Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 27. Kang Ju Won


__ADS_3

"Kamu nggak takut kalau tantangan Kamu itu di setujui oleh Miss Juwita Aul?". Tanya Oma yang terbiasa memanggil Lia Aul. Bahkan kalau Lia berulah Oma selalu memanggil nya Pa'Ul.


"Ya elah Oma. Kaya nggak tau standar Pria idaman Lia aja. Minimal Dia harus bisa mengalahkan Lia pencak silat dulu. Lagi juga ya Oma, lelaki setengah matang kaya gitu mah dia di senggol sedikit juga langsung gubrak, apalagi di ajak adu pencak silat. Auto kabur iya pasti Oma". Ujar Lia sambil terkekeh-kekeh membayangkan Miss Juwita berlari sambil melambai layak nya lari para lelaki setengah jadi.


"Oma do'ain kalau Miss Juwita, menjadi jodoh nya Kamu". Oma tampak tersenyum menggoda Lia yang sedang mengerucutkan bibir nya itu.


"Aamiin...". Arsy mengamini do'a ucapan Oma Shinta.


Lia memutar malas kedua bola mata nya mendengar ucapan Arsy.


"Ingat do'a orang tua juga anak yatim piatu biasa nya selalu di ijabah sama Allah". Lia bergidik ngeri mendengar ucapan Arsy yang tersenyum penuh arti.


Selang beberapa menit kemudian Miss Juwita kembali bersama seorang wanita berhijab.


"Adiba, gantiin Saya selesaikan meriaskan Mbak Chika ya". Lia, Arsy juga Oma langsung membulatkan mata mereka.


Bahkan mereka pun saling berpandangan satu sama lain saat mendengar suara mendayu Miss Juwita berubah menjadi suara bariton.


"Maaf ya Mbak Arsy juga Oma, make-up nya di gantikan dengan Asisten saya. Maklum kan kita bukan mahram, betulkan Mbak Chika?". Arsy hanya mengangguk lalu melihat kearah Lia dari balik cermin rias kamar nya yang masih termenung melihat Miss Juwita.


"Dan Kamu!" Miss Juwi dengan suara bariton itu menjentikkan jari nya di hadapan Lia yang masih terkejut akan perubahan mendadak Miss Juwi.


Kedua kelopak mata Lia mengerjap kebingungan menatap Miss Juwi, "dimana Babe Kamu". Miss Juwita menyentil kening Lia sehingga menyadarkan gadis itu dari keterkejutan nya atas aura berbeda yang di tampilkan Miss Juwita saat ini.


"Aduh". Lia mengusap usap kening nya yang di sentil oleh Miss Juwita.


"Mau ngapain nyariin Babe Saya?". Miss Juwi mengangkat alis kanan kepada Lia, saat mendengar ucapan gadis tersebut.


"Ya mau lamar Kamu lah, emang mau ngapain lagi. Iya kan Juwono?". Ujar Oma yang memanggil nama asli Miss Juwita sambil tertawa kecil.


"Juwono?". Ujar Lia sambil tertawa terpingka-pingkal mengulang nama asli Miss Juwita. Bahkan Arsy tampak mengulumkan senyumnya mendengar nama asli Miss Juwita.


"Astaghfirullah, dari Juwono jadi Juwita". Lia menepuk kening nya lalu mengulum senyum nya melihat Juwono. Sementara Juwono alias Juwita memutar malas kedua bola mata nya melihat Lia yang tertawa.

__ADS_1


" Wah bisa Lo panggil Juwon tuh Aul. Nggak dapet Yang Jung Won asli, tapi kan dapet Kang Ju Won ". Kali ini Arsy sang calon pengantin yang tertawa terpingka-pingkal, apalagi saat melihat wajah Lia yang langsung berubah masam.


Bahkan Oma yang tidak paham ucapan Arsy pun tertawa saat melihat wajah Lia berubah masam.


"Sue Lo". Sunggut Lia sambil tertawa kecil.


"Jadi kapan Saya bisa ketemu sama Babe Kamu?". Tawa Lia seketika itu juga lenyap, wajah nya langsung berubah ketakutan saat melihat wajah Juwono alisa Juwita yang sedang menatap nya dengan tajam.


"Nanti selesai akad nya Chika, Oma kenalin Kamu dengan Sabeni". Bukan Lia tapi Oma Shinta lah yang menjawab pertanyaan Juwono.


"Oma, ih jangan dong. Bisa di hajar Babe Aku nanti". Lia pun memasang wajah memelas nya kepada Oma.


