Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 29


__ADS_3

_MANSION TIGER KING_


Sejak hari kedatangan Adrian ke mansion, Aila tidak pernah absen untuk menjenguknya, membawakan makanan, pakaian ganti dan juga selimut. Tiger membiarkan Aila melakukan itu.


"Aila, kamu harusnya menjaga dirimu sendiri. Jangan terlalu mengkhawatirkan aku. Tempat ini masihlah dingin, aku tidak mau melihat kamu tersiksa oleh rasa dingin ini." Oceh Adrian yang sedang berganti pakaian di balik pintu ruangan tempatnya di kurung.


"Kamu terseret ke tempat ini karena aku, Adrian. Ini salahku." Aila menyalahkan dirinya atas musibah yang menimpa Adrian.


"Berhenti menyalahkan dirimu, Aila. Aku hanya merasa senang, bisa melihatmu baik baik saja."


Aila hanya menunduk diam, dia tidak menanggapi apa yang baru diucapkan Adrian. Hatinya terasa sakit, mengingat apa yang dikatakan Tiger dua hari lalu tentang kenyataan bahwa Arnold menginginkan kematiannya. Aila tidak mengerti mengapa Arnold sampai hati berbuat seperti itu. Padahal, jika memang Arnold menginginkan MD group, dia hanya tinggal memintanya dengan baik baik, toh Aila juga tidak benar benar tertarik untuk mengurus perusahaan itu.


"Aila, ada apa? Kenapa kamu sedih? Apa ucapanku menyinggungmu?"


Suara itu membuyarkan lamunan Aila. Perlahan dia menatap kearah Adrian sambil tersenyum manis menyembunyikan rasa kecewanya. "Aku hanya sedih karena kita harus terkurung di tempat seperti ini."


"Maafkan aku Aila, aku tidak begitu kuat untuk melindungimu dan aku tidak punya kuasa untuk bisa membawamu pergi dari tempat ini."


"Tidak Adrian. Jangan meminta maaf padaku. Aku hanya merasa bahagia dengan melihatmu baik baik saja." Aila mengcopy ucapan Adrian beberapa saat yang lalu. Hal itu membuat Adrian tersenyum senang dan sedikit tertawa yang juga diikuti oleh Aila.


"Kembalilah ke tempatmu. Ini sudah cukup larut dan mulai terasa dingin."

__ADS_1


"Baiklah. Aku terpaksa meninggalkanmu, Adrian."


Aila melambaikan tangannya pada Adrian, barulah kemudian dia meninggalkan tempat itu. Aila kembali kekamarnya dengan perasaan hampa. Hampa rasanya, karena ternyata dia benar benar hanya memiliki Adrian. Ketakutan akan kehilagan Adrian, melukai perasaanya dan membuat hatinya begitu hampa.


Kakinya kembali menginjak lantai hangat kamarnya. Sejak malam dia menggigil kedinginan hingga pingsan, Tiger memerintahkan seorang pelayan untuk selalu menyalakan pemanas ruangan setiap malam hari. Aila hanya tidak tahu tentang itu, mungkin jika dia tahu, hatinya akan semakin jatuh pada Tiger.


"Sangat nyaman."


Tubuhnya ia rebahkan diatas kasur empuk itu. Tatapannya melirik setiap sudut ruangan kamar yang sudah ditempatinya lebih dari dua bulan terakhir. Meski dia tahu ini bukan kamarnya, anehnya kamar ini mulai membuatnya merasa nyaman dan enggan rasanya meninggalkan kamar ini.


"Aku hanya tawanan. Cepat atau lambat, aku juga akan dipindahkan keruangan yang sama seperti Adrian. Tidak apa. Asalkan disana masih ada Adrian. Ya. Setidaknya aku rasa semuanya akan sedikit lebih nyaman jika ada Adrian bersamaku." Ocehnya menjelang mata terpejam dan dia pun pergi ke dunia mimpi.


...🐯(NATM)🐯...


