
Kinan ngos ngosan saat tiba di dekat Seon yang berjaga di bagian selatan mansion.
"Ada apa Kinan?"
"Lyn-- Lyn--"
Mendengar Kinan menyebut nama kekasihnya, Seon langsung berlari ke arah timur dimana tempat Lyn dan kedua hacker itu bertugas.
"Apa yang terjadi, Kinan?" Tanya Dino penasaran.
"Mmhhh-- Lyn mungkin termakan umpan musuh." Ungkapnya terbata karena masih ngos ngosan.
"Apa?" Vac dan Taw terkejut.
"Kalian berdua tetap disini. Awasi anak anak. Aku akan membantu Seon." Titah Dino pada dua rekannya itu.
"Siap!"
"Kinan, kembali ketempatmu."
Kinan mengangguk dan kembali ikut berlari mengekor dibelakang Dino yang menuju daerah timur untuk mengejar Seon.
Saat Seon dan Dino pergi untuk mencari Lyn, penyusup masuk ke mansion lewat gerbang barat untuk menambahkan suasana gaduh.
"Penyusup memasuki mansion di gerbang Barat!"
Suara itu milik Jack. Dia memberitahukan pada seluruh penjaga mansion untuk mengejar penyusup.
"Sial. Apa yang terjadi Jack?" Tanya Adit.
"Penyusup baru saja masuk melalui gerbang barat." Ulang Jack.
"Siapkan pasukan untuk menangkap penyusup. Perintahkan beberapa penjaga untuk mengawasi tembok menuju vila." Titah Adit pada Jack.
"Oke. Tapi, apa kalian ketinggalan informasi, bung?" Lanjut Jack.
__ADS_1
"Informasi apa, Jack?" Kini Adam yang menyahut, sedangkan Adit mulai merakit senjatanya.
"Lyn dan Pin sepertinya telah di culik."
"APA?"
Mereka benar benar terkejut. "Kau tidak sedang berbohong, bung?" Ulang Adit memastikan.
"Tidak. Aku serius. Seon dan Dino sedang mengejar pencuri itu ke arah Selatan."
Tanpa berpikir panjang, Adit dan Adam pun langsung berlari menuju arah Selatan. Jack, membohongi mereka supaya mereka meninggalkan gerbang Utara tempat mereka bertugas.
"Juno, apa kau mendengarku?" Jack memanggil Juno yang berada di ruangan Tiger.
"Tentu aku mendengarmu, bung. Kerja kerasmu luar biasa." Puji Juno sambil tersenyum puas.
"Harusnya kau memujiku sejak tadi, bung. Kau terlambat."
"Berhentilah bercanda Jack. Kita tidak dalam posisi untuk bercanda saat ini." Rutuk Juno agak kesal pada rekannya itu yang terkesan sombong.
Dimanakah Tiger? Apa dia masih sibuk muntah dalam situasi kacau seperti ini? Tidak. Tiger saat ini dalam perjalanan menuju suatu tempat. Tiger tidak melarikan diri, tapi lebih tepatnya dia dibawa oleh empat orang pria asing dan Tiger dalam keadaan pingsan. Dia akan diantarkan kesuatu tempat khusus yang jauh dari mansion dan terasing dari pemukiman warga.
(1 JAM YANG LALU)
Tiger masih terus terusan muntah, hingga dia menyerah dan meminta obat pada Juno. Dengan senang hati Juno memberinya obat yang ternyata telah dicampur dengan obat tidur dalam dosis yang tinggi. Hingga setelah meminum obat itu, Tiger langsung tidak sadarkan diri.
"Maafkan aku, Tiger. Tapi, kau berubah menjadi lemah sejak kehadiran Aila. Kau tidak lagi sama, kau mulai menyebalkan."
Juno menyibak rambut yang menutup bagian mata Tiger. "Kalian boleh membawanya! Ingat, kalian harus lewat gerbang Utara." Titahnya pada empat orang pria bertubuh kekar dengan wajah sangar mereka.
"Baik, tuan." Sahut mereka serentak. Kemudian mereka langsung membawa tubuh tak sadarkan diri Tiger pergi menuju gerbang Utara untuk mereka antarkan ke tempat yang telah di sediakan oleh Arnold.
"Tuan Tam, saya telah berhasil melumpuhkan Tiger. Dan mulai saat ini anda pemilik istana Tiger seutuhnya." Juno berlutut dihadapan Tam yang sejak tadi duduk manis di kursi putar singasana Tiger di ruang kerjanya itu.
