Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 35


__ADS_3

Aila duduk termenung di kursi taman. Sudah hampir dua jam dia duduk disana dengan hanya menatap bunga bunga indah di dalam rumah kaca.


"Kau tidak mengantarkan sarapan untuk Adrian?"


Suara itu milik Pin. Dia baru saja duduk disamping Aila. Tadinya dia hendak menjenguk Aila di kamar barunya itu, tapi batal, karena matanya menatap keberadaan Aila yang duduk melamun di taman sendirian.


"Pin, apakah tidak ada cara sama sekali untuk membebaskan, Adrian?"


"Kau ingin Adrian bebas?"


Aila mengangguk cepat. Dia tidak sanggup melihat Adrian terkurung di penjara bawah tanah tanpa alasan yang jelas. Aila tidak mengerti mengapa Tiger mengurung Adrian yang hanya seorang anak muda baik baik yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia mafia.


"Tidak bisa, sebelum Arnold sendiri yang datang menjemputnya."


"Kenapa begitu, Pin? Dan sebenarnya apa alasan Tiger menjadikan Adrian tawanan?"


"Karena Arnold." Jawab Pin singkat.


"Kenapa om Arnold? Apa yang om Arnold lakukan pada Tiger. Bukankah keinginan om Arnold hanya meminta Tiger untuk membunuhku? Kalau begitu katakan pada Tiger untuk segera membunuhku dan bebaskan Adrian segera--"


Pin menghela napas dalam. Sebentar dia menatap wajah bingung Aila. "Maaf Aila aku tidak bisa mengatakan apa pun."


Mendengar itu membuat Aila merasa sedikit kecewa. Lalu, dia menatap wajah Pin yang tampak serius dengan apa yang barusan diucapkannya.


"Ceritakan padaku, Pin. Tolong jelaskan semua kebingungan ini. Aku sendiri bahkan tidak mengerti mengapa Tiger masih membiarkan aku hidup, rasanya melelahkan. Jika memang hanya karena untuk menjadi alat pem-uas na-fsunya, harusnya dia bisa melakukan itu pada wanita wanitanya yang lain. Kenapa harus aku-- aku jauh dari kata menarik dibanding wanita yang pernah aku lihat bersama Tiger." Matanya berkaca kaca, bulir bening itu bahkan jatuh begitu saja dari pelupuk matanya, dia sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis.


Selama di tempat asing ini, Aila memang tampak baik baik saja. Tapi sungguh, mentalnya terluka. Dia ketakutan dan kebingungan dengan apa yang dialaminya selama di tempat asing ini. Aila bahkan kadang bingung, apakah dia benar benar sudah menikah? Apakah pernikahan itu sah? Apakah dirinya berbeda dengan wanita wanita itu atau kah malah sama saja.


"Aku takut, Pin. Aku bingung dengan semua ini. Aku ingin pulang--" Tangisnya pecah.


Pin memeluk Aila, membiarkan gadis muda itu menangis sepuasnya.

__ADS_1


Maafkan aku, Aila. Aku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa. Aku hanya bisa berharap, semoga kau tidak benar benar menaruh hati pada Tiger. Begitu pula sebaliknya. Ya, kau dan Tiger tidak harus saling mencintai. Cinta kalian hanya akan membuat kalian saling tersakiti.


...🐯(NATM)🐯...


_Markas baru Snake King_


Arnold dan anak buahnya tengah menyusun rencana untuk membebaskan Adrian dari Tiger. Mereka dibantu oleh seorang pria yang pernah bekerja sebagai pengawal di mansion Tiger setahun yang lalu. Pria ini bernama Yum, dia berhenti karena ketahuan mencoba mencuri senjata kesayangan Tiger. Beruntungnya Tiger hanya membiarkan Yum pergi tanpa menghabisi nyawanya.


Kini si pria setengah baya itu malah kembali berkhianat. Dia menggambarkan peta seluruh tata letak mansion termasuk penjara tempat Adrian di kurung.


"Terowongan ini satu satunya tempat masuk ke mansion yang tidak terdeteksi CCTV." Jelasnya.


"Apakah kau tahu kamar utama? Aku dengar Tiger mengurung nona Aila di kamar itu."


Suara itu milik Baron. Dia mendapat informasi itu dari Dewi.


