Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 61


__ADS_3

_Markas rahasia Snake_


Di sinilah Tiger.


Kedua tangan Tiger di ikat keatas, kakinya juga di ikat hingga tidak bisa bergerak bebas. Dia berada di dalam kolam ukuran satu kali satu meter persegi dengan kedalaman tiga meter. Tubuhnya direndam dalam air kolam hingga sebatas lehernya, itu artinya kakinya tidak menapak ke dasar kolam. air itu sangat dingin, karena didalamnya juga dimasukkan beberapa balok es. Tubuh atasnya terekspos tanpa adanya baju disana, sehingga membuatnya sangat kedinginan, untungnya celana jeansnya masih melingkar erat di pinggangnya lengkap dengan ikat pinggang.


Apa yang terjadi? Dimana ini--


Tiger mulai membuka matanya dia berusaha keras agar matanya terbuka lebar. Tangannya mulai terasa sangat perih, karena terikat terlalu erat, tapi kakinya tidak dapat merasakan apa apa di bawah sana karena terlalu dingin. Dan dia sudah terikat seperti itu hampir lima jam lamanya.


"Sudah bangun, Tiger!"


Suara itu, Tiger mengenalnya. Membuatnya bergerak untuk menoleh kearah belakang, tapi gagal karena posisi itu membuat pergelangan tangannya semakin perih.


"Arnold Bubara!"


"Yeah. Saya Arnold Bubara, Snake king." Dia berdiri tepat didepan tubuh tergantung Tiger.


"Kau bekerjasama dengan Tam?" Tanya Tiger dengan tenang dan datar tanpa ekspresi marah ataupun murka. Padahal bibirnya bergetar menahan rasa dingin yang semakin menusuk.


"Wajah datar apa itu, Tiger. Mengapa kau tidak marah atau memaki saudaramu itu yang sudah mengkhianatimu."


"Karena dia tidak begitu bararti bagiku."


Kalimat santai dan datar itu membuat Arnold merasa kecewa dan marah hingga dia memukul tepat di wajah Tiger menggunakan benda berbentuk tangan yang memiliki gangang panjang untuk menyentuh wajah Tiger, sementara Arnold berjongkok dipinggir kolam itu. Tiger memejamkan matanya tanpa mengeluarkan suara sama sekali saat wajahnya dipukul.


"Kau bilang si bodoh itu tidak berarti bagimu? Harusnya kau bilang kau terluka, harusnya kau sangat sedih atas pengkhianatan saudara tersayangmu itu, Tiger. Ooohh Kau sungguh tidak punya hati nurani rupanya."


Plaakkkk---

__ADS_1


Lagi dan lagi. Snake memukul wajah Tiger berkali kali tanpa ada rasa kasihan sama sekali. Rasanya? Jangan tanyakan rasa sakitnya. Karena pukulan Arnold terlalu lemah menurut Tiger.


SIAL. Harusnya rencanaku tidak seperti ini. Aarrrgg semuanya kacau. Pikir Tiger kesal karena rencananya tidak berjalan sesuai yang telah dia susun rapi bersama Ririn. Ini terlalu cepat dari perkiraannya.


"Snake, Seon menuju mansion. Kinan bocah itu mendapat informasi dari Adit bahwa mansion diserang dan mereka juga mengabarkan bahwa Tiger menghilang."


Itu Baron. Dia baru saja masuk keruangan itu untuk memberitahukan informasi yang didengarnya dari Jack dan mereka meminta bantuan Snake untuk menyingkirkan Seon.


"Biarkan mereka, Baron. Tam akan menjadi pemilik mansion jika dia berhasil selamat dari Seon."


Tiger tersenyum mengejek mendengar pernyataan Snake barusan. Tidak dia tidak mengejek Snake, tapi mengejek Tam yang mungkin telah melearikan diri dari mansion mendengar kedatangan Seon. Melihat seringaian mengejek diwajah Tiger membuat Snake hendak memukul wajahnya lagi, tapi sebelum itu terjadi--


"Ada satu kabar lagi dari tuan muda Adrian Snake." Bisik Baron cukup lantang sengaja supaya Tiger bisa mendengarnya.


"Kabar apa lagi. Apa dia merengek ingin pulang ke Indonesia?"


Baron menggeleng cepat. "Hanya ingin mengabarkan, nona Aila telah keguguran."


