Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 50


__ADS_3

Seon berhasil mendapatkan Dewi dan juga peta yang dibawa oleh wanita itu. Sayangnya Seon tertipu, karena sebenarnya Dewi hanya sedang mengalihkan perhatian agar beberapa anak anak Snake bisa memasuki mansion dan bersembunyi di mansion tanpa ketahuan.


"Kinan, target telah berhasil dilumpuhkan." Lapor Seon pada Kinan, agar pemuda itu memberitahukan pada Tiger.


"Laporan diterima, Seon."


Adit yang menanggapi, karena Kinan sudah beralih tugas. Saat Adit menjadi pendengar, dia mendengar bahwa Snake sedang menyusun rencana untuk menyerang mansion Tiger. Sayup sayup Adit mendengar mereka membahas tentang bagaimana cara menuju vila untuk menjemput Aila.


"Mereka berencana mengambil nona Aila." Gumam Adit.


Dia kembali mendengarkan suara suara itu yang akhirnya memperdengarkan suara Adrian yang mengatakan tidak ingin kembali kemansion Tiger lagi. Dia tidak mau kembali terkurung di penjara bawah tanah yang dingin.


"Pria yang malang. Rupanya putra Snake king bukan ancaman yang menakutkan. Dia hanya secuil serangga tak menakutkan." Oceh Adit sambil tersenyum mengejek. Dia tidak menyadari bahwa semua itu hanya tipuan semata.


Belum sempat Adit mendengar lebih banyak informasi tipuan itu lagi seseorang sudah datang menghampirinya.


"Hei bung? Sejak kapan kau disini?"


Suara itu milik Jack yang sudah kembali. Sontak saja Adit melepaskan headphone ditelinganya.


"Jack, kau sudah kembali?"


"Apa yang kau lakukan disini, Adit?" Jack tampak marah. Dia bahkan menarik paksa agar Adit meninggalkan kursinya.


"Tiger yang memintaku untuk mengambil alih sementara tugasmu, Jack. Bukankah kau sibuk mengurus nona Sarwa?"


"Kau benar, maafkan aku. Ah wanita itu menyebalkan. Andai bukan karena bayi dalam perutnya sudah kubolongi kepalanya!" Rutuknya kesal.


"Tapi, apakah benar nona Sarwa mengandung bayi Tiger?"


"Entahlah, Dit. Yang jelas, phi Tam tidak akan membohongi Tiger." Celetuk Jack yang kembali pada pekerjaannya.


"Kau banar, phi Tam tidak mungkin berbohong." Adit menghela napas berat. "Aku pergi, bung."


"Ya, lakukan tugasmu, bung."

__ADS_1


"Ah, aku rasa aku harus memberitahumu bahwa putra kesayangan Snake king sangat ketakutan. Dia mengalami trauma berat akibat dikurung di penjara bawah tanah." Tutur Adit dengan senyum mengejeknya yang sempurna. Dan Jack hanya diam saja.


Begitu Adit pergi, Jack kembali memasang headphone ketelinganya untuk mendengarkan perbincangan di markas Snake, mereka sudah benar benar siap dengan rencana untuk memancing Lyn keluar dari mansion, dengan mengirim seorang anak kecil warga sipil yang pura pura di kejar oleh anak anak Snake.


Sedangkan cara menangkap Kinan dan Pin, itu dengan mengacaukan titik keberadaan Lyn. Buat titik keberadaan Lyn berada di rumah warga sipil itu, Pin akan langsung menyelamatkan rekannya itu ditemani kinan. Mereka akan bergerak tanpa sepengetahuan Tiger dan yang lain. Karena yang lain akan disibukkan dengan penyusup yang juga akan dikirim ke mansion.


"Kalian aku perintahkan untuk mencari anak kecil yang bisa di atur untuk menjebak Lyn." Titah Baron pada dua orang anak buahnya.


"Dan Kalian, persiapkan semuanya dengan baik. Mulai kacaukan dua hackers itu." Titahnya lagi pada tiga orang hackers terbaiknya.


"Kau, carilah seseorang yang punya keberanian untuk masuk ke mansion." Lanjutnya.


"Baik, kapten Baron."


Semua anak anaknya mulai menyebar untuk melaksanakan tugas masing masing.


"Dan kau Baron, ceritakan cerita yang rapi pada tuan muda Adrian, agar memancingnya untuk segera membebaskan Aila."


Titah Arnold pada Baron.


Baron bergegas menemui Adrian yang tampak prustasi karena terkurung di kamarnya. Kedatangan Baron, membuatnya sedikit lega.


"Tuan muda."


"Baron, please katakan pada Papa untuk segera membebaskan aku."


