
"Maaf...".
Juwono pun menundukkan kepala nya dalam dalam. Rasanya dia sudah tak sanggup lagi menerima penolakan yang akan Lia sampaikan.
Sepertinya jalan hijrah nya kali ini lebih berat dari perkiraan nya. Dan seperti nya Tuhan sedang memberikan nya hukuman setelah hampir sepuluh tahun ini dia hidup di dua alam.
Walaupun selama sepuluh tahun ini, ibadah nya tidak pernah lewat, namun dia menyalahi kodratnya. Dan kini apakah Dia harus melanjutkan hijrah nya atau tetap berada dalam dua alam nya.
Ah rasa nya Dia lebih memilih melanjutkan hidup di dua alam nya saja. Toh selama ini banyak yang mengharapkan nya untuk menjadi pendamping mereka.
Ya walaupun harus menyalahi kodrat, tapi setidaknya mereka lebih menerima nya di bandingkan dengan lawan jenis yang mungkin akan menolak hijrah nya kelak.
"Kang Ju Won nggak ada niatan gitu, buat bikin akad nikah sendiri, jangan nebeng sama Pak Bagas?". Juwono mengangkat kepala nya lalu melihat Lia dengan tatapan heran.
Arsy bahkan menyembunyikan kepalanya di belakang lengan suami nya untuk menutupi tawa nya saat mendengar Lia memanggil Juwono Kang Ju Won, sesuai dengan usulan nama yang di berikan Arsy untuk Juwono tadi. Melihat ulah istri nya Bagas hanya bisa menggelangkan kepala nya.
"Udah yang ngajak nikah Miss Juwita, masa akad nebeng juga?". Lia mengerucutkan bibir seraya menghentakkan kedua kaki nya perlahan.
"Udah biasa kali Lo nebeng". Ucap Arsy yang di hadiahi cubitan kecil di hidung nya oleh Bagas.
"Mumpung ada Akbar. Jadi sekalian akad nya. Lagian niat baik nggak baik di tunda, benar nggak Sabeni?". Pak Sabeni tampak kebingungan mendengar ucapkan Oma.
Dia kebingungan anak pertamanya ngambek nggak jadi nikah, anak kedua nya mau akad tapi di acara nikah orang lain. Dan yang bikin dia pusing kedua anak nya ingin dan akan dinikahi oleh orang yang sama.
"Ya dia malah bengong". Oma menepuk punggung tangan Pak Sabeni dengan kencang, hingga Pak Sabeni pun terkejut.
"Gimana Ben?. Juwono punya niat baik sama Si Aul". Pak Sabeni melihat kearah Lia dan Mea bergantian.
Yang satu merajuk ingin menikah yang satu merajuk tak ingin numpang nikah di acara orang lain.
"Saya mah terserah si Pa'Ul aja Bu". Akhirnya ucapan itu keluar dari mulut Pak Sabeni.
"Tuh Babe Kamu tergantung sama Kamu Ul". Semua mata menatap Lia dengan beragam tatapan, hingga membuat Lia kebingungan.
__ADS_1
"Tapi sesuai perjanjian, kalau Kang Ju Won bisa menang tanding sama Aku, Kuy lah kita nikah".
"Tapi kalau Kang Ju Won kalah, ya kalau bisa sih jangan kalah. Masa kalah sama perempuan ".
Arsy dan Oma Shinta memutar malas kedua bola mata nya mendengar ucapan Lia.
Sementara itu Mae yang kecewa pun beranjak pergi tanpa permisi.
"Emang dasar anak nya Maemunah". Ucap Oma saat melihat Mae ngacir tanpa permisi.
"Maafin Mae yang Bu, Mas, Pak". Ucap Pak Sabeni saat melihat Oma Shinta yang tersinggung oleh sikap Mae.
"Untung Kamu punya si Pa'Ul, biar kata doyan nyerocos ngak jelas tapi masih punya sopan santun". Ucap Oma hingga membuat Pak Sabeni menundukkan kepala nya menahan malu.
"Udah nggak usah bahas si Mae".
"Hei Juwono, Kamu sanggup nggak sama tantangan nya Si Aul?. Kalau sanggup sekarang Kamu buktiin, kalau Kamu bisa kalahin dia". Juwono mengangguk setuju, lalu menggulung kedua lengan baju nya sebatas siku.
"Ya nggak di sini juga tanding Kang Ju Won. Bisa berantakan ntar acara Arsy". Protes Arsy.
