Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 90. Sebuah Pelukan


__ADS_3

Kedua nya saling menikmati satu sama, hingga mereka tidak menyadari kehadiran para tamu yang tak di undang yang menatap aksi mereka sambil menggeleng geleng kan kepala nya.


"Astaghfirullahalazim".


Ardi dan Riska menghentikan aksi panas mereka saat mendengar suara teriakan istighfar dari belakang.


"Ini masih di IGD Bos. Untung nggak ada pasien. Kalau ada bisa di tuntut kalian atas perbuatan tidak menyenangkan dan menganggu Ketertiban umum". Protes Putra.


"Ck. Ngapain Lo ganggu aja". Bukan nya malau, Ardi justru merasa kesal atas kehadiran para sahabat nya juga para sahabat istri nya.


Ya begini lah nasib ketika kita mempunyai pasangan yang saling bersahabat satu sama lain. Selalu datang dan saling melengkapi tanpa kecanggungan sama sekali.


"Dih, situ aja yang mesum, tau tempat umum masih aja berbuat mesum". Protes Arsy lalu menggeser posisi Ardi yang tengah duduk di dekat Riska.


"Minggir Om, Aku mau duduk dekat Riska. Om sanaan gih". Ardi menatap tak percaya kepada Arsy.


Wanita yang biasa nya diam dan alim serta ramah itu tiba tiba saja berubah menjadi galak dan sang berkuasa.


"Lho, kenapa Om yang pergi, ada juga Kamu yang...".


"Sayang.. Om Ardi nakal". Belum sempat ucapan Ardi tuntas, wanita yang juga client nya itu justru merengek manja kepada sang suami yang merupakan sahabat Ardi.


"Ngalah kenapa sih Di. Istri Gue lagi hamil. Kan nggak lucu kalau anak Gue lahir nanti ileran cuma gara gara Lo nggak mau ngalah sama Dia". Ardi memutar malas kedua bola mata nya menanggapi ucapan Bagas si suami yang kata nya Dosen killer di kampus nya itu.


"Ck, alasan klise". Gumam Ardi kesal namun tetap beranjak dari posisi nya dan memberikan posisi nya kepada Arsy yang lalu langsung menggantikan posisi duduk nya.


"Gimana, Lo nggak apa apa kan?". Tanya Arsy khawatir.


"Alhamdulillah nggak". Jawab Riska. Arsy pun menghela nafas nya lega.


Arsy melihat kearah Bagas sesaat. Setelah mendapatkan anggukan dari Bagas, wanita yang tengah hamil muda itu tampak mengambil nafas sesaat sebelum Dia berucap.


"Ada yang mau ketemu sama Elo. Lo mau nggak ketemu sama Beliau?". Riska mengernyitkan kening nya mendengar pertanyaan Arsy.

__ADS_1


"Gue yakin. Elo pasti bakalan seneng ketemu sama Beliau". Ucap Arsy meyakinkan Riska, hingga Riska pun mengangguk setuju.


Arsy kemudian menganggukkan kepala nya kepada Bagas, dan tak lama kemudian Lia dan Reina tiba dengan mengapit seseorang yang ingin bertemu dengan Riska.


Riska menatap tak percaya kepada sosok yang ingin bertemu dengannya.


Tanpa Dia sadari kedua bola mata coklat nya itu sudah mulai meneteskan air mata.


Lia dan Reina melerai pegangan kepada sosok yang ingin berjumpa dengan sahabat mereka.


Tatapan kedua nya seakan terkunci satu sama lain.


Tatapan yang selalu Riska impikan sejak saat Dia kecil.


Sebuah senyuman terukir di balik wajah sosok yang ingin berjumpa dengan nya.


Seulas senyum yang selalu Riska impikan, sebuah senyum yang selalu Riska harapkan, sebuah senyum yang kini terukir tulus di wajah sosok yang kini sudah berada di hadapan nya.


Riska menatap tak percaya saat sosok itu memeluk tubuh nya dengan erat.


Hangat. Ya terasa hangat. Pelukan nya terasa hangat hingga akhir nya tangis Riska pun pecah.


"Maafkan Mama Nak".