Ya, Juno memberikan obat tidur pada Tiger atas perintah Tam. Dan Tam melakukan itu karena Arnold berjanji akan bekerjasama dengannya setelah Arnold berhasil menyingkirkan Tiger dan Lion king. Tam sudah merencanakan ini cukup lama.
__ADS_1
Tiger meletakkan kepercayaan terlalu tinggi pada Tam hingga dia tidak pernah sekalipun, barang sedikitpun menaruh curiga pada pria yang telah dianggapnya sebagai kakak kandungnya itu. Hingga suatu hari, tepatnya sebulan yang lalu, dia mulai mencurigai Tam. Kecurigaannya terbukti. Tapi, Tiger tidak bisa langsung membunuh Tam karena dia pernah berjanji untuk melindungi Tam bagaimanapun caranya meski dengan mengorbankan nyawanya sendiri.
"Tuan, terimalah bakti saya." Sarwa yang baru tiba diruangan itu pun ikut berlutut memberi hormat pada Tam
"Bangunlah sayangku. Kau tidak perlu berlutut padaku, terlebih kau tengah mengandung calon pewaris kita. Anak kita, buah cinta kita." Tam menarik tubuh Sarwa untuk kembali berdiri, lalu dipeluknya erat tubuh wanitanya itu.
Sarwa adalah mata mata yang dikirim Tam untuk menyelidiki Tiger. Sarwa juga bekerja sebagai karyawan di Mark holding atas perintah Tam. Setelah Tam merasa rencananya cukup untuk menyingkirkan Tiger, dia mengelabui Tiger dengan mengatakan Sarwa membawa puluhan miliyar uang perusahaan atas perintah Snake. Padahal, dia yang mengkambing hitamkan Sarwa.
Setelah itu, dia malah tergoda dengan kemolekan tubuh Sarwa, hingga mereka kebablasan sampai Sarwa hamil. Dan Tam menjadikan Sarwa umpan untuk mengacaukan Tiger. Tapi, ternyata Tiger tidak terusik sama sekali. Hal itu membuat Tam memutuskan bekerjasama dengan Snake.
"Saya hanya menginginkan seluruh aset milik Tiger. Sedangkan anda menginginkan kepala Tiger, bukan?" Ucap Tam saat menemui Snake beberapa waktu lalu sebelum Snake menemui Lion king.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" Tanya Arnold to the point.
"Saya butuh bantuan tuan untuk menyingkirkan Tiger dan antek anteknya. Saya ingin memiliki semua kepunyaannya. Dan saya akan membantu anda untuk mendapatkan Tiger."
Sebentar Arnold terdiam. Lalu dia tersenyum, "Baiklah. Saya akan membuat anda menjadi penguasa mansion Tiger. Jadi, laksanakan janji anda. Berikan Tiger pada saya."
"Itu gampang, tuan Arnold."
Dasar payah. Kau pikir kau bisa menguasai seluruh kekayaan Tiger? Aku tidak akan membiarkanmu, bodoh. Sementara aku akan mengabulkan keinginanmu. Aku manfaatkan kau untuk melaksakan misiku menghancurkan Tiger. Setelah itu kau pun akan aku hancurkan. Gumam Arnold dalam hatinya.
"Senang berbisnis dengan anda tuan Arnold."
"Tentu Tam. Kau anak muda yang berbakat dan berani. Saya suka kerja sama ini."
"Bagaimana kalau kita merayakan kerja sama ini setelah misi kita selesai, tuan Arnold."
"Tentu. Kita bisa mengadakan pesta."
Lebih tepatnya pesta kehancuran kelompok Tiger termasuk anda anak muda yang bodoh. Nikmati sesuka hatimu sampai kau puas. Setelah itu aku akan menggantung kepalamu dan kepala Tiger di mansion baruku, sebagai bukti bahwa akulah mafia terkuat yang ditakuti seluruh kalangan kelompok mafia abad ini.
Tam tersenyum menatap Arnold yang juga tersenyum padanya, tanpa tahu apa yang sedang berputar dipikiran pria tua itu.
Tersenyumlah pak tua. Karena tidak akan lama lagi, senyummu akan hilang. Aku akan segera menyingkirkanmu setelah kau berhasil memotong kepala Tiger.
__ADS_1