang yang dirasakan fisiknya saat ini. Air matanya kembali menetes.
Dengan pergerakan lambat, Aila mencoba bangkit. Tubuhnya bak bayi yang baru lahir. Dia membalut tubuh itu dengan selimut, lalu melangkah ke kamar mandi.
Huekk
Huekk
Aila muntah mengingat apa yang terjadi padanya tadi malam. Sungguh kegiatan yang membuatnya mual. Dia tahu, dia telah dihalalkan oleh pria itu, tapi tetap saja rasanya Aila seperti dilecehkan karena pria itu begitu kasar memperlakukannya saat saat terakhir. Dan itulah yang membuat Aila merasa mual.
__ADS_1
Cukup lama dia di kamar mandi, dia sudah selesai mandi. Tapi dia bingung, karena tidak punya baju ganti. Baju yang dipakainya tadi malam menghilang entah kemana.
"Aila sayang. Kau di dalam?"
Suara lembut itu. Aila mulai mengenali suara itu. Ya itu suara Lyn si cantik baik hati.
"Lyn." Panggilnya dengan suara pilu. Dia menangis didalam sana sambil berendam dalam bathtube.
"Kau menangis, sayang?"
"Tolong saya Lyn. Saya tidak bisa bergerak sama sekali. Sungguh menyakitkan." Ungkapnya dengan suara pilu yang membuat Lyn merasa iba.
Dengan cepat Lyn masuk kesana. Dia mendapati Aila terbaring lemah dalam bathtube. Segera Lyn memberikan pelukan untuk menenangkan kesedihan gadis malang itu. Oh sungguh Tiger tidak berperasaan. Dia benar benar menghajar Aila dengan kelelakiannya itu yang konon katanya membuat wanita wanita menggila.
Tiger terkenal sebagai lelaki perkasa dengan senjatanya yang sangat memabukkan wanita. Itu wajar, karena Tiger pria dewasa yang kuat dan memang pemimpin dunia gelap. Wajar jika dia suka bermain wanita. Tapi, Aila hanya gadis yang baru saja menginjak usia dewasanya. Terlebih Aila adalah seorang gadis yang sangat menjaga dirinya dari setiap lelaki hidung belang. Dan dengan tanpa berperasaan Tiger menghajarnya.
Tiger keterlaluan. Aku akan memakinya saat tiba di mansion. Lyn bersumpah akan memaki pria brengsek itu nantinya.
__ADS_1