
_Pukul 03:46 pagi_
Adit dan Tiger mengendap endap untuk menuju penjara bawah tanah mansion Lion. Untuk menuju penjara bawah tanah, mereka tidak perlu memasuki mansion, mereka akan lewat jalan belakang.
Kinan membantu mengalihkan cctv di mansion Lion. Dengan perbekalan alat alat yang canggih, Kinan bisa mengendalikan dari jarak jauh.
Langkah keduanya semakin dekat pada lorong di ujung sana yang akan mengantarkan mereka ke penjara bawah tanah.
Saat Tiger, Adit dan juga Kinan lengah. Baron dan anak anaknya sudah tiba di terowongan mansion Tiger. Mereka berhasil tiba di penjara bawah tanah tanpa ketahuan.
"Tuan muda, Adrian!"
Baron memanggil Adrian dengan cara berbisik. "Tuan muda. Saya datang untuk membawa tuan muda keluar dari tempat ini."
Adrian terbangun. Dia melihat orang orang itu mengelilingi seakan berusaha menjaganya. "Siapa kalian!" Teriak Adrian.
Sayangnya suara teriakan Adrian tidak terdengar oleh Taw dan Dino yang mulai terlelap saat menghirup asap beracun yang ternyata sudah disebarkan oleh anak anak Snake beberapa menit yang lalu.
"Tuan muda Adrian. Perkenalkan, saya Baron. Saya diperintahkan tuan Arnold untuk menjemput tuan muda."
"Papa?"
"Iya tuan muda."
"Dimana Papa?"
"Tuan Arnold ada di tempat yang aman. Beliau menanti kedatangan anda, tuan muda."
Adrian melirik sekitar, dia tidak melihat adanya penjaga yang selalu mengawasinya.
"Mari ikut kami, tuan muda. Kita harus segera keluar dari tempat ini."
"Tidak. Saya tidak akan keluar dari tempat ini tanpa Aila." Tolaknya.
"Tuan muda tidak usah khawatir. Salah satu utusan saya sedang menuju kamar utama mansion untuk menjemput, nona Aila."
"Benarkah? Kalian benar benar akan membawa aku dan Aila keluar dari tempat ini?"
"Benar tuan muda."
Apa yang dikatakan Baron benar adanya. Tiga orang berjalan perlahan memasuki mansion sambil menebar asap beracun. Asap itu bahkan hampir memenuhi mansion dan berhasil membuat penghuni mansion pingsan saat menghirupnya.
"Kita sudah tiba di kamar utama."
Suara itu milik asisten koki yang menjadi mata mata utusan Yum si pengkhianat.
Yum dan temannya membuka pintu kamar utama dengan mudah. Mereka masuk kekamar itu, namun mereka tidak mendapati Aila dimanapun. Hanya ada sajadah Aila yang terbentang di samping ranjangnya.
"Tuan muda Adrian tidak akan mau meninggalkan tempat ini tanpa nona Aila." Rutuk Yum yang merasa kesal karena tidak juga kunjung menemukan Aila.
__ADS_1
"Kita tidak punya cukup waktu untuk mencari nona Aila disetiap sudut mansion. Lion king juga mengirim anak anaknya untuk mendapatkan Aila." Celotehnya merasa sangat kesal.
"Kita pergi tampa gadis itu. Keselamatan tuan muda jauh lebih penting."
Yum dan dua temannya akhirnya keluar dari kamar itu meninggalkan Aila yang bersembunyi di dalam lemari pakaian Tiger diruang gantinya.
Siapa Lion king? Siapa mereka? Mereka memanggil Adrian dengan sebutan tuan muda. Apakah mereka suruhan om Arnold.
Yum kembali menemui Baron dan mengabarkan bahwa mereka tidak bisa menemukan Aila. Mendengar itu Adrian tidak ingin ikut bersama mereka. Karena Adrian bersikeras, Baron akhirnya memukul tengkuknya hingga Adrian jatuh pingsan.
"Maafkan kelancangan saya, tuan muda. Tapi, ini demi kebaikan tuan muda."
Baron menggedong Adrian, membawanya keluar dari mansion melalui terowongan bawah tanah.
...🐯(NATM)🐯...
_Mansion Tiger king_
Saat tiba di perkarangan mansion, Tiger hanya mendapati anak anaknya terbaring tak sadarkan diri di tempat mereka masing masing.
"Apa yang terjadi!"
Adit, Seon dan Jack terkejut bersamaan. Sementara Tiger langsung berlari masuk ke mansion. Lagi dan lagi yang dia lihat hanya anak anaknya yang tidak sadarkan diri.
"Periksa yang lainnya!"
Perintah Tiger pada Adit, Seon dan Jack. Sedangkan dia melangkah cepat menuju kamarnya. Begitu pintu itu di buka, dia hanya melihat sajadah Aila yang terbentang tanpa adanya sosok Aila di sana.
Tiger memeriksa setiap sudut ruangan kamarnya, tapi tetap tidak menemukan Aila. Dia tampak benar benar panik.
"Aaaarrgghhhkkkk" Teriaknya sangat keras.