Suara nada panggilan dari gadget Oma mengalihkan perhatian mereka semua. Oma tampak tersenyum lalu melihat kearah Arsy yang tampak nya sudah selesai di rias oleh Adiba.


"Adit nya sudah tiba". Ucap Oma.


Seketika itu juga jantung Arsy berdegub dengan kencang. Adiba pun tampak nya sudah selesai merias Arsy.


"Cantik nya cucu Oma". Oma pun mengecup kening Arsy dengan lembut.


"Juwono, Kamu ikut Oma. Oma akan perkenalkan Kamu dengan Sabeni". Ujar Oma mengapit mantan pria setengah matang itu untuk keluar dari ruangan.


"Oma... Jangan bilang sama Babe". Ujar Lia memohon.


"Nggak baik anak perempuan nolak jodoh. Kamu mau nanti jodoh Kamu jadi lama gara-gara nolak lamaran Juwono?. Ish Oma mah amit-amit". Ujar Oma membuat Loa bergidik ngeri mendengar ucapan Oma Shinta.


"Astaghfirullahalazim Oma. Kok ngomong nya gitu sih. Ya masa Oma tega do'ain Aku berjodoh sama makhluk setengah matang ini sih?". Juwono menatap tajam Lia, hingga membuat Lia pun tertunduk ketakutan.


"Sumpah kenapa tiba-tiba ini makhluk lembayung jadi manly gini ya?" Bisik hati Lia. Gadis itu pun mengetuk pucuk kepala nya berkali-kali untuk menghempaskan rasa kagum nya kepada Juwono.


"Kamu mau dapat pahala kan?". Lia menganggukkan kepala nya dengan mantap.


"Bantu Juwono kembali ke kodrat nya sebagai seorang lelaki tulen. InsyaAllah Kamu bisa membantu nya".Lia hanya terdiam mendengar ucapan Oma.

__ADS_1


"Lagi pula bukan nya tadi Kamu sendiri yang bilang, minta mas kawin nya surah Ar-Rahman. Asal Kamu tau, walaupun Juwono ini mantan Juwita, tapi kalau urusan ibadah ". Oma hanya mengacungkan kedua ibu jari tangan nya.


"Tiap 3 bulan sekali Juwono ini khatam Al-Quran lho. Maka nya kalau cuma minta mas kawin itu mah. InsyaAllah aman buat Jowono". Lia sampai membuka mulut nya mendengar ucapan Oma Shinta. Matanya mengerjap tak percaya seraya melihat Juwono.


Sementara Juwono lelaki setengah matang itu tampak menundukkan kepala nya sambil sesekali melirik kearah Lia yang tengah menatap nya tak percaya.


"Ayo Oma, jangan sampai Ditya nyusul Oma. bisa di gantung Aku sama Dia". Juwono pun merangkul lengan kiri Oma Shinta lalu menuntun pelan Oma Shinta menuju ruang keluarga.


Bagas menyunggingkan senyum nya saat melihat Oma Shinta berjalan menuju kearah. Namun saat mata nya melihat kearah Juwono seketika itu raut wajah Bagas berubah heran.


"Assalamu'alaikum Oma". Sapa Bagas seraya mencium punggung tangan kanan Oma Shinta.


"Waalaikumsalam Sayang. Wih cucu Oma ini ganteng nya seribu kali lipat dari biasa nya". Oma pun mengecup lembut kedua pipi Bagas secara bergantian.


"Ini makhluk setengah mateng, kok tiba-tiba balik ke kodrat?". Juwono menepuk keras bahu kanan Bagas, hingga Bagas kesakitan.


"Astaghfirullah, Juwita, kalau jadi laki tenaga Lo gede juga". Pekik Bagas, lalu mengaduh karena dihadiahi Oma cubitan di lengan kiri nya.


"Sudah buruan akad sana". Oma pun meraih lengan kiri Bagas, sementara lengan kanan nya mengapit Juwono.


"Mempelai Pria nya sudah siap?". Tanya seorang pria paruh baya berjas hitam.


"Alhamdulillah sudah Pak". Jawab Oma Shinta mewakili Bagas.


Bagas pun segera duduk berhadapan dengan pria paruh baya berjas hitam yang sepertinya seorang penghulu.


"Baiklah. Bisa kita mulai akad nya?". Bagas menganggukan kepala nya mantap. Lalu menjabat telapak pak penghulu yang juga akan. menjadi Wali nikah Arsy.


" Bismillahirrahmanirrahim ... "


############################################


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK

__ADS_1


LIKE, KOMEN NYA


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2