Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 10. Calon Istri Idaman


__ADS_3

Bagas menatap lekat Chika yang sedang sibuk mengaduk aduk isi di wajan. Senyumannya terukir saat melihat Chika sesekali mencuri pandang kearahnya.


"Itu masakannya Chika bisa di makan Oma?". Chika mengetuk keras wajan saat mendengar ucapan Bagas yang di balas kekehan Bagas.


"Nggak ada yang nyuruh Bapak buat makan". Jawab Chika sambil memindahkan isi capcay kedalam wadah.


Kedua bola mata Bagas memandang dengan takjub penampakan capcay hasil karya Chika yang berharum khas masakan sang Oma. Belum lagi tampilan nya yang menggugah selera dan membuat nya langsung bernafsu untuk menikmati Capcay seafood yang masih bergulung dengan asap.


"Jangan di comot pakai tangan". Chika refleks memukul punggung tangan kanan Bagas saat Bagas akan mengambil sebuah udang yang berada di pucuk piring.


"Pelit". Gerutu Bagas sambil meringis.


"Bukan pelit, tapi nggak sopan. Kan bisa pakai sendok kalau mau nyicip". Ucap Chika lalu menyodorkan sebuah sendok yang sudah terisi sepotong udang dan beberapa potong sayuran capcay kearah mulut Bagas, yang langsung di lahap oleh Bagas.


"Gimana enak nggak?". Tanya Chika, Bagas hanya mengangguk angguk pelan tanpa menjawab.


"Lumayanlah daripada nggak makan". Jawab Bagas di susul cembikan Chika. Gadis itu pun melanjutkan memasak gurame yang sebentar lagi akan matang.


"Bukan lumayan Mas Adit. Masakan Mbak Chika itu sama kaya masakan Oma, kalau kata para teman-teman nya Oma yang suka numpang makan di sini, Mbak Chika itu udah paket komplit Calon Istri Idaman". Bagas pun tersedak mendengar ucapan terakhir Mbak Iyah.


"Mas Bagas belum tau ya, Bu Saswita yang punya 5 minimarket itu aja udah minta Oma buat jadiin Mbak Chika itu calon menantu buat anak tunggal nya yang nama nya Mas Farhan". Promosi Mbak Iya, Oma pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya seolah menjawab pertanyaan Bagas lewat tatapan mata.


"Belum lagi Mas Prayoga yang punya usaha perkebunan kepala sawit anak nya Almarhum Pak Bismoyo tetangga sebelah, udah berapa kali Dia minta langsung sama Oma buat memboyong Mbak Chika ke Kalimantan". Lagi-lagi Mbak Iyah berperan sebagai informan para kandidat jodoh Chika.


Sementara Chika, gadis mungil itu justru sudah menyelesaikan acara masak memasak nya kini mulai merapikan peralatan makan di atas meja.


"Kalau kata Oma, Mbak Chika cuma tinggal nyomot jodoh aja". Ucap Mbak Iyah di susul tawa keras nya.


"Tapi sayang Mbak Chika masih mau kuliah ya Oma. Padahal Mas Yoga udah ganteng, mapan, kaya pula. Kalau saya jadi Mbak Chika nih,Wiss tak langsung terima lamaran nya Mas Yoga". Bagas menatap horor Chika yang justru tertawa mendengar ucapan Mbak Iyah.

__ADS_1


"Tenang aja Yah, Yoga juga masih mau nunggu setahun lagi kok". Ucap Oma dan hal itu membuat Bagas pun tersedak.


Oma tampak mengulum senyum saat melihat wajah Bagas sudah berubah.


Entah mengapa Mbak Iyah justru semakin gencar mempromosikan para calon kandidat jodoh Chika. Dan hal itu pun mulai membuat Bagas uring-uringan.


"Selain Mas Yoga, Mas Farhan masih ada lagi Mas Dito lho Mas Adit".


" Mas Dito itu duda muda, usia nya kalau nggak salah 28 tahun ya Oma?. Lebih muda dari Mas Adit. Tapi ganteng nya nggak kalah sama Mas Adit. Udah gitu punya usaha apa tuh Oma yang suka bantu orang jalan jalan keluar negeri gitu Mas".


"Travel". Jawab Oma.


"Iya itu travel". Mbak Iyah pun melanjutkan sesi promo kandidat Chika.


"Biasa nya Mas Dito suka bawain oleh buat Mbak Chika kalau baru pulang dari luar negeri Mas".