"Maaf kan Mama. Mama terlalu larut dalam gemerlap nya dunia, hingga Mama melupakan Kamu. Maaf kan Mama karena sudah menyia-nyiakan Kamu. Maaf kan Mama yang sudah gagal menjadi seorang Ibu yang baik buat Kamu.Maaf kan Mama Nak".


Ya Amanda. Wanita itu meminta kepada Arsy untuk bertemu dengan Riska.


"Mama...". Rengek Riska dalam pelukan sang Mama.


Wanita yang selalu menolak kehadiran Riska saat masih dalam kandungan. Wanita yang beberapa jam lalu mengungkapkan kekesalan nya sudah melahirkan nya ke dunia. Dan wanita itu juga yang akhir nya menyesal semua perbuatan nya kala melihat putri semata wayang nya kesakitan dalam sandera Ayah Biologis nya.


"Maaf kan Mama Riska". Amanda melerai pelukan nya lalu mengecup lembut pucuk kepala Riska.

__ADS_1


Kecupan pertama yang di berikan oleh Amanda semenjak kelahiran nya di dunia. Bahkan sejak bayi Amanda sama sekali tidak pernah menyentuhnya. Seorang pengasuh bayi yang di percaya oleh Daniel lah yang mengurus Riska sejak masih bayi hingga remaja.


Karena setelah remaja, Riska lebih banyak menghabiskan waktu berkumpul bersama teman teman nya. Bahkan sejak masuk SMU Riska memutuskan untuk mandiri dengan tinggal di apartemen yang Daniel hadiahkan sebagai hadiah ulang tahun nya yang ke 16 tahun.


Namun walau pun Riska sejak remaja tidak di perhatikan oleh keluarga nya, tak membuat Riska menjadi anak yang liat dan terlibat dalam pergaulan bebas.


Justru setelah Dia mengetahui kebusukan keluarga nya, Dia berusaha secara sembunyi sembunyi mengumpulkan bukti kejahatan keluarga nya.


Hingga saat akhir SMU Dia mengetahui kalau ternyata, putri sang paman masih hidup. Maka sejak saat itu lah secara diam diam Riska selalu menguntit Arsy, dan kemudian memutuskan untuk masuk ke Universitas dan jurusan yang sama dengan Arsy.


Dengan sengaja bertemu dengan Arsy dan juga Lia yang selalu mengawal kemana pun Arsy pergi, hingga akhir menjadi sahabat Arsy saat masuk di semester kedua.


"Nanda". Arsy menghapus air mata nya dan melerai pelukan kepada suami nya saat mendengar Amanda memanggil nya.


"Maaf kan Tante". Amanda menundukkan kepala nya dalam dalam.


"Akibat keserakahan Tante, Kamu harus kehilangan kedua orang tua Kamu. Tante tau, permintaan maaf Tante, tidak akan bisa membuat kedua orang tua Kamu kembali. Tapi Tante mohon, agar Kamu tidak membenci Riska. Tante lah yang bersalah". Amanda tertegun kala tiba tiba Arsy memeluk nya.


Seketika itu juga Amanda membalas pelukan Arsya lalu menangis lirih dalam pelukan sang kemenakan satu satu nya.


"Arsy sudah maafin Tante". Ucap Arsy sambil menangis dalam pelukan Amanda.


"Terima kasih Nak. Kamu memang seperti Ayah Kamu. Selalu memaafkan kesalahan apa pun yang Tante buat. Sekarang Tante, akan mempertanggung jawabkan apa yang sudah Tante perbuat". Amanda melerai pelukan nya dengan Arsy, lalu mengalihkan pandangan kearah perut Arsy yang sudah mulai terlihat membuncit.


"Semoga kelak manjadi anak yang sholeh atau sholehah ya Nak". Ucap Amanda seraya mengusap lembut perut Arsy.


"Aamiin". Balas Arsy.


"Mama, nggak mau ngusap perut Aku juga?". Ucap Riska lirih.


Amanda dan yang lain nya kecuali Ardi melihat Riska dan Ardi bergantian dengan kebingungan.


Like dan komen nya jangan lupa ya ...

__ADS_1


See You Next Bab


__ADS_2