
Sebulan sudah pencarian bukti keterlibatan Amanda, Bastian juga Daniel atas tewas nya kedua orang tua Arsy juga Bagas sudah berlangsung.
Beberapa bukti sudah berhasil dikantongi oleh Ardi dan sudah di selidiki pula oleh Putra. Bahkan pihak kepolisian pun sudah memanggil Mereka bertiga untuk di periksa.
Hal yang sama pun di alami oleh Riska. Untuk menutupi keterlibatan Gadis itu dalam pencarian bukti keterlibatan orang tua nya, pihak kepolisian pun terpaksa memasukkkan nama nya dalam daftar orang yang di periksa.
Arsy sedikit melakukan protes terhadap Ardi juga Putra yang harus mengikutkan Riska dalam pemeriksaan.
"Kenapa Riska harus di periksa juga Om?". Protes Arsy di saat mendatangin kantor polisi.
"Kamu mau Mereka curiga, kalau Riska sudah menjadi penghianat mereka?". Jawab Ardi. Arsy pun menghela nafas kecewa.
Sungguh Dia tidak rela kalau saudara sepupu nya itu turut di masukkan kedalam daftar orang yang di periksa.
"Kamu tenang sama Ardi tidak akan membiarkan gadis itu kenapa kenapa Sayang". Ucap Bagas usil seraya mengangkat kedua alis nya dan melihat Ardi yang terlihat salah tingkah.
Arsy pun melihat kepada Ardi yang terlihat berpura-pura sibuk memainkan HP nya guna mengalihkan perhatian nya.
"Apa ada sesuatu yang Aku nggak tau?". Tanya Arsy kepada Bagas, dan Bagas menaikkan kedua bahu sambil terus melihat Ardi yang semakin salah tingkah.
Belum lagi wajah Akhtar yang terlihat kesal saat mendengar celotehan yang kini sedang berlangsung.
Tatapan tajam pria muda itu terasa menusuk kepada sang Paman.
Ceklek
Semua mata terarah ke pintu ruang Putra yang menjadi ruang pertemuan rahasia Arsy, Bagas, Ardi juga Akhtar. Sementara Putra tengah di sibukkan dengan memeriksa Daniel yang sedikit menolak bahkan membantah semua bukti yang melibatkan nya.
"Riska..." Arsy merentangkan kedua tangan nya dengan lebar saat melihat Riska memasuki ruangan.
"Chika...". Riska pun merangsek masuk kedalam pelukan Arsy.
Kedua saudara itu saling berpelukan sambil menggerak gerak kan tubuh mereka.
"Kangen". Ucap Mereka berdua bersamaan dan mereka berdua pun tertawa bersama kembali.
"Bukan cuma Kamu doang yang kangen sama Riska Dek". Celoteh Bagas yang di hadiahi Ardi lemparan sebuah bolpoin kepada Bagas.
"Jangan ghibah". Ucap Ardi sengit.
__ADS_1
"Orang fakta kok di bilang ghibah". Balas Bagas tak kalah sengit.
Arsy menghela nafas melihat ulah kedua pria dewasa yang sedang berdebat di depannya.
"Ada apaan sih?. Kok kaya nya cuma Aku doang yang nggak tau bahan ghibah an nya deh? ". Ucap Arsy penasaran.
Ceklek
Pintu terbuka dengan paksa seiring masuk wanita muda yang terkenal dengan ocehan receh nya.
"Riska, Lo beneran jadian sama Om Ardi?". Cerocos Lia to the point. Bahkan wanita yang sedang hamil muda itu berdiri dengan berkecak pinggang di hadapan Riska yang sedang duduk berdampingan dengan Arsy.
Riska hanya terdiam sambil menggaruki belakang leher nya.
"Bukan nya Kamu deket sama Akhtar?". Kali ini Arsy menyumbang pertanyaan dengan wajah bingung.
"Nggak, kata Kang Ju Won, Om Ardi malah udah nikah siri sama Riska". Ardi menepuk kening nya dengan kencang, lalu melihat kepada Juwono dengan tajam. Sementara Bagas tampak tersenyum puas melihat Juwono yang salah tingkah.
"Apa?". Akhtar berteriak lebih kencang dibandingkan Arsy yang berteriak kaget bersamaan.
"Emang laki Lo nggak bilang. Kalau kemaren tuh Om Ardi nikah sama Riska?". Arsy menggeleng lalu menatap Bagas dengan tajam.
