Nikahi Aku, Tuan Mafia

Nikahi Aku, Tuan Mafia
Episode 6


__ADS_3

_TIGER KING_


Satu nama yang sangat di takuti dan disegani dikalangan dunia hitam. Ya, dia Levarendo Mark pimpinan Tiger terkuat yang sangat menakutkan. Bisnisnya bukan hanya di dunia hitam saja, tapi dia juga merupakan CEO perusahaan terbesar se Asia di posisi pertama. Di dunia yang selayaknya orang orang lihat, dia sebagai seorang CEO sukses yang membuat banyak wanita bertekuk lutut padanya. Bukan hanya wanita saja tapi juga para penjilat yang membutuhkan uang. Dia dipanggil dengan sebutan pak Varen jika di dunia nyata. Namun di dunia kegelapan dia di panggil dengan Tiger King.


Tidak mudah baginya untuk menaki hingga tiba di puncak tertinggi seperti sekarang ini. Banyak darah yang harus menetes demi untuk bisa mengibarkan bendera keabadiannya.


"Tiger kami sudah berhasil melumpuhkan mangsa."


Suara itu berasal dari seorang pria yang tak kalah tingginya dengan Tiger. Dia adalah kapten dari tim pemburu yang paling dibanggakan dan disayangi oleh Tiger. Di belakang pria itu tiga orang berdiri sejajar dengan menundukkan kepala hormat pada sang pimpinan. Mereka adalah Dino, Taw dan Vac.


"Apa yang kau dapatkan dari hasil buruan kali ini, Seon?"


Seon nama kapten pemburu kebanggaannya itu. Dia merupakan sahabat baiknya yang sangat setia dan tentunya sangat ganas saat berburu. Wajah tampan Seon tak kalah dari Tiger, tapi Seon tidak seperti Tiger yang selalu melampiaskan hasratnya pada beberapa wanitanya. Seon sangat setia pada kekasihnya yaitu Lyn. Mereka telah resmi berpacaran sejak dua tahun yang lalu.


"Kami menemukan sebuah SD Card didalam tubuh mangsa, Tiger." Seon mengulurkan kertas bening yang didalamnya terdapat benda kecil yang mungkin akan memberikan informasi besar untuk Tiger.


Senyum penuh kemenangan terpampang jelas diwajah Tiger. Dia begitu bahagia mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan dan baru diwujudkan Seon malam ini.


"Kau tahu, Seon. aku sangat jarang berbaik hati pada anak anakku. Tapi, terkhusus untuk kau dan tim mu, kalian boleh berlibur kemana saja yang kalian mau selama dua hari kedepan."


"Terimakasih atas kemurahan hati, Tiger king."


Mereka menunduk sempurna memberi hormat, kemudian mereka melangkah undur diri meninggalakan ruangan Tiger.

__ADS_1


Begitu keluar dari ruangan itu, Seon dan timnya mengungkapkan perasaan bahagia mereka dengan saling tertawa dan tos. Tanpa Seon sadari, di ujung lorong sana, sepasang mata tengah menatap penuh kekaguman padanya. Tentu. Dia adalah Lyn kekasih hati sang pemburu.


Setelah hampir dua menit Lyn menatap dari kejauhan, akhirnya Seon menyadari itu. Segera dia melangkah menemui pujaan hatinya. Seon memeluknya erat, lalu menggendongnya menuju kamar mereka. Bukan. Lebih tepatnya kamar Lyn. Setelahnya, jangan ditanya tentu saja mereka menghabiskan malam yang panas hingga pagi menjelang. Eits tunggu. Mereka hanya saling berbagi ciuman saja, tidak lebih. Seon sangat menjaga wanitanya, dia berprinsip tidak akan benar benar merenggut mahkota wanitanya sebelum ada ikatan pernikahan diantara mereka.


🐯(NATM)🐯


"Target mendekat, Tiger."