Oma pun segera bangkit dari duduk nya di bantu oleh Asru juga Bagas.
"Ingat, harus tega". Ucap Oma menepuk baju Juwono dan di angguki Juwono.
Setiba nya di halaman belakang, Lia tampak sudah siap dengan kuda-kuda nya. Juwono tampak kebingungan, kalau dia mengalah dan kalah sudah bisa dipastikan Lia akan menolak menikah dengan nya.
Tapi kalau Dia melawan Lia, Dia takut akan menyakiti gadis yang baru beberapa jam ini di kenal nya, namun susah sukses membuat nya ingin berhijrah dari habitat dua alam nya.
"Ingat Kang Ju Won harus menang, nggak boleh kalah". Ucap Arsy memberi semangat.
"Nggak ada acara banting banting ya. Cukup dari tangkisan, elakkan sama tangkapan. Mas Bagas paham kan aturan main nya?". Bagas yang langsung di dapuk Arsy menjadi juri duel jodoh Juwono dan Lia itu pun mengangguk menjawab ucapan Arsy.
"Bagus, biar adil kita minta Mas Bagas yang jadi juri nya. Kalau Babe yang jadi juri takutnya Kang Ju Won malah di bikin kalah sama Babe. Kan Babe nggak pengen Mpok Mae marah, maka nya pasti bakal bikin Kang Ju Won kalah, biar nggak jadi nikah sama Lia, tapi nikah sama Mpok Mae ". Ujar Arsy panjang lebar. Lia tampak mencembik kepada sang Babe yang sedang menggaruki kepala nya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Sudah siap??? ". Juwono Lia mengangguk. Bagas pun memulai pertandingan.
Pertandingan berjalan cukup alot. Sudah lebih dari setengah jam berlalu. Baik Juwono maupun Lia masing-masing dari mereka tidak ada yang mau mengalah.
Lia tetap bertahan, karena berharap Juwono bukan hanya bisa menjadi imam bagi keluarga nya, tapi juga menjadi pelindung bagi keluarga mereka kelak.
Sedangkan Juwono, lebih memilih banyak menangkis dan menangkap karena tidak melukai atau menyakiti Lia.
Hingga akhir nya Juwono bisa melihat kelengahan Lia, dan akhirnya mantan pria dua alam itu pun berhasil menangkap dan mengunci pergerakan Lia, hingga akhir nya gadis itu harus mengakui kekalahannya.
"Alhamdulillah". Pekik Oma Shinta dan Arsy sambil berpelukan. Bagas hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat Oma dan istri nya begitu bahagia.
Arsy menyodorkan sebotol kecil air mineral kepada Lia dan diterima oleh gadis itu yang kemudian meneguk air itu hingga tandas.
Hal yang sama pun dilakukan oleh Bagas kepada Juwono. Bahkan Bagas berkali-kali menepuk bahu Juwono yang tampak kelelahan.
"Gimana Aul?". Tanya Oma. Lia yang masih ngos-ngosan kecapean itu hanya mengagguk pasrah. Oma pun bertepuk tangan kecil.
"Akbar. Nikahkan mereka sekarang juga". Ucap Oma lantang. Pak Akbar hanya bisa tersenyum pasrah.
Setelah Pak Akbar menjelaskan prosedur dan proses akad secara agama dan negara kepada Oma, akhirnya Oma pun mengerti dan menyetujui kalau akad Juwono dan Lia di gelar secara siri.
Dan hari senin Juwono akan mempersiapkan berkas nya dan juga Lia untuk mencacatkan pernikahan siri mereka menjadi pernikahan yang sah di mata hukum dan negara.
Dan akhir nya disini lah mereka sekarang. Di tempat beberapa jam yang lalu Bagas mengucapkan akad kepada Arsy.
Dan Kini posisi nya di balik Juwon yang akan mengucapkan akad untuk Lia.
Bahkan Adiba yang sudah pulang pun, di minta Juwono untuk balik ke rumah Oma Shinta kembali, membuat wanita beranak satu itu terus mengucapkan syukur atas kembali nya sang bos kepada fitrah nya sebagai seorang pria tulen.
##################
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
__ADS_1
BUKAN MENGHARAPKAN VOTE ATAU HADIAH, SUDAH BERKENAN MEMBACA DAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE AJA MBU UDAH SENANG...
SEE YOU NEXT PART