Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 28


__ADS_3

Dorrr


Dorrr


Dorrr


Ini perperangan. Dan ini tempat berburu bagi Seon. Dia melumpuhkan banyak mangsa tanpa ampun. Tapi, tidak sedikit juga anak anak Tiger yang jatuh.


Dengan lihai Seon bersama Jack menembakkan peluru mereka kearah lawan. Sedangkan Adam dan Adit sibuk adu jotos dengan lawan. Dino, Vac dan Taw menembak dari arah jauh. Tidak ada yang meleset, selalu tepat sasaran. Mereka membuka jalan untuk Tiger masuk ke tempat persembunyian Snake king.


Sedangkan Kinan di bantu oleh Pin, mereka meretas semua cctv yang ada di markas Snake. Mereka juga mengacaukan jaringan di markas itu dan membuat komputer serta cctv mereka tidak berfungsi lagi.


Dorrr


Tembakan terakhir. Dan Tiger berhasil tiba di depan pintu persembunyian Snake king. Tiger memberi kode jempolnya kearah Kinan dan Pin.


"Siap, Kinan?"


"Tentu, Pin."


"3-- 2--- 1"


BOOMM


Pintu itu meledak dan terbuka. Dengan gampangnya Tiger masuk ke sana. Dia menodongkan senjatanya dan menembak anak anak Snake yang melindungi raja mereka.


Tiger memiliki dua pistol di tangannya. Dan dalam sekali ayun dia bisa membunuh dua jiwa sekaligus. Tapi, kali ini dia lengah, dia tidak menyadari ada peluru yang menuju tepat ke punggungnya.


Dorrr--


Apakah Tiger tertembak.

__ADS_1


"Maaf mengejutkan, Tiger."


Suara itu milik Dino. Dia membuat peluru yang hendak menembus punggung Tiger berbalik arah hingga mengenai sipenembak sendiri. Senjata makan tuan.


"Lain kali beri aba-aba Dino. Akan ku beri penghargaan besar jika aku bisa keluar dengan selamat dari tempat ini."


"Tentu Tiger. Anda akan keluar dengan selamat."


Ada perasaan sesak di dada Dino saat Tiger mengatakan kalimat tadi. Tidak. Belum pernah mereka mendengar Tiger sepesimis itu bahkan saat menghadapi lawan yang sangat tangguh sekalipun. Dan ini hanya Snake yang masih anak bawang, tentu saja Tiger akan keluar dengan selamat.


"FINISH."


Tiger membuang pistolnya yang tak berpeluru lagi kelantai begitu saja. Kini dia hanya tinggal berdua dengan Baron yang tampak ketakutan.


"Apa yang kau inginkan, Tiger?" Baron berjongkok melindungi kepalanya.


Tiger tidak bicara, dia malah duduk di sofa yang sudah berantakan dan mengeluarkan busanya saat terkena peluru beberapa saat yang lalu.


"Duduklah Baron."


"Huh, tadinya aku hanya ingin bicara baik baik tanpa harus menumpahkan banyak darah. Tapi, kau terlalu gegabah, bung."


Suara itu milik Tiger. Dia sudah menyusun rencana agar tidak terjadi pertumpahan darah, tapi ternyata Baron malah berkhianat dan terjadilah perang ini. Sangat disayangkan.


"Apa yang kau inginkan Varen? Kau sudah memiliki Usb itu. Lalu apa lagi yang kau mau?"


"Rupanya kau juga tak suka berbasa basi, bung. Baiklah aku menginginkan kepala Arnod Bubara."


"Aku tidak mengerti mengapa Tiger king menginginkan kepala sepupuku."


"Tentu saja aku butuh kepalanya. Dia sangat menggangguku. Kau tidak tahu itu, bung? Ah, jadi Arnold sepupumu?"

__ADS_1


Baron tampak berusaha untuk tidak terlihat sedang berbohong. Dia sudah berjanji dengan nyawanya bahwa dia tidak akan pernah mengkhianati Arnold dalam keadaan apapun. Janji setia pengawal kepercayaan.


"Sungguh, aku sungguh tidak tahu apapun tentang keterkaitanmu dengan Arnold." Baron berlutut di lantai.


Tiger meraih pistol dari saku jas sebelah kanan. Dia memutarnya dan menodongkan tepat di kening Baron.


"Arnold Bubara adalah Snake king yang sesungguhnya, Baron. Kau pikir aku tidak tahu?"


Mata Baron bergetar. Dia benar benar ketakutan. Sungguh dia tidak menyangka Tiger tahu sampai sejauh ini. Padahal yang ada di usb hanya berbagai bukti tentang korupsi yang dilakukan putranya yang menjabat sebagai menteri kemiliteran. Baron kira, Tiger akan menjadikan putranya sebagai sanderaan lalu mengancamnya untuk ikut bergabung dengan kelompok Tiger. Setelah itu barulah Arnold akan membuat Tiger tunduk padanya. Tapi ternyata, Tiger tidak bodoh. Dia benar benar bukan tandingan Snake. Rencana Baron dan Arnold gagal total.


"Jika kau membunuhku, king Arnold tidak akan mengampunimu bung." Ucap Baron seakan mengejek dan mengira bahwa Tiger tidak akan bisa membunuhnya.


"Katakan pada Arnold, aku menunggunya di mansionku. Jika dia masih ingin melihat putra kesayangannya. Jika dia tidak datang, aku akan benar benar melenyapkan putranya."


"Kau tidak akan bisa membunuhnya, Tiger. Wanita yang kau cintai akan melindungi tuan muda Adrian dengan nyawanya." Ucap Baron sambil tertawa puas. Dia kini kembali berdiri hingga pistol Tiger tepat di perutnya.


"Tidak ada yang aku cintai selain diriku sendiri, bung. Tidak. Tidak akan ada, bung." Tiger melangkah mengelilingi Baron dan menodongkan pistolnya tepat di belakang leher Baron.


"Aku bahkan berencana untuk segera mengirimkan mayat wanita itu pada Lion king atas nama Arnold. Dan kau tahu apa yang akan terjadi saat hari itu tiba. Arnold akan mati di tangan Lion king."


Dorrr


Suara tembakan itu berasal dari luar, dan itu mengenai bahu Tiger. Seseorang menembaknya. Saat Tiger lengah, Baron melarikan diri.


"Tiger, keluar dari sana. Polisi berdatangan. Kita dijebak."


Suara itu milik Kinan, dan terdengar putus putus. Sepertinya mereka dalam masalah. Dengan cepat Tiger melangkah keluar, dia melihat banyak helikopter dan mobil polisi. Tidak ada pilihan lain, Tiger terjun dari pintu belakang. Dia yang terluka dibagian bahu tidak bisa mendarat dengan baik, hingga kaki kirinya terkilir. Sialnya, dia tidak bisa menghubungi satupun anak anaknya.


"Juno. Aku kehilangan kontak dengan anak anak."


Tiger mengirim singnal ke mansion tapi tak terhubung sama sekali. Dia benar benar kalap. Ingin melihat anak anaknya, namun polisi mulai mendekat dan akan menemukannya segera jika tidak meninggalkan tempat itu. Tapi, dia tidak mau meninggalkan anak anaknya.

__ADS_1


"Lyn, kau mendengarku. Siapapun di mansion tolong jawab aku."


Masih tidak ada jawaban. Hingga akhirnya satu satunya pilihan adalah pergi dari tempat itu. Tiger akan memikirkan anak anaknya belakangan.


__ADS_2