
Saat gedung markas Snake terbakar, Tiger sudah hampir pergi dari tempat itu. Tapi, Dewi tergepung di sana. Wanita itu menjerit minta tolong. Tiger ingin mengabaikannya, tapi tiba tiba bayangan jeritan ibunya membuat Tiger berbalik untuk menyelamatkan Dewi.
"Aku berhutang nyawa padamu Tiger."
Dewi menangis dalam pelukan Tiger saat mereka berhasil keluar dari kobaran api. Dewi membantu Tiger berjalan karena kaki kiri Tiger terkilir.
"Aku akan mengantarmu ke mansion."
Dewi membawa Tiger masuk ke mobilnya yang ditinggalkan jauh dari daerah pemukiman warga sipil. Tiger hanya menurut. Dia tidak punya tenaga untuk berdebat, timah yang bersarang di bahunya membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
"Bertahanlah Tiger. Aku akan membantu mengeluarkan peluru dari bahumu."
Dewi menyetir mobilnya hingga tiba di sebuah klinik hewan milik sahabat baiknya. Setibanya di klinik tersebut, Dewi memapah Tiger masuk dan membantunya untuk berbaring diatas meja operasi untuk hewan tentunya. Jadi hanya setengah badan Tiger yang bersender disana.
"Aku akan membuka bajumu."
Tangan Tiger menghentikan tangan Dewi yang hendak menyentuh dirinya. "Tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhku dalam keadaan segenting apapun. Cukup berikan aku obat bius dan pisau bedah." Dia memperingatkan dengan sangat jelas, meski terbata bata.
Dewi menurut saja apa yang diperintahkan Tiger, karena dia merasa berhutang nyawa. Dengan instruksi dari Tiger dia mencoba membantunya mengeluarkan peluru dari bahunya.
"Aaargghh--" Erangan Tiger menjadi pertanda peluru itu berhasil di keluarkan dari bahunya. Dia mengalami sakit kepala yang teramat sangat hingga tepat setelah ia berhasil menjahit lukanya ia pun kehilangan kesadarannya untuk beberapa menit. Dewi hanya bisa melihat tanpa berani menyentuh tubuh Tiger sedikitpun seperti yang dia perintahkan sebelumnya.
Alam bawah sadar Tiger membawanya kealam mimpi. Dia bermimpi, tengah bermain kejar kejaran dengan Aila. Sesekali mereka berpelukan dan saling mengucapkan kata kata cinta. Tapi, beberapa menit kemudian Aila tiba tiba saja menodongkan senjata di kepalanya sendiri dan menarik pelatuknya.
Dorrr
Kepala Aila memancarkan darah segar yang mengenai wajah Tiger bersamaan dengan jatuhnya tubuh Aila ke tanah.
__ADS_1
"AILA--!" Teriak Tiger mengejutkan Dewi.
"Tiger? Kau sudah sadar?" Tanya Dewi hati hati.
Mata Tiger membola. Dia masih terbayang jelas bagaimana Aila dengan sangat berani menembak kepalanya sendiri. Tiger bersyukur bahwa itu hanya mimpi belaka.
"Antarkan aku ke mansion."
"Iya. Akan aku antar."
Dewi membantu memapah Tiger kembali ke mobil. Dan mereka berangkat meningalkan klinik untuk menuju mansion.
Pukul lima subuh mobil Dewi mengejutkan penghuni mansion. Mereka berlarian keluar berharap Tiger yang datang. Tidak ketinggalan Aila juga ikut berlari keluar dari kamarnya. Dia tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak melihat Tiger, karena semakin dia menahan rasanya semakin menyakitkan.
Lyn, pin, Seon, Kinan dan kawan kawan lainnya berlari kearah mobil saat melihat Dewi keluar dari mobil sambil memapah tubuh lemah Tiger.
"Tiger!"
Saat sedang berpelukan seperti itu, Aila tiba di depan. Dia menatap kearah Tiger yang tersenyum dalam pelukan anak anaknya, kemudian mata Aila berpaling pada sosok wanita yang masih jelas ia ingat. Wanita yang bermain dengan Tiger diruang kerjanya.