Intruksi berasal dari Kinan, hacker handal kepercayaan Tiger. Saat ini, Tiger tengah berada di markas musuh. Dan sepertinya sebentar lagi musuh akan dilumpuhkan dengan mudah oleh Tiger. Saat Tiger sudah turun tangan, berarti musuh sudah sangat mengganggu ketenangan Tiger. Biasanya, Tiger akan bermain main dengan musuhnya sambil memberi umpan melalui anak anaknya, barulah ia turun tangan. Tapi, khusus kali ini Tiger tidak mengulur waktu, dia langsung turun tangan. Pasalnya, musuh mencoba menjebak transaksi Tiger hingga nyaris ditemukan pihak polisi.


Ya, tentu saja di wilayah gelap dunia mafia tidak ada hukum. Hukum mereka ciptakan sendiri. Tapi, kali ini musuh menjebaknya dengan menjadikan warga sipil sebagai umpan. Seorang warga sipil yang malang harus meregang nyawa karena ulah musuhnya itu. Tiger tidak suka itu. Dia tidak pernah melibatkan warga sipil dalam urusan dunia gelapnya.


Langkah Tiger terdengar tenang dan tentunya mengintimidasi saat dia mulai menatap musuh musuhnya yang menodongkan senjata api tepat dibagian dada, kepala dan juga perutnya. Mereka menembakkan laser merah untuk menunjukkan titik sasaran mereka di tubuh Tiger. Sayangnya Tiger sama sekali tak terusik, dia terus melangkah dengan santainya hingga satu tembakan terdengar.


Dorrr


Dorrr


Dorrr


Senyum seringai penuh kemenangan terlihat di wajahnya. Sepele sekali. Ya sepele baginya. Tapi dia suka saat harus turun tangan. Sayangnya musuh kali ini juga membuatnya kecewa karena terlalu mudah dikalahkan.


"Finish!"

__ADS_1


Kinan menutup layar laptopnya. Ia segera turun dari atas atap gedung tempatnya memperhatikan para musuh yang mencoba melumpuhkan Tiger.


"Seperti biasa, anda sungguh keren Tiger." Ocehnya.


Setiap saat Kinan selalu kagum pada Tiger. Bocah berusia delapan belas tahun itu selalu memuji tuannya. Omong omong, dia sudah hampir enam tahun bekerja menjadi hacker untuk Tiger. Dia yatim piatu yang disiksa oleh orangtua angkatnya dan tidak sengaja bertemu dengan Tiger. Tiger memungutnya dan melatihnya untuk menguasai IT. Diluar dugaan, bocah itu begitu lihai dalam bidang IT tentu saja dengan segala pasilitas lengkap yang disediakan Tiger untuknya. Ralat. Untuk kerajaan Tiger.


"Aku akan berlatih lebih giat lagi untuk bisa menembak secepat kilat seperti anda, Tiger."


"Tidak perlu. Fokus saja pada tugasmu."


"Siap Tiger."


Mereka melangkah menuju rooftoop lainnya dimana disana sudah ada helikopter yang menjemput mereka.


"Anda keren Tiger." Acungan jempol di berikan oleh Adit, sang pilot handal.


"Jangan memuji untuk hal remeh seperti tadi. Itu memuakkan." Suara beratnya membuat Kinan dan Adit menutup rapat mulut mereka. Sepertinya Tiger benar benar tidak suka di puji kali ini, karena dia hanya berburu untuk hal yang sangat remeh.


Sombong. Tentu saja. Angkuh, keharusan. Di wilayah yang tanpa hukum ini tidak ada yang bisa menyentuh Tiger, kecuali mereka ingin menggali kubur mereka sendiri.


"Sudah terlalu lama aku tidak adu jotos. Rasanya otot ototku mulai kaku." Ungkap sang Tiger.


"Di dunia kita memang sangat jarang adu jotos, Tiger. Musuh lebih senang adu senjata." Lanjut Adit sambil fokus mengendalikan laju helikopter kesayangan Tiger.

__ADS_1


Hanya seringaian sombong yang terlihat di wajah Tiger. Dan sungguh seringaian itu membuat Kinan kembali mengagumi sosok Tiger.


__ADS_2