Suara raungan itu terdengar oleh Seon, Jack dan Adit yang sedang mencoba membangunkan Juno, Pin, Lyn, Taw, Dino, Vac, Adam dan juga Kinan.
Beberapa detik kemudian, pintu lemari pakaiannya terbuka. Satu kaki Aila terulur keluar. Tiger langsung berlari menghampiri Aila.
"Aila!"
Dia bahkan langsung menarik tubuh Aila keluar dari lemari untuk dipeluknya. "Kau baik baik saja? Apa ada yang terluka_" Tiger memeriksa tubuh Aila, sedangkan Aila tampak bingung dan tatapannya tampak tidak fokus.
"Aku baik baik saja, tuan." Jawab Aila dengan suara pelan, dia mendongak untuk menatap wajah khawatir Tiger.
"Syukurlah_"
Tubuh Aila kembali dipeluknya, punggung Aila dielusnya lembut dan puncak kepala Aila dikecupnya berkali kali.
"Tuan, kepalaku pusing. Sepertinya aku menghirup asap beracun."
"Apa?" Tiger yang terkejut mendengar pengakuan Aila langsung menggendong tubuh Aila, lalu membaringkannya di kasur. Kemudian, Tiger mengambil minyak aromaterapi dari dalam laci nakasnya. Minyak itu dioleskannya disekitar hidung dan leher Aila.
__ADS_1
Sementara itu, diluar sana semua sudah mulai sadarkan diri, mereka terbatuk cukup parah bahkan sampai muntah muntah. Adit, Seon dan Jack membantu mereka dengan memberikan minum dan juga memberikan obat obatan.
"Seon!" Lyn yang sudah sadar sepenuhnya langsung memeluk Seon dengan Erat.
"Apa yang terjadi?" Tanya Adam yang juga sudah membaik.
"Mansion diserang dengan asap beracun. Snake yang menyerang, mereka datang untuk menjemput Adrian dan berencana menculik Aila. Sepertinya penculikan Seon dan Jack juga bagian dari rencana Lion. Mereka sengaja memancingku keluar dari mansion agar mereka bisa menyusup masuk ke mansion, tapi sepertinya mereka gagal, karena keduluan oleh Snake."
Suara itu milik Tiger. Dia menjelaskan apa yang terjadi tepat sebelum matahari terbit beberapa saat yang lalu.
"Tiger. Maafkan kecerobohan kami." Seon dan Jack berlutut menyesali apa yang terjadi saat ini karena Tiger berusaha menyelamatkan mereka.
"Tiger, maafkan saya yang telah gagal menjaga mansion." Adam ikut berlutut.
"Sungguh sayalah yang telah gagal melindungi mansion, Tiger." Kemudian Juno ikut berlutut.
Diikuti oleh yang lainnya. Semua mereka berlutut sambil menundukkan kepala menghadap kearah Tiger.
"Tidak ada yang perlu disesali. Kalian kembali fokus pada tugas masing masing. Berhentilah merasa diri kalian hebat. Pikirkan keselamatan teman teman kalian yang ada di mansion ini."
Sebentar Tiger menatap kearah pintu kamar sekali lagi. Dia meninggalkan Aila yang kembali tidur di kamar itu.
"Seon, Jack, Juno. Datanglah keruanganku. Dan kau Lyn, temani Aila."
Tiger telah menghilang dibalik pintu ruang kerjanya. Dengan cepat Seon, Jack dan Juno menyusul. Begitu pula Lyn yang langsung menuju kamar Aila.
Ketiga pria itu kini berdiri dihadapan Tiger. Mereka masih menunduk, tidak punya keberanian untuk sekedar menatap sebentar raut wajah Tiger yang entah bagaimana bentuknya saat ini.
"Apa anak anak Lion menyiksa kalian?"
"Tidak Tiger. Mereka hanya mengurung kami di sana tanpa menyentuh dan melakukan apapun pada kami, Tiger." Jawab Seon, tegas, singkat dan jelas.
"Syukurlah. Aku rasa mereka benar benar hanya ingin memancingku keluar dari mansion dengan menggunakan kalian."
"Apakah Snake dan Lion bekerja sama." Juno mengajukan pertanyaan itu.
"Aku rasa begitu. Snake sudah mulai negosiasinya dengan Lion. Mereka berencana untuk mengambil Aila. Sejauh ini Lion belum tahu tentang kebenaran bahwa Snake lah yang memerintahkan mask Rabbit untuk menculik dan membunuh bayinya."
Sejenak Tiger tampak memikirkan sesuatu. "Juno, ku perintahkan kau untuk membawa Aila ke vila rahasia. Sementara sembunyikan dia disana."
"Baik Tiger."
"Dan kau Seon, lanjutkan rencana kita. Siapkan Hubo segera."
"Sudah Tiger. Rey dan Vio juga sudah menyiapkan Hubo seperti yang telah kita rencanakan."
"Bagus. Berikan rekaman itu pada Kinan dan Pin. Minta mereka mengirimkan rekaman itu pada Lion king."
"Baik Tiger."
__ADS_1
Kemarin, Rey dan Vio memaksa Hubo untuk bicara sesuai yang telah mereka tuliskan di kertas. Lalu, mereka merekamnya dan rekaman itu akan dikirimkan segera pada Lion king.