"Kaya tas, baju, sepatu bahkan kalau nggak salah sempat bawain berlian ya Oma?". Oma pun mengangguk mendengar ucapan Mbak Iyah sementara Chika hanya menggeleng kan kepala nya sambil menuang air putih kedalam gelas mendengarkan celotehan ART kesayangan nya Oma Shinta tersebut.


"Akhirnya kata Oma di simpan dulu aja Dito, untuk mahar nanti, gitu kata Oma Mas". Celotehan lanjutan Mbak Iya membuat Chika menjadi tersenyum kecut. Belum lagi kalau melihat wajah Bagas yang entah mengapa mendadak mendung, semendung perasaan nya.


"Kalau Saya bilang nih. Mbak Chika mending sama Mas Dito yang udah pengalaman, ya nggak Mas?".


"Udah gitu Mas Dito anak tunggal dan sebatang kara lagi. Ngak kaya Mas Farhan dan Mas Yoga yang masih tinggal sama ibu nya apalagi Mas Farhan punya tiga saudari perempuan dan Mas Yoga punya dua saudara , Saya takut nanti Mbak Chika di julitin sama para saudara nya Mas Farhan dan Mas Yoga". Mbak Iyah pun bergidik ngeri membayangkan nasih Chika kalau berjodoh dengan pria bernama Farhan tersebut.


"Kalau Mas Yoga selain udah tua, soal nya umur nya udah 35 tahun Mas, udah gitu kaya nya mantan nya Mas Yoga banyak. Takut nya mereka malah jahatin Mbak Chika". Mbak Iyah pun menggeleng tak setuju saat membayangkan Chika kelak berjodoh dengan Prayoga.


"Jadi lebih baik Mbak Chika, nanti milih Mas Dito aja, ya nggak Mas Adit?". Tanya Mbak Iyah yang akhirnya menghentikan acara promosi para kandidat pelamar Chika.


"Mas Adit kenapa kok muka nya merah gitu?". Tanya Mbak Iyah polos saat melihat wajah Bagas yang mulai tidak bersahabat.

__ADS_1


Oma tersenyum kecil melihat wajah Bagas yang seperti menahan marah. Sementara Chika gadis itu justru sibuk membersihkan perlengkapan bekas memasaknya tadi.


"Mbak Iyah tuh udah kaya sales jodoh nya Chika aja tau". Protes Bagas membalas semua ocehan Mbak Iyah.


"Ih Mas Adit tuh harus nya bersyukur kalau banyak yang naksir Mbak Chika, berarti adik nya Mas Adit itu layak di jadikan istri idaman". Ucap Mbak Iyah.


"Memang nya Oma rela kalau pisah sama Chika?". Tanya Bagas.


"Kalau memang salah satu diantara mereka memang jodoh juga Chika, Oma bisa apa?". Jawab Oma santai.


"Memang nya Kamu mau menahan Chika untuk terus berada bersama Oma?. Nggak kan". Ucap Oma lalu beranjak dari duduk nya menuju kearah Chika yang sudah bersiap keluar dari ruang masak dan makan.


"Sudah masuk waktu Isya, kita Sholat Jama'ah di ruang sholat, Oma pengen tau, sampai dimana kemampuan Kamu menjadi Imam". Ucap Oma menepuk bahu Bagas, sebelum akhirnya berjalan menggandeng Chika keluar dari ruang masak yang berdekatan dengan ruang makan.


"Kamu mandi dulu gih, badan mu bau capcay". Ucap Oma menggoda Chika.


"Ish Oma. Sedep tau". Chika justru mencium bau badan dibalik baju nya hingga membuat Oma memukul pelan bahu Chika dan membuat gadis itu pun tertawa kecil.


"Yang kaya gini jadi Istri idaman". Ejek Bagas sambil berjalan mendahului Oma Shinta dan Chika.


"Dari pada Pak Bagas, masih jomblo padahal udah tua". Balas Chika yang dihadiahi Bagas sentilan di kening sebelum pria dewasa itu berlari kecil meninggalkan Oma Shinta dan Chika.


"Pak Bagas Ih... Nyebelin". Gerutu Chika kesal. Oma pun hanya menggelengkan kepalanya melihat Bagas yang tertawa sambil berlari kecil menuju ruang sholat.


Sementara Chika, gadis mungil itu menghentakkan kaki nya kesal sambil berjalan beriringan dengan Oma Shinta.


##########


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA YA....

__ADS_1


##########


__ADS_2