
Aila sudah kembali tenang dan dia juga sudah tertidur lagi. Setidaknya itu yang dipercayai Varen. Sehingga dia pun pergi dari villa dan menitipkan Aila kembali pada dua dokter kepercayaannya itu yang sudah memegang peta rahasia menuju pabrik senjata.
Begitu Varen sudah benar benar meninggalkan Villa, Aila pun kembali terbangun, namun sayang dia tidak bisa bergerak sama sekali, karena kedua dokter itu mengikat tubuhnya di ranjang khusus pasien yang ada tali pengikatnya.
"Apa yang kalian lakukan, lepaskan saya!" Seru Aila sedikit berteriak.
"Tetaplah seperti ini nyonya Aila. Karena kami akan meninggalkan nyonya sebentar. Kami akan memberikan peta ini pada tuan Tam."
Aila terus berontak ingin melepaskan diri tapi tidak bisa. Sehingga dia hanya memandangi punggung dua dokter wanita itu yang melangkah pergi meninggalkannya sendirian di kamar.
Dua dokter itu pamit pada Varen untuk membeli obat obatan karena stok obat sudah menipis. Varen pun mengizinkan tanpa adanya rasa curiga sedikitpun pada mereka.
Senyum penuh kemenangan pun terpancar di wajah mereka saat berhasil mengelabui Varen. Mereka pun bergegas pergi menemui Tam yang ada di pusat kota. Tam tinggal di kota dengan nama dan wajah orang lain dan dia dikenal sebagai seorang saudagar kaya raya yang baik hati oleh orang orang disekitarnya.
Begitu tiba di kediaman Tam, dua dokter itu pun langsung menemui Tam di ruang kerjanya. Mereka datang dengan membawakan peta yang diinginkan Tam sejak lama.
"Selamat pagi, tuan." Dua dokter wanita itu menunduk hormat dihadapan Tam.
"Kalian berhasil membawa petanya untukku?"
__ADS_1
"Iya tuan. Ini petanya." Mereka menyerahkan peta itu pada Tam.
Dengan senang hati dan perasaan yang sangat gembira, Tam menatap peta yang kini ada di tangannya. Dia tersenyum lebar, menganggap dirinya akan segera berhasil mendapatkan apa yang dia mau, yaitu menguasai pabrik senjata seutuhnya dan melenyapkan Varen menggunakan senjata senjata itu.
"Apa kalian tidak dicurigai sama sekali oleh Tiger?" Tanya Tam yang menatap tajam pada dua wanita yang berstatus dokter kejiwaan itu.
"Tidak sama sekali tuan. Tiger tidak menaruh curiga sedikitpun pada kami. Itu berkat akting nyonya Aila yang luar biasa."
Tam terdiam sejenak mendengar mereka memuji Aila.
"Dia memang sangat menggoda. Harusnya Aila menjadi istriku saja.." Gumamnya.
"Itu ide yang bagus tuan. Jika tuan merebut pabrik senjata dan nyonya Aila dari Tiger sekaligus, maka itu sama dengan kamatian bagi seorang Tiger." Ujar salah satu dari dokter itu.
Dia pun langsung memanggil seorang pria yang selalu menemui Aila dan mengancam Aila selama ini. Pria itu adalah tangan kanannya yang menyelamatkannya saat terbakar waktu itu.
Tam berhasil selamat dari kebakaran itu, dan si tangan kanannya ini mengganti tubuh Tam dengan tubuh seorang prajurit biasa yang memiliki postur tubuh yang mirip dengan Tam. Dan karena saat kebakaran itu, tangan Tam terbakar si pria ini pun memotong tangan Tam dan menyambungkannya dengan tangan prajurit itu, untuk memberikan dna Tam agar tidak dicurigai oleh Varen.
Ya, pria ini bernama Yudit, dia seorang dokter ahli bedah dan juga seorang psikopat. Dia menjadi salah satu prajurit yang bekerja untuk Arnold waktu itu dan kini dia bekerja untuk Tam, karena Arnold masih mendekam dipenjara.
__ADS_1
Dengan adanya Yudit di samping Tam, semua rencana busuk Tam berhasil dengan baik tanpa adanya kegagalan. Ya, seperti membunuh Sayyidah, itu adalah ulah Yudit. Dan dia juga yang mengancam Aila dengan menjadikan Varen sebagai alasannya untuk membuat Aila patuh padanya.
Jika itu Tam, Aila bahkan mungkin bisa mengalahkannya dengan mudah. Tapi, ini Yudit si psikopat. Aila sungguh tidak bisa melawan pria menakutkan itu. Aila yang sudah tahu bahwa pria itu yang telah membunuh putrinya, malah tidak bisa berkutik saat pria itu mengancam akan membunuh Varen. Ya, Aila diam dan mengikuti semua kemaun mereka demi menyelamatkan Varen.
Tentu saja, keputusan Aila membuat Yudit dan Tam geli. Betapa Aila sangat ingin melindungi Varen, bahkan jika harus mengkhianati suaminya itu. Sungguh Aila membuat mereka merasa geli.
Kini Yudit sudah berdiri di hadapan Tam.
"Ada apa, tuan?"
"Bawa Aila padaku. Aku ingin menjadikannya sebagai istriku. Dia sangat mempesona." Titah tam pada Yudit.
"Akan segera saya bawakan, tuan. Wanita itu akan segera menjadi milik tuan seutuhnya. Dan saya juga akan membuat skenario yang bisa membuat Varen jatuh dalam sekejap. Saya akan membongkar tentang pengkhianatan Aila terhadapnya."
Tam tersenyum bangga. "Kau luar biasa Yudit, Kau sangat cerdas. Aku tunggu hadiah darimu. Ah, sungguh aku tidak sabar ingin melihat Varen jatuh."
Dia merasa menang kali ini. Dia merasa senang karena bisa mengalahkan Varen dengan mudah selama Yudit ada bersamanya.
"Pertama, sebelum membawa Aila padaku. Pergilah ke tempat ini. Rebut semua yang ada di sana dan musnahkan semua orang yang menjaganya, lalu bakar tempat itu." Tam memberikan peta pabrik senjata pada Yudit.
__ADS_1
"Tugas akan segera saya laksanakan, tuan." Ujar Yudit.
Lalu psikopat itu pergi meninggalkan ruangan Tam diikuti oleh kedua dokter itu. Ya, mereka juga harus segera kembali ke Villa dengan membawa obat baru untuk Aila. Tentu saja mereka akan membeli obat terlebih dahulu sebelum kembali, supaya tidak dicurigai oleh Varen.