Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 65


__ADS_3

Seon, Adit dan Adam tengah berdiskusi untuk kembali ke mansion, menemui Sony. Mereka ingin menanyakan keberadaan Tiger saat ini, karena Kinan dan Pin benar benar tidak bisa melacak keberadaan Tiger sama sekali.


"Seon, aku rasa kita harus membakar mansion terlebih dahulu. Hanya dengan begitu, pengkhianat pengkhianat itu akan meninggalkan mansion atau ikut terbakar bersama mansion."


Itu suara Ririn. Dia tidak hanya asal bicara, tapi masalah ini pernah dibahasnya bersama Tiger. Meski harusnya tidak secepat ini pengkhianat itu menyerang. Memang rencana Tiger tidak berjalan sesuai dengan yang telah direncanakannya, tapi Ririn rasa Seon, Adit dan Adam bisa menyusun rencana baru untuk membasmi para pengkhianat itu.


"Aku memang akan segera membakar mansion. Tapi, sebelum itu aku ingin menemui pak Sony. Aku rasa dia tahu sesuatu tentang Tiger, atau malah mungkin dia tahu keberadaan Tiger."


"Tapi, kembali ke mansion tanpa persedian senjata yang cukup sama saja dengan mengantarkan nyawa sia sia…" Rey ikut dalam obrolan itu.


"Kita juga tidak bisa terhubung dengan pak Sony, karena sepertinya dia mengunci akses Vila dan pabrik seutuhnya. Meski kita mencoba masuk ke vila tetap tidak akan bisa sebelum pak Sony membuka kunci aksesnya." Ujar Adam.


"Ada kunci rahasia untuk bisa masuk vila meski semua akses terkunci rapat."


"Kau yakin Kinan?"


Semua mata menatap kearah Kinan yang mengatakan ada jalan rahasia menuju vila.


"Aku yakin. Tiger pernah mengatakan itu padaku, tapi saat itu aku tidak benar benar fokus mendengarkan ceritanya. Aku kira saat itu Tiger hanya sekedar membohongiku."


"Dimana? Dimana dia menyimpan kunci rahasia itu, Kinan?" Seon sampai menghampiri Kinan sangking tidak sabarnya ingin tahu dimana kunci rahasia menuju vila Tiger sembunyikan.


"Nona Aila." Ujar Kinan yang membuat semua orang terdiam tak berkutik.


"Tiger bilang nona Aila, dia hanya memberitahu nona Aila tentang keberadaan kunci rahasia menuju vila. Bahkan pak Sony yang memegang kendali vila seutuhnya pun tidak tahu."


"Aaarrggkkk---"


Itu suara Seon. Dia benar benar emosi mendengar penuturan Kinan. Sungguh tidak masuk akal, Tiger hanya memberitahukan rahasia besar itu pada putri dari musuh bebuyutannya.


"Mengapa harus wanita itu! Kenapa bukan aku saja yang menjadi penampung semua rahasia Tiger!" Perkiknya bahkan sampai memukulkan tinjunya ke tembok markas kecil tempat persembunyian mereka saat ini.


Mendapati Seon sedang tersulut emosi, Lyn langsung menghampirinya. Dipeluknya erat kekasihnya itu sambil membisikkan kata kata manis yang bisa membuat emosi Seon sedikit mereda.


Mereka yang menatap kejadian itu hanya bisa saling bertatapan dalam diam.


"Mengapa Tiger menyimpan rahasia melalui wanita itu?" Seon masih menggerutu namun tidak menggebu gebu seperti beberapa saat yang lalu.


"Seon, sepertinya kita bisa masuk ke mansion melalui gerbang Barat--"

__ADS_1


Kinan memperlihatkan dilayarnya, jika mereka masuk melalui gerbang barat, otomatis mereka akan lebih cepat sampai ke tembok menuju vila.


"Bagus Kinan. Kita bergerak sekarang." Titah Seon. "Taw, Vac kalian ikut aku. Adit, Adam, kalian tetap berjaga di markas."


"Kita ikut Seon." Tegas Adit dan Adam.


"Tidak. Kalian tetap di sini menjaga mereka."


Meski rasanya berat, mau tida mau Adit dan Adam pun menuruti titah Seon.


"Seon, kau bisa menggunakan ini untuk meledakkan mansion." Ririn memberikan box persegi empat seukuran telapak tangan pada Seon. Itu bom rahasia yang dirakit langsung oleh Tiger.


"Apa ini bom?"


"Iya kau benar. Tiger sendiri yang merakitnya."