"Ardi bilang harus di rahasiakan dulu Sayang. Emang dasar Juwono nya aja yang mulut nya lemes". Bagas melihat kepada Juwono yang sedang cengar cengir kepada Ardi.
"Astaga. Kok Lo bisa sih sama Om Ardi, bukan nya Lo deket sama Akhtar?". Tanya Arsy bingung. Riska hanya mengulum senyuman.
Karena setahu nya sejak sebulan yang lalu Riska terlihat lebih sering bertemu dengan Akhtar. Bahkan Arsy tidak pernah melihat Riska bertemu dengan Ardi.
"Akhtar nya di tikung di sepertiga malam sama Om nya hahahhaa". Ucap Bagas senang, dan hal itu membuat Akhtar pun kesal lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan sambil menggerutu.
"Ceritain yang lengkap tanpa ada yang ketinggalan?". Arsy merapatkan duduk nya dan menghadap kepada Riska dengan kedua telapak tangan yang mengenggam Riska dengan erat.
"Emmmmm". Riska tampak enggan bahkan terkesan ragu ragu untuk bercerita, seraya melirik kearah Ardi.
"Ck. Udah cerita aja. Jangan takut sama Om Ardi". Ucap Arsy yang kini melemparkan tatapan mata tajam kepada Ardi, hingga Ardi hanya bisa mengangguk pasrah kepada Riska.
Riska menghela nafas pelan. Arsy dan Lia membenarkan posisi duduk mereka agar nyaman.
"Sebenarnya...".
__ADS_1
Belum sempat Riska berucap, Arsy yang sejak hamil menjadi lebih bawel, sensitif juga sering ngambek ini sudah langsung memotong ucapan nya.
"Kapan kalian jadian?. Emang nya Om Bastian sama Tante Amanda setuju Kamu nikah sama Om Ardi, terus...".
"Sayang, biar Riska jawab pertanyaan Kamu satu persatu". Arsy memandang Bagas dengan kesal, karena sang suami kini memotong rentetan pertanyaan nya untuk Riska.
"Sabar Bu. Emang bawaan kita sebagai ibu hamil itu lebih sensitif". Ujar Lia mengingatkan Arsy sambil melirik kearah sang suami yang menghela nafas pelan. Tampak nya sepasang calon orang tua itu pun tengah dalam masalah.
"Kapan jadian?". Tanya Lia penuh penekan.
"Nggak pernah jadian". Jawab Riska pelan.
"Kok bisa sih Lo nggak pernah jadian sama Om Ardi, tapi kalian udah nikah siri?. lagian jugq kan masih gantengan Akhtar kemana-mana Riska". Protes Arsy yang di hadiahi timpukan kertas yang di lipat oleh Ardi kepada nya, dan tepat mengenai tubuh Arsy.
Bagas mendelik kesal kepada Ardi yang berani melempar kertas kepada Arsy, namun dengan santai Ardi melakukan protes atas ucapan Arsy "Bini Lo, kalau ngomong tuh yang nggak di filter". Protes Ardi membela diri.
"Tapi emang kenyataan kan. Liat muka Lo kusam bewokan pula". Ucap Bagas membela Arsy.
"Wah ngajak ribut nih laki bini. Lo mau kalau Gue udeh cukur nih bewok bini Lo ngejar ngejar Gue, gara gara Gue mirip sama Zyan Malik". Bagas Mencembikkan bibir nya mendengar celotehan Ardi yang bisa Dia bilang benar ada nya.
"Ish, kalian tuh berisik tau nggak sih". Protes Arsy kepada Bagas dan Ardi.
"Emang iya, Om Ardi kalau bewok nya di cukur kaya Zyan Malik?". Gumam Arsy yang di angguki Riska.
"Hua... Sayang... Om Ardi suruh cukur bewok nya sekarang juga". Rengek Arsy kepada Bagas, hingga membuat Ardi dan Bagas melotot kepada Arsy.
"No way". Pekik Ardi dan Bagas bersamaan.
Bisa di pastikan Bagas akan meradang kalau Ardi mengabulkan permintaan Arsy. Bagaimana tidak sejak hamil istri nya itu sangat mengidolakan Zyan Malik juga para artis pria yang berwajah ala ala Timur Tengah.
Sementara dia yang berwajah blasteran bule itu selalu menjadi sasaran ketidak puasan Arsy karena tidak mewarisi warna kulit sang Papa yang peranakan Timur Tengah.
" Nanti kalau anak Kamu ileran gimana.... ".
##############
TBC
JANGAN LUPA LIKA JUGA KOMEN NYA YA
__ADS_1
SEE YOU NEXT BAB