Tiger tengah berdiskusi dengan Baron. Tiba tiba saja mobil polisi menggepung markas Snake yang memang berada di perbatasan bagian dunia bawah dan dunia atas. Entah bagaimana dan entah dari mana polisi mendapat laporan bahwa para Mafia sedang menyandera salah satu warga sipil. Setidaknya itu info yang diketahui Kinan dan Pin. Padahal itu hanyalah info palsu.


Segera mereka menghubungi Tiger, sayangnya tidak ada jawaban sama sekali. Hampir tiga puluh menit mereka berusaha memberi kode pada Tiger tapi tidak bisa. Hingga akhirnya dengan sangat terpaksa mereka meninggalkan tempat itu dengan melakukan penyamaran. Mereka berlagak layaknya warga sipil setempat yang berkumpul saat mendengar sirine polisi.


"Aku tidak melihat tanda tanda Tiger akan keluar." Bisik Seon pada Jack.


"Kinan, cobalah terus hubungi Tiger."

__ADS_1


Kinan mencoba menghubungi Tiger menggunakan tabletnya saat menyamar menjadi warga sipil.


Mereka menyebar mencoba memperhatikan Tiger. Bahkan saat para polisi mulai masuk ke markas, mereka sempat mengalihkan perhatian para polisi, tapi gagal. Kemudian, beberapa anak anak Snake yang terluka parah dan bahkan tewas diangkut oleh polisi hingga tempat itu benar benar kosong dan tidak ada Tiger di sana.


Awalnya mereka merasa lega, karena polisi tidak menemukan Tiger. Tapi, kemudian helikopter mulai berdatangan. Ada sepuluh helikopter yang berkeliling di atas gedung markas. Mereka menyiramkan bensin ke atas gedung markas. Dan dalam hitungan detik markas terbakar.


Kinan menangis terisak dalam pelukan Pin. Dia sangat mengkhawatirkan Tiger. Dan Seon yang tak kalah sedihnya dari kinanpun, akhirnya mengintruksikan agar mereka kembali ke mansion untuk sementara sambil terus berharap ada keajaiban dan Tiger masih hidup.


Setibanya di mansion pukul tiga dini hari. Lyn, Juno dan beberapa rekan lainnya menyambut kedatangan Seon dan timnya.


"Apa yang terjadi? Mana Tiger?" Tanya Lyn.


"Polisi menggepung dan membakar markas. Kami tidak bisa menemukan Tiger." Jawab Kinan sambil terisak.


"Hey, Tiger menghubungiku. Dia mengatakan bahwa dia baik baik saja, hanya saja dia tidak bisa menemukan kalian."


"Benarkah Lyn?" Kinan tampak bersemangat.


"Iya, itu benar. Hanya saja Tiger tidak bisa mendengar suaraku. Aku bisa mendengar suaranya. Dia telah keluar dari gedung tepat sebelum gedung itu terbakar." Jelas Lyn yang membuat Seon dan Timnya merasa lega.


Kini mereka hanya tinggal menunggu kabar berikutnya dari Tiger. Kinan dan Pin tidak bisa melacak keberadaan Tiger sama sekali, karena Tiger masih di lingkungan markas yang jaringannya sudah dikacaukan oleh pihak polisi. Bisa saja Kinan masuk ke sana memperbaiki jaringan. Tapi, polisi pasti akan menangkap signalnya dan semuanya berantakan.

__ADS_1


Tampa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan mereka dari balik tembok kaca kamarnya. Dia Aila. Dia menyimpulkan bahwa Tiger terpisah dari rombongan. Aila tidak tahu harus bereaksi seperti apa? Khawatirkah atau senangkah. Sementara, dua hari terakhir hubungannya dengan Tiger benar benar buruk. Tiger mengabaikannya seakan dirinya tidak pernah ada. Apakah itu membuat Aila sedih? Entahlah. Dia sendiri tidak ingin bersedih atas perlakuan pria yang pada akhirnya akan membunuhnya itu.


__ADS_2