"Baiklah."


Sebelum berangkat, Seon mengecup kening Lyn dan memberi pelukan hangat agar kekasihnya itu tidak terlalu khawatir.


"Tetap dimarkas dan jangan rewel."


Seon tersenyum, kemudian dia pun pergi bersama Vac dan Taw.


...🐯(NATM)🐯...


_Pukul 02:00 pagi_


Aila terbangun setelah mengalami mimpi menakutkan. Napasnya naik turun tidak beraturan. Dia benar benar ketakutan setelah megalami mimpi itu. Aila dikejar banyak ular dan bahkan ada beberapa ular yang membelitnya juga menggigitnya. Sungguh mimpi yang sangat menakutkan.


Setelah merasa lebih baik, barulah Aila ingat untuk meludah kearah kiri dan membaca doa saat mengalami mimpi buruk. Lalu Aila beristighfar sebanyak banyaknya dalam hati.


"Jam dua pagi. Semoga mimpi itu hanya bunga tidur." Gumamnya.


Tenggorokannya terasa kering, mau tidak mau Aila harus turun dari ranjang untuk mengambil air minum yang ada di atas meja di sudut kamar. Saat kakinya menapak di lantai yang dingin, Aila baru menyadari ternyata dia tidak memakai kaos kakinya. Tangannya juga terasa sangat dingin, hingga dibawanya kedua tangan itu masuk kedalan saku cardigannya.


"Apa ini?" Tangan kanannya menemukan sesuatu di saku kanan cardigannya. "Gps Tiger."


Ya, benda yang ditemukan Aila adalah remote kontrol gps yang tertanam di bahu Tiger.

__ADS_1


"Mengapa benda ini ada di--"


"Apa Tiger sengaja menaruhnya supaya aku bisa mengontrol gps nya?"


Sebentar Aila kembali teringat obrolannya dengan Tiger kemarin malam. Tiger megatakan keberadaannya tidak akan terdeteksi oleh Kinan, jika gps itu dinon aktifkan.


"Apa mungkin--"


Aila tiba tiba terduduk di lantai. Dia merasa sesak didadanya. Pikirannya kemana mana, dia bahkan sampai memikirkan kemungkinan Tiger dalam bahaya.


"Apa itu maksud mimpiku? Haruskah aku mengaktifkan gps-nya?" Aila bingung dan juga khawatir. Namun, dalam kebingungan itu akhirnya Aila memutuskan untuk mengaktifkan gps itu setidaknya selama beberapa menit.


"Bismillah, semoga tidak terjadi apa apa." Aila menekan tombol hijau pada remote itu. Dan ya, gps yang tertanam dibahu Tiger menghangat.


Tiger yang tergantung tidak sadarkan diri, merespon rasa hangat dibahunya. Perlahan matanya terbuka.


"Aila, syukurlah kau baik baik saja." Gumamnya pelan dengan mata yang belum seutuhnya terbuka.


Sementara itu, di markas persembunyian. Kinan dan Ririn membelalakkan mata saat titik keberadaan Tiger terdeteksi.


"Adit, Adam, kita menemukan Tiger!" Teriak Kinan dan Ririn kegirangan.


"Benarkah? Kau yakin itu benar benar Tiger?"


"Tentu yakin. Tiger sendiri yang memasang gps ini." Kinan terus memantau pergerakan benda merah itu dilayar tabletnya. "Tiger tidak bergerak sama sekali. Apa mungkin terjadi sesuatu padanya--"


"Seon, Tiger terdeksi!" Adit langsung mengabarkan pada Seon.


Seon yang hampir saja tiba di tembok mansion menghentikan langkahnya saat itu juga. "Kau yakin, Dit?"


"Ya, aku yakin. Hanya Tiger yang bisa mengaktifkan gps miliknya." Sahut Kinan.


"Dimana tetapnya Tiger sekarang?"


"Ke arah gerbang utara mansion. Kalian harus menempuh perjalanan cukup jauh sikitar 50 kilo meter kedalam hutan."


Seon, Vac dan Taw memutar arah mereka menuju utara. Mereka berlari cukup kencang berharap bisa tiba di tujuan sebelelum matahari terbit.


"Seon berhati hatilah. Aku meresa ini seperti hanya sebuah jebakan." Lyn memperingatkan pada kekasihnya itu.

__ADS_1


"Kau tenang saja, Lyn. Aku akan kembali dengan selamat." Jawab Seon dengan suara terputus putus karena dia sedang berlari cukup kencang.


__ADS_2