Snake dan Baron bahkan sampai menutup telinga mereka. Sekilas mereka menatap wajah Tiger yang tampak sangat menyeramkan, seperti seekor harimau yang siap menerkam.


"Tiger, teriakanmu sangat memekakkan telinga saya. Tidak bisakah kau bertanya dengan pelan?" Rutuk Arnold dengan raut wajah mengejek.


Tiger menghela napas, wajahnya kembali datar meski napasnya tampak turun naik menahan luapan emosinya. "Please, jangan menyentuhnya. Jangan sakiti dia, aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan."


"Wuaahhhh hahahaaa---"


Suara tawa Arnold menggelegar membuat Baron juga ikut tertawa pelan.


"Tiger-- Tiger. Oh sungguh kau sangat malang. Kau mempertaruhkan segalanya hanya karena wanita itu. Kau bahkan melupakan bagaimana Lion membunuh kedua orangtua dan adik-mu dengan cara yang menyakitkan." Arnold menggeleng gelengkan kepalanya mengejek Tiger, dia mencoba mengingatkan lagi kejadian puluhan tahun lalu itu.

__ADS_1


Dia mengulurkan kayu panjang yang ujungnya runcing tepat didahi Tiger. "Kau harus tahu, wanita itu memilih lari dari mansion bersama putra saya, Adrian. Kau tentu mengenal Adrian, bukan? Kau pernah menahannya di penjara bawah tanah yang dingin. Kau tahu, Wanita itu memutuskan menggugurkan janinnya karena dia sangat membencimu. Dia tidak sudi mengandung be ni h dari pria kejam sepertimu."


Tiger tidak bereaksi. Dia meluruskan pandangannya menusuk kedua bola mata Arnold yang tampak sedikit bergetar menerima tatapannya. "Turunkan pandanganmu bodoh!"


Arnold memukul wajahnya lagi berkali kali dengan ganas seperti kesetanan.


Tiger tidak berusaha menghindar ataupun berontak sama sekali, dia bahkan tampak sengaja menerima pukulan itu yang membuat da ra h segar keluar dari hidung dan mulutnya.


"Apa yang Kau inginkan dariku, Arnold?" Tanya Tiger begitu Snake berhenti memukul wajahnya.


Mendapat pertanyaan frontal dari Tiger membuat Arnold sedikit heran, dia bahkan kagum.


Betapa kuatnya pria ini, tak merasakan sakit meski hidung dan mulutnya mengeluarkan banyak darah.


"Bagaimana kalau kau bergabung denganku untuk memusnahkan Lion king. Kemudian aku akan menyingkirkan Tam untukmu. Tidak. Maksudku, bagaimana jika kau menobatkan aku menjadi Tiger king."


"Apa yang akan aku dapatkan jika kau menjadi Tiger king berikutnya."


"Kau bisa mendapatkan Aila-mu kembali. Bukankah kau hanya membutuhkan darah daging Lion itu. Aku akan mengembalikan Aila padamu asal Kau menghabisi Lion di depan kedua mata Aila." Ujarnya penuh semangat.


"Kau pikir aku bodoh Snake. Semua syarat yang kau ajukan hanya menguntungkan untukmu sendiri dan merugikanku. Aku tidak setuju." Tegas Tiger.


"Kau tidak setuju? Baik, kalau memang seperti itu, saya akan kembali ke misi awal. Saya akan menembak kepala Aila dihadapan kau dan Lion king."


"Lakukan sesuka hati anda, tuan Arnold. Aku mendukung seratus persen misimu untuk menembak kepala Aila dihadapan Lion king. Hah hahaaa, pasti menyenangkan melihat wajah sedihnya menatap putrinya mati didepan matanya."


Kalimat yang diucapkan Tiger barusan membuat Arnold heran. Dia menatap dalam dalam kedua bola mata Tiger yang tidak memperlihatkan kebohongan disana saat mengungkapkan kalimat itu. Tiger bahkan tampak sangat lega.


"Kau bersungguh sungguh, bocah ingusan?" Selidik Arnold dengan hati hati.

__ADS_1


"Tidak ada yang lebih penting dari apapun di dunia ini kecuali nyawa saya sendiri, Snake."


Wah, apa yang dikatakan Lion benar. Tiger sangat menakutkan bahkan lebih dari binatang buas.


__ADS_2