"Nona Aila tidak dikurung, tuan. Dia dibiarkan berkeliaran bebas di area mansion. Terlebih, sejak tuan muda Adrian di kurung, dia selalu datang setiap tiga kali sehari menemui tuan muda dengan membawakan makanan dan selimut untuk tuan muda." Jelas pak Yum yang mendapat informasi itu dari salah satu temannya yang bertugas sebagai asisten koki di mansion Tiger king.


"Saya yakin Snake king."


Arnold terdiam sejenak. Ide baru pun muncul di kepalanya. "Siapkan pasukan penyusup kepercayaanmu, Baron. Kita harus segera bergerak cepat. Dan kita harus membawa Adrian sekaligus Aila."


"Baik Snake king."


Sementara Baron dan pasukannya mulai bergerak untuk menyusup masuk ke mansion. Seon dan Jack malah masuk perangkap anak anak Lion.


Seon dan Jack menerima tugas mengantarkan senjata pada klien mereka yang berasal dari Jepang. Transaksi ini hanya sekedar transaksi kecil yang menurut mereka tidak perlu melibatkan Tiger didalamnya. Seon dan Jack merasa klien dari Jepang itu hanya seorang pemula yang baru belajar dalam melakukan transaksi di dunia mafia. Jadi, mereka merasa bisa menyelesaikan dengan baik tanpa harus melibatkan Tiger.


Sayangnya, ternyata mereka ditipu. Si klien Jepang itu adalah anak buah Lion yang baru dilantik. Sementara transaksi itu berlansung, Seon dan Jack langsung di kepung oleh anak anak Lion. Puluhan senjata tertuju pada mereka berdua yang hanya memiliki masing masing satu senjata saja. Biasanya juga selalu seperti itu, tapi mereka akan dibantu oleh Vac, Taw dan Dino juga Kinan. Tapi, kali ini mereka benar benar akan mati ditempat jika berani mencabut senjata di pinggang mereka.


"Jangan mencoba melawan, atau tubuh kalian akan dipenuhi oleh puluhan timah panas ini."

__ADS_1


Suara itu milik Ben. Dia yang memerintahkan anak anaknya untuk menangkap Seon dan Jack untuk mencari tahu informasi mengenai Aila.


"Apa yang harus kita lakukan?" Bisik Jack pada Seon.


"Untuk saat ini, kita ikuti saja dulu mereka. Jangan gegabah atau kita akan mati konyol."


"Letakkan senjata kalian ke lantai!"


Ben memerintahkan. Seon dan Jack pun mengikuti perintah. Mereka meletakkan senjata ke lantai, lalu mengangkat kedua tangan keatas.


"Bawa mereka ke mansion."


Mereka dibawa oleh anak anak Lion setelah kedua tangan mereka diborgol.


Sial!! Rupanya ini hari tersialku. Pikir Jack.


Bagimana tidak sial. Jack yang biasanya hanya duduk diam di ruangannya untuk mendengarkan setiap perbincangan orang orang di mansion ataupun menyadap ke mansion musuh, tiba tiba tertarik dengan tawaran Seon yang mengajaknya menakut nakuti anak bawang. Eh ternyata malah masuk perangkap singa.


Mereka di kurung di penjara bawah tanah. Tapi, anehnya tidak ada pengawal yang ditugaskan untuk menjaga penjara. Bahkan setelah hampir berjam jam lamanya mereka terkurung, anak buah Lion tidak melakukan apapun pada mereka.


Seon merasa ada yang aneh. Tidak mungkin mereka ditahan tidak untuk di siksa. Tapi, Tiger juga melakukan itu pada Aila, dia menahan Aila, tapi membebaskan Aila berkeliaran layaknya pemilik rumah. Apakah sekarang memang sedang trend-nya para mafia bersikap baik pada tahanan mereka.


"Apa yang akan mereka lakukan? Apa mereka akan membunuh kita, Seon?"


"Tidak usah khawatir, Jack. Sepertinya kita ditahan disini hanya unyuk memancing agar Tiger keluar dari mansion. Mereka berencana untuk menyusup masuk ke mansion saat Tiger lengah, lalu mereka akan membawa Aila dengan selamat."


"Kau yakin? Mereka tidak akan membunuh kita--"


"Aku yakin Jack. Jadi tenanglah, cobalah untuk pejamkan matamu."


Jack pun menurut. Dia memejamkan matanya, begitu juga dengan Seon yang sebenarnya juga merasakan khawatir yang sama seperti yang dialami Jack.

__ADS_1


__ADS_2