Merasa Tiger baik baik saja, dan berhubung tidak ada yang menyadari kehadirannya, Aila pun memutuskan untuk kembali masuk. Tapi sebelum itu terjadi, Lyn menyadari keberadaaanya.
"Aila." Suara Lyn memanggil Aila membuat Tiger ikut menolah. Dilihatnya Aila yang mulai berbalik. Wajah itu membuat Tiger teringat mimpinya beberapa jam yang lalu. Tapi dia bersyukur Aila terlihat baik baik saja.
Satu persatu mereka melepaskan pelukan pada Tiger. Hingga tersisa Adam dan Adit yang membopong tubuhnya, membantunya berjalan masuk ke mansion. Sementara Aila hanya diam mematung.
"Lyn, Pin bawa Dewi."
__ADS_1
Mendengar Tiger meminta Lyn dan Pin membawa Dewi, bisa jadi Dewi akan di bawa ke kamar utama. Aila pun langsung bergegas masuk lebih dulu. Dia membuka lebar lebar pintu kamar utama. Dengan cepat dia membereskan beberapa helai pakaiannya dan juga mukenanya, dia membungkusnya. Aila tampak siap untuk pindah dari kamar itu. Itulah yang dia pikirkan.
Ternyata benar apa yang dipikirkan Aila. Dewi dibawa masuk ke kamar utama bersamaan dengan Tiger. Adit dan Adam membantu Tiger berbaring. Lalu Juno memasangkan infus pada Tiger.
"Dewi juga harus diobati." Lagi lagi Tiger memerintahkan untuk mengobati dewi dan itu membuat Aila merasa sesuatu menusuk ulu hatinya.
Lyn dan Pin membantu Dewi untuk berbaring di sofa, tapi sebelum itu terjadi, Tiger malah mengejutkan semua orang dengan meminta Dewi berbaring di ranjang yang sama dengannya. Tiger juga meminta Juno untuk memasang infus pada Dewi karena Dewi terlalu banyak menghirup asap saat kebakaran tadi.
Perlahan, secara diam diam Aila melangkah keluar dari kamar itu dengan membawa bingkisan pakaiannya. Langkahnya dihentikan oleh Jack dan Seon.
"Kami akan mengantarkan nona Aila ke tempat lain."
Aila menurut saja tanpa protes. Dia pikir Seon dan Jack akan mengantarnya keruangan yang sama dengan Adrian. Sementara Lyn dan Pin masih sibuk mengurus Dewi hingga mereka tidak menyadari Aila pergi dari kamar itu. Dan tanpa di ketahui siapapun, Tiger menatap punggung Aila hingga menghilang dari jangkauan matanya.
Rupanya Aila diantar ke kamar lain. Seon membuka pintu kamar itu dan terlihatlah ruangan kecil itu dengan kasur kecil dan juga ada lemari kecil tempat pakaian. Kamar ini bahkan masih cukup bagus jika hanya untuk menampung seorang tawanan.
"Nona Aila, sekarang ini kamar, anda." Ucap Jack sambil tersenyum.
"Terimakasih, Jack--"
Aila tidak mengucapkan kata yang sama pada Seon, dia hanya menunduk hormat pada pria itu. Dia punya alasan sendiri untuk tidak mengatakan kata terimakasih pada Seon. Menurut Aila, Seon tidak butuh ucapan terimakasih darinya, itu dapat dilihat jelas dari cara Seon menatapnya dengan mengejek, mungkin. Meski bagaimanapun, Seon satu satunya yang selalu memperlihatkan ketidak sukaan kepadanya.
...Hay 👋 ...
Pembaca setiaku yang baik hati dan tidak sombong 😍😄😊
Kasih vote, Like dan Komen juga dong untuk karya Author 😘
__ADS_1
...Itung itung kasih dukungan dan semangat untuk Author dalam melanjutkan tulisan ini....
Terimakasih 🙏 untuk kalian semua atas dukungannya.😘😍