"Tenang tuan muda. Anda akan segera bebas, karena kali ini tuan Arnold akan memberikan misi penting untuk anda selesaikan. Jika anda berhasil, maka tuan muda akan dibebaskan selamanya." Tutur Baron.


"Misi apa itu, Baron?" Adrian tampak tidak sabaran.


Sebentar Baron menghela napas, lalu dia mulai menceritakan bahwa sebenarnya Arnold adalah pimpinan kelompok mafia.


"Apa kau mencoba membohongiku Baron? Apa papa menyuruhmu menceritakan kebohongan ini untuk membuatku berhenti memikirkan Aila."


"Tidak tuan muda, saya tidak berbohong. Saya mengatakan yang sebenarnya dan saya sudah dapat izin dari tuan Arnold untuk mengungkap siapa sebenarnya nona Aila."

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


Sebelum memberikan penjelasan Baron menghela napas terlebih dahulu. "Sebenarnya Aila bukanlah cucu tuan Cakra--"


"Kau berbohong, Baron--" Adrian tidak percaya pada omong kosong yang keluar dari mulut Baron. "Aku tidak percaya. Semua ini hanya rekayasa yang kalian buat supaya aku ikut dalam misi gila kalian, kan? Jangan mengatakan kebohongan tak berdasar itu padaku. Aku tidak akan pernah percaya" Tegasnya lantang.


Baron mengabaikan ocehan Adrian, dia melanjutkan ceritanya dengan memperlihatkan beberapa bukti bahwa benar Arnold adalah pimpinan mafia yang bergelar Snake king, dan Adrian terdiam seketika, entah dia percaya atau tidak, Baron tetap melanjutkan ceritanya.


Kemudian Baron juga menegaskan bahwa sebenarnya Aila bukanlah anak Ciko dan bukan cucu dari Cakra. Lagi lagi Adrian hampir tidak percaya, jika saja Baron tidak memperlihatkan foto foto pria berpakaian serba hitam yang merupakan mask Rabbit yang tidak sengaja menukar bayi yang dibawanya dengan bayi milik Ciko.


"Tidak mungkin. Ini pasti ada kesalah pahaman dalam rekaman ini." Adrian masih saja tidak bisa mempercayai hal itu. Semuanya terlalu mengejutkan baginya.


"Nona Aila adalah bayi yang dibawa pria ini dua puluh tahun lalu. Sementara, bayi Ciko sudah dibunuh olehnya sejak saat itu juga."


"Anda mulai tidak masuk akal Baron. Anda sudah mulai gila. Aku masih tidak bisa mempercayai semua ini."


"Saya tidak gila tuan muda. Nona Aila benar benar putri dari seorang pimpinan mafia yang lain, yaitu kelompok Lion king. Percaya tidak percaya, tuan muda harus percaya."


"Tidak mungkin. Aila milikku. Aila hanya milikku." Bantah Adrian lantang, dia menegaskan berkali kali bahwa Aila hanya miliknya dengan tatapan mata yang menakutkan. Hal itu memberikan senyuman kemenangan diwajah Baron, dia berhasil mempengaruhi tuan mudannya.


"Tuan muda juga harus tahu, orang yang mengurung tuan muda dan menahan nona Aila, adalah kelompok mafia lainnya lagi. Mereka disebut kelompok Tiger."


"Baiklah aku akan mencoba percaya semua cerita gila mu. Tapi, apa tujuan mereka menculik Aila?"


"Karena nona Aila putri dari Lion king. Dan Lion king, telah membunuh kedua orangtua Tiger king. Mereka menculik Aila untuk membalas dendam pada Lion king, mereka akan membunuh nona Aila dengan cara yang tragis tepat dihadapan Lion king."


"Tidak. Tidak ada yang boleh menyakiti Aila." Adrian tampak panik dan tersulut emosi. "Baron, tolong aku untuk mengeluarkan Aila dari tempat itu. Aku mohon!!"


"Tenang tuan, muda. Saya sudah menyusun rencana bagus untuk mengeluarkan nona Aila dari tempat itu. Dan inilah misi yang diberikan tuan Arnold."


"Apa maksudmu? Misi seperti apa ini?"


"Jika tuan muda berhasil membawa nona Aila kembali dengan selamat, tuan Arnold akan mengizinkan kalian untuk menikah, meskipun memang nona Aila adalah putri dari mafia yang merupakan musuh tuan Arnold."


"Aku tidak peduli tentang mafia mafia apalah itu. Saat ini, aku hanya ingin segera membawa Aila kembali. Aku akan menyelamatkan Aila." Penuh tekad.

__ADS_1


Senyum kemenangan terpampang lebar diwajah Baron. Ternyata, meski tidak diperkenalkan pada dunia mafia, Adrian masihlah memiliki darah kental dari pimpinan mafia yang licik dan kejam. Tentu saja, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.


__ADS_2