Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 80. Bukan Tahu Bulat


__ADS_3

Putra tersenyum kala mengingat Reina yang bersikap manja kepada nya saat berpura-pura di hadapan Mama Rani. Senyuman serta tatapan teduh Reina saat menenangkan nya ketika kesal menghadapi Anissa dan Bu Rahma di restoran tadi membuat nya semakin yakin untuk mendekati gadis itu.


Dengan cekatan Pria itu meraih HP nya guna menghubungi seseorang.


"Assalamu'alaikum Ar, tolong share loc rumah nya Rein dong".


"Waalaikumsalam. Mau ngapain Lo minta alamat nya Reina".


"Ada perlengkapan tugas nya yang ketinggalan".


"Modus Lo ".


"Ya elah, modus juga nggak masalah kali, Gue single Dia juga single, apa urusan nya sama Lo".


"Adalah noh bini Gue sama genk nya lagi ngamuk nggak mau kalau Lo deketin Reina".


"Nggak ada urusan sama bini Lo. Udah buruan share loc alamat nya Rein cepetan".


"Bawel Lo. Bentar Gue tanya bini Gue dulu".


"Lo harus traktir bini Gue sama genk nya lengkap sama suami nya juga hahahaha".


Senyuman kembali terukir kala melihat lokasi alamat Reina.


"Thank you Bro. Iye Lo list aja permintaan mereka".


"Traktiran jangan lupa".


"Iya bawel Lo. Assalamu'alaikum".


Putra mengakhiri percakapan nya dengan Ardi, dan bergegas melajukan mobil nya menuju rumah Reina.


Jam sudah menujukan pukul 18:45 menit saat Putra di kediaman Reina.


sebelum bertamu, Putra menyempatkan diri mampir di sebuah mushola yang terletak tidak jauh dari rumah Reina untuk melaksanakan sholat maghrib.


Ketika hendak beranjak dari musholla, Putra membatalkan niat nya untuk beranjak pergi dari musholla, kala melihat Reina dan dua anak perempuan kecil usia SD tampak berjalan beriringan menuju musholla.


Tawa canda tampak mengiringi langkah Reina beserta kedua anak tersebut.

__ADS_1


Aura teduh semakin menguar dalam pesona Reina yang hanya berbalut satu set mukena berwarna putih gading, hingga membuat detak jantung Putra berdegub dengan kencang.


Bak ABG yang tengah dilanda jatuh cinta, Putra menyembunyikan diri nya kala Reina memasuki pekarangan musholla bersama kedua anak yang mengiringinya.


"Kak Rein, tadi ustadz Adnan nyariin tau".


Reina tersenyum menanggapi ucapan bocah perempuan dengan mukena bermotif kartun frozen.


"Ish, jangan mau sama ustadz Adnan kak, Dia itu udah punya istri". Senyum Reina kembali merekah menanggapi ucapan anak perempuan ber mukena motif bunga bunga.


"Iya Kak, mana Istri nya ustadz Adnan galak lagi. Ish Fika aja takut kalau ada Ustadzah Mirna". Bocah ber mukena motif frozen itu pun bergidik ngeri menanggapi ocehan nya.


"Iya, lagi pula Kak Rein juga nggak suka sama Ustadz Adnan kok". Ucap Reina lalu mendudukkan tubuh nya di shaf perempuan, di ikuti oleh dua anak kecil yang tadi mengekori Reina.


Sementara Putra sengaja mengambil duduk di samping Reina yang terbataskan selembar kain pemisah berwarna putih itu tampak mengulum senyuman nya.


"Kalau begitu bagaimana dengan Saya?". Tawa kecil Reina dan kedua tadi pun terhenti kala mendengar suara Putra dari samping nya.


Reina pun berdiri dari duduknya bersamaan dengan Putra yang juga berdiri dari duduk nya, sehingga ketika mereka berdiri jarak mereka hanya terpisah beberapa senti saja.


Wajah kedua nya tampak merona kala saling bertatap dalam jarak dekat, hingga Reina pun menundukkan pandangan beberapa saat setelah saling bertatapan dengan Reina.


"Kalau orang di musholla mau ngapain?". Reina mengangkat wajah menatap sekilas Putra yang sedang tersenyum kepada nya.


"Ya sholat lah Pak, masa mau ngakak akad". Jawab Reina asal. Putra tersenyum menggoda Reina.


"Ya kalau kamu mau akad, Saya juga siap kok". Kedua bola mata Reina membulat tak percaya menatap kedua mata Putra yang tengah memandang nya dengan tatapan teduh dan mendamba.


"Kenapa?. Saya ajak Kamu akad nikah sekarang mau nggak?". Reina mengalihkan pandangan kearah halaman musholla guna menutupi rona merah wajah nya.


Hati nya berdebar dan berdegup dengan kencang, tak sanggup membalas ucapan Putra. Seulas senyuman malu menghiasi wajah gadis yang biasa nya bar bar tersebut.


Dia yang biasa nya langsung membalas ucapan orang, kini lidah nya terasa keluh untuk membalas ucapan Putra.


"Kak Rein, Si Om ini siapa?. Pacar nya Kak Rein ya?". Bocah ber mukena motif frozen itu mengedip kedip kan kedua kelopak mata nya dengan genit kepada Putra.


Putra terkekeh geli melihat senyuman bocah itu yang tersenyum dengan menampakkan gigi depan yang ompong separuh, karena karies gigi, mungkin akibat bocah itu mengkonsumsi susu formula.


"Bukan pacar nya, tapi calon imam nya Kak Rein". Wajah Reina semakin menunduk malu karena ucapan Putra.

__ADS_1


"Udah, Ayo kita ngaji dulu sebentar". Reina pun kembali duduk guna menghindari Putra.


"Kamu belum jawab pertanyaan Saya Rein". Ucap Putra yang ternyata duduk kembali di samping Reina yang hanya berbatas kain pembatas.


Plak


Putra menatap geram kepada orang yang telah dengan lancang dan berani memukul bahu nya dengan kencang. Tatapan mata nya perlahan-lahan surut kala melihat siapa yang telah berani memukul nya tersebut.


"Kamu ngajak nikah perempuan, udah kaya mau tukang tahu bulat, yang di goreng dadakan". Putra hanya meringis kala sang pelaku penganiaya nya itu menarik jambang tipis yang berada di dekat telinga kanan Putra.


"Ampun Ma". Putra meringis kecil, Reina mengulum senyuman kala mendengar Putra meringis.


"Minta baik baik Reina sama keluarga nya, jangan main ajak nikah aja". Mama Rani lagi lagi memukul gemas bahu kekar sang Putra.


Wanita paruh baya itu tak habis pikir dengan Putra semata wayang nya ini, yang langsung melamar seorang gadis tanpa di dampingi nya.


"Putra kan ngajak dulu Ma, kalau Rein oke, baru Putra bawa Mama buat ngelamar Reina". Ucap Putra membela diri nya.


"Ck ngeles aja Kamu udah kaya bajaj orange". Dengan kesal Mama Rani pun meninggalkan shaf laki laki guna menghampiri Reina yang tampak sedang mengajar ngaji dua orang anak perempuan yang sejak tadi mengekori.


"Assalamu'alaikum menantu Mama yang cantik". Tanpa sungkan Reina langsung mencium punggung tangan kanan Mama Rani kala wanita itu duduk di samping Reina.


"Waalaikumsalam Mama". Sahut Reina. Mama Rani mengusap lembut pucuk kepala Reina kala gadis itu menundukkan kepala ny.


"Wah ini dia anak cantik siapa nama nya?". Tanya Mama Rani.


"Nama Saya Fika Oma, yang ini Dila". Jawab anak perempuan yang ber mukena motif frozen.


Tanpa di suruh, kedua anak perempuan itu pun mencium punggung tangan kanan Mama Rani dengan takzim.


"Wah pinter nya". Mama Rani mengusap lembut kepala kedua anak perempuan tersebut dengan lembut.


"Selepas sholat Isya nanti Mama dan Putra mau berkunjung ke rumah Kamu ya Nak". Reina mengangguk menjawab ucapan Mama Rani.


Tak lama kemudian Adzan Isya pun berkumandang